TERKINI
Syawal Nahkodai PWI Kampar 2026-2029, Wabup Misharti Tegaskan Pers Mitra Strategis PembangunanKonferensi VIII PWI Kampar, Wabup Misharti Ajak Wartawan Jaga Marwah Pers dan Perkuat PersatuanAde Syaputra Ajak Warga Kampar Manfaatkan Pemutihan Pajak, Samsat Bangkinang Bagikan MaskerGerak Cepat, Wabup Kampar, Misharti Tinjau Turap Longsor di Penyesawan, Penanganan Segera DikajiKualitas Udara Masih Tidak Sehat, Pemko Pekanbaru Berlakukan PJJ 14-15 Oktober 2026Samsat Bangkinang Imbau Warga Kampar Manfaatkan Insentif Pajak, Tunggakan Dihapus hingga 40 PersenWabup Kampar, Misharti Tegaskan Kesiapan Lahan Program Sekolah Rakyat, Administrasi Pemkab RampungWabup Kampar, Misharti Perkuat Sinergi BGN dan Satgas MBG, 13 Dapur SPPG di Kampar Siap BeroperasiSosialisasi Pemda dan BGN Kawal MBG, Mitra Yayasan Indra Noval Sampaikan Apresiasi Pada Wabup KamparKetua Satgas MBG Dijabat Wabup Kampar, Misharti Pimpin Sosialisasi MBG, Imbau Patuhi SOP dan AturanSinergi Pemerintah dan Adat, Bupati Kampar Minta LAK Optimalkan Pembinaan Anak KemenakanWakil Bupati Kampar, Misharti Lantik Pengurus SOIna dan Lepas Kontingen Atlet Menuju PeSONas II 2026

Tim Penyidik Kejari Kampar dan Inspektorat, Turun Langsung Hitung Kerugian Negara Dugaan Mafia Pupuk

Tim Penyidik Kejari Kampar dan Inspektorat, Turun Langsung Hitung Kerugian Negara Dugaan Mafia Pupuk
Foto Kasi Pidsus Kejari Kampar Amri Rahmanto Sayekti (Kiri) didampingi Kasi Intel Rendy Winata (Kanan). (lenteranews.co)

KAMPAR - Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Kampar bersama Inspektorat Provinsi Riau turun langsung kelapangan ke Desa Kuok Kecamatan Kuok yang menjadi sasaran penghitungan kerugian negara dalam dugaan mafia pupuk subsidi.

Adapun pihaknya turun langsung merupakan salah satu metode Inspektorat Riau. 

Dimana, selain mendata dan menghitung melalui data data yang ada sudah terkumpul, pihak Inspektorat juga melakukan verifikasi langsung terhadap petani petani yang seharusnya menerima pupuk subsidi. 

"Tujuan kami turun langsung kelapangan kemaren klarifikasi, apa benar petani petani yang namanya tercantum dalam penerima ini menerima