https://www.lenteranews.co

Viral di Ujungbatu, IRT Dipermalukan Saat Live Penagihan Utang, Berujung Laporan ke Polisi

Viral di Ujungbatu, IRT Dipermalukan Saat Live Penagihan Utang, Berujung Laporan ke Polisi

ROKAN HULU – Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kecamatan Ujungbatu, Kabupaten Rokan Hulu, melaporkan dugaan pencemaran nama baik ke Polres Rokan Hulu, Rabu (29/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Laporan tersebut dilayangkan setelah korban merasa dipermalukan melalui siaran langsung (live) serta unggahan di media sosial terkait persoalan utang.

Peristiwa ini bermula dari video live yang ditayangkan pada Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Dalam tayangan tersebut, korban terlihat sedang berjualan es tebu di pinggir Jalan Jenderal Sudirman, Ujungbatu.

Saat siaran berlangsung, terlapor diduga melakukan penagihan utang dengan nada tinggi dan sikap emosional. Aksi tersebut kemudian menarik perhatian publik hingga menjadi viral di media sosial.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, siaran langsung tersebut sempat disaksikan sekitar 500 penonton. Sebelum dihapus sekitar pukul 22.00 WIB, video tersebut telah ditonton kurang lebih 23.800 kali.

Korban mengaku tidak mengetahui bahwa dirinya direkam dan disiarkan secara langsung saat proses penagihan berlangsung. Selain itu, foto korban juga disebut sempat diunggah dengan narasi yang dinilai merendahkan dan mempermalukan.

Ia menjelaskan, persoalan bermula dari pinjaman sebesar Rp500 ribu, namun hanya menerima Rp400 ribu, dengan kewajiban pembayaran Rp25 ribu per hari selama 60 hari.

“Saya sempat membayar selama delapan hari, namun tidak mampu melanjutkan karena kebutuhan sehari-hari,” ujar korban.

Sementara itu, suami korban mengaku mengetahui kejadian tersebut dari rekannya dan menyayangkan tindakan yang dinilai telah mempermalukan keluarganya di ruang publik.

“Kami tidak terima, apalagi sampai anak kami merasa malu karena kejadian ini,” ungkapnya.

Akibat peristiwa tersebut, korban mengaku mengalami tekanan psikologis serta dampak sosial di lingkungan sekitar.

Saat ini, laporan tersebut telah diterima oleh pihak kepolisian dan tengah dalam proses penanganan lebih lanjut.[Hsb]

Komentar Via Facebook :