TERKINI
Penandatanganan Kerja Sama Pemkab dan Kejari, Perkuat Kepastian Hukum dan Tata Kelola PemerintahanWakili Wabup Kampar, Plt Kadisdikpora Letakkan Batu Pertama Pembangunan Asrama Ponpes Ibnu JarirWabup Kampar Bahas Rencana Jaringan Listrik Pasir Sialang, Pemerataan Penerangan Jadi PrioritasWakil Bupati Misharti Bidik Pasar Nasional, Olahan Ikan Patin dan Batik Kampar Didorong Naik KelasOperasi Patuh Lancang Kuning 2026, Satlantas Polres Kampar dan Samsat Bangkinang Gelar Ramp CheckDisdikpora Kampar Respons Kondisi Sekolah di Koto Kampar Hulu, Renovasi Dianggarkan 2027DPRD dan Pemkab Kampar Setujui 6 Ranperda, Ahmad Yuzar Tekankan Manfaat Nyata bagi MasyarakatDelapan Fraksi DPRD Kampar Sampaikan Pandangan, RAPBD 2027 Fokus Kebutuhan MasyarakatBupati Kampar Didampinggi Plt Disdikpora Temui Plt Gubernur Riau, Usulkan Pembangunan Lokal SD 017Perkuat Layanan Darurat, Bupati Kampar Serahkan Mobil Rescue untuk DamkarSekitar 38 Pegawai Tak Diperpanjang, BPKAD Kampar Tuntaskan Verifikasi Gaji PPPK Paruh Waktu SeninDukung Pengembangan Wisata Buluh Cina, Edi Basri Tekankan Pelestarian Budaya dan Mitigasi Banjir

Wakili Wabup Kampar, Plt Kadisdikpora Letakkan Batu Pertama Pembangunan Asrama Ponpes Ibnu Jarir

Wakili Wabup Kampar, Plt Kadisdikpora Letakkan Batu Pertama Pembangunan Asrama Ponpes Ibnu Jarir

KAMPAR – Pondok Pesantren Ibnu Jarir yang berlokasi di Kecamatan Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, mulai membangun gedung asrama baru untuk meningkatkan kapasitas hunian sekaligus menunjang kenyamanan santri dalam menuntut ilmu. Pembangunan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pada Kamis (29/10/2026).

Peletakan batu pertama ini menjadi langkah awal pengembangan fasilitas pesantren guna mendukung proses pendidikan yang memadukan ilmu pengetahuan umum dengan pendidikan agama Islam.

Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, yang diwakili oleh Plt. Kepala Disdikpora Kampar, Helmi berharap pembangunan gedung asrama tersebut dapat dilaksanakan secara profesional dengan mengutamakan kualitas bangunan, integritas, serta keselamatan kerja.

“Saya berharap pembangunan ini dilaksanakan dengan prinsip amanah dan profesional, serta mengutamakan kualitas dan keselamatan kerja. Bangunlah dengan integritas, karena ini adalah rumah bagi para penuntut ilmu agama Allah,” ujar Helmi.

Ia juga berpesan kepada para santri agar menjadikan pembangunan asrama baru tersebut sebagai motivasi untuk semakin giat belajar, sekaligus menjaga kebersihan, ketertiban, dan suasana religius di lingkungan pesantren.

“Doakan agar pembangunan ini berjalan lancar. Siapkan diri untuk menjadi penghuni asrama yang menjaga kebersihan, ketertiban, dan kekhusyukan,” pesannya.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Ibnu Jarir, Ustaz Muhammad Irfan Ali, Lc., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kampar atas dukungan terhadap pengembangan fasilitas pendidikan di lingkungan pesantren.

“Alhamdulillah, pagi ini terlaksana peletakan batu pertama pembangunan gedung asrama santri Pondok Pesantren Ibnu Jarir. Gedung ini merupakan tambahan dari asrama yang sudah ada,” ungkapnya.

