TERKINI
Rayakan Usia ke-56 dengan Karya, Wabup Kampar, Misharti Luncurkan Buku Berjudul Tenun AkarPenandatanganan Kerja Sama Pemkab dan Kejari, Perkuat Kepastian Hukum dan Tata Kelola PemerintahanWakili Wabup Kampar, Plt Kadisdikpora Letakkan Batu Pertama Pembangunan Asrama Ponpes Ibnu JarirWabup Kampar Bahas Rencana Jaringan Listrik Pasir Sialang, Pemerataan Penerangan Jadi PrioritasWakil Bupati Misharti Bidik Pasar Nasional, Olahan Ikan Patin dan Batik Kampar Didorong Naik KelasOperasi Patuh Lancang Kuning 2026, Satlantas Polres Kampar dan Samsat Bangkinang Gelar Ramp CheckDisdikpora Kampar Respons Kondisi Sekolah di Koto Kampar Hulu, Renovasi Dianggarkan 2027DPRD dan Pemkab Kampar Setujui 6 Ranperda, Ahmad Yuzar Tekankan Manfaat Nyata bagi MasyarakatDelapan Fraksi DPRD Kampar Sampaikan Pandangan, RAPBD 2027 Fokus Kebutuhan MasyarakatBupati Kampar Didampinggi Plt Disdikpora Temui Plt Gubernur Riau, Usulkan Pembangunan Lokal SD 017Perkuat Layanan Darurat, Bupati Kampar Serahkan Mobil Rescue untuk DamkarSekitar 38 Pegawai Tak Diperpanjang, BPKAD Kampar Tuntaskan Verifikasi Gaji PPPK Paruh Waktu Senin

Alkes Kedokteran dan KB di RSUD Bangkinang Diduga Rugikan Negara 3,7 M, Kejari Kampar Gelar Tahap ll

Alkes Kedokteran dan KB di RSUD Bangkinang Diduga Rugikan Negara 3,7 M, Kejari Kampar Gelar Tahap ll

KAMPAR - Dugaan Tindak Pidana Korupsi pada pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) Kedokteran dan KB pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkinang Tahun Anggaran 2012 sudah dilakukan tahap ll terhadap SH selaku pemilik (Owner) PT. Bina Karya Sarana dan PPK RM oleh Kejaksaan Negeri Kampar.

Dimana, SH pemilik PT. BKS merupakan sebagai pemenang tender pada kegiatan tersebut.

Berdasarkan hasil ekspos yang dilakukan sebelumnya oleh pihak Kejari Kampar, sudah menetapkan 2 orang tersangka.

Pihak Kejari Kampar melakukan tahap ll di dua tempat yang berbeda, selaku PPK RM dilakukan di Kejaksaan Negeri Kampar dan untuk tersangka SH dilakukan di Lapas Tanjung Pinang.

Berdasarkan audit BPKP Provinsi Riau, ditemukan kerugian diperkirakan Rp. 3,7 Miliar. Untuk perkara Alkes ini ditetapkan 2 tersangka," kata Kajari Kampar, Arif Budiman melalui Kasi Pidsus, Amri Rahmanto Sayekti didampingi Kasi Intel Rendy Winata, Jumat (18/11/22).

Adapun dana tersebut bersumber dari dana APBN Dana Tugas Perbantuan Kemenkes dengan pagu anggaran Rp. 25 Miliar.

"Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 3 Undang-undang (UU) Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pemberantasan Korupsi, Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP," pungkas Amri.