Ia berharap pembangunan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan dan meningkatkan koordinasi antara pihak pesantren dengan pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan potensi santri.

Menurutnya, Helmi juga menyampaikan kesiapan pemerintah daerah untuk membantu kebutuhan pendidikan pesantren sesuai dengan kewenangan dan program yang tersedia.

Gedung asrama baru tersebut direncanakan memiliki tiga lantai. Namun, pada tahap awal, pembangunan akan difokuskan pada satu lantai dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar sembilan bulan.

Pada tahap tersebut, satu lantai direncanakan memiliki sekitar 16 kamar dengan kapasitas yang diproyeksikan mampu menampung sekitar 180 santri. Apabila pembangunan seluruh gedung rampung sesuai rencana, fasilitas ini ditargetkan dapat menampung hingga 500 santri.

Untuk saat ini, gedung asrama tersebut diperuntukkan bagi santri putra. Keberadaan fasilitas baru ini diharapkan dapat memberikan ruang hunian yang lebih memadai sekaligus menunjang kegiatan belajar dan pembinaan karakter santri.

Pondok Pesantren Ibnu Jarir menerapkan sistem pendidikan berasrama atau boarding school yang mengintegrasikan pembelajaran umum dengan pendidikan agama. Setelah kegiatan belajar mengajar di kelas selesai, santri melanjutkan pembelajaran bahasa Arab, hafalan Al-Qur'an, serta pendidikan akhlak dan adab.

“Setelah kegiatan belajar mengajar di kelas selesai, santri melanjutkan pembelajaran bahasa Arab, hafalan Al-Qur'an, serta pendidikan akhlak dan adab,” jelasnya.

Meski baru beroperasi selama tujuh tahun, Pondok Pesantren Ibnu Jarir telah mencatat sejumlah prestasi, baik di tingkat nasional maupun dalam bidang keilmuan Islam.

Sejumlah santrinya bahkan pernah meraih juara pertama tingkat nasional dan mewakili Indonesia dalam kompetisi internasional di bidang pembacaan kitab kuning dan bahasa Arab.

Prestasi juga ditorehkan dalam pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-55 tingkat Kabupaten Kampar yang digelar di Kecamatan Gunung Sahilan. Dalam ajang tersebut, sebanyak 10 santri Pondok Pesantren Ibnu Jarir berhasil meraih prestasi.

Saat ini, jumlah santri yang menempuh pendidikan di pesantren tersebut mencapai 327 orang. Mayoritas berasal dari wilayah Kabupaten Kampar dan sekitarnya, sementara sebagian lainnya datang dari berbagai daerah, seperti Jambi, Kepulauan Riau, Batam, hingga Jakarta.

Pihak pesantren juga menyebutkan bahwa sejumlah alumninya telah melanjutkan pendidikan ke kawasan Timur Tengah.

Dalam mendukung operasional pendidikan, pesantren memperoleh bantuan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah serta dukungan melalui sejumlah program pemerintah daerah.

Ke depan, pimpinan pesantren berharap sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kampar semakin kuat, termasuk dalam mendorong kemandirian pesantren dan mengembangkan produk-produk yang dihasilkan oleh lingkungan pesantren.

“Kami berharap hubungan antara pihak pesantren dan pemerintah daerah semakin baik. Jika ada program kemandirian pesantren, mudah-mudahan produk pesantren juga bisa mendapatkan kesempatan untuk berkembang,” tuturnya.

Dengan dimulainya pembangunan asrama baru ini, Pondok Pesantren Ibnu Jarir berharap dapat meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan, memperluas kapasitas hunian, serta menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi santri untuk belajar, menghafal Al-Qur'an, memperdalam ilmu agama, dan mengembangkan potensi diri.

Kegiatan peletakan batu pertama tersebut dihadiri Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, yang diwakili oleh Plt. Kepala Disdikpora Kampar, Helmi, Camat Bangkinang Kota Edi Suherman, serta sejumlah tamu undangan lainnya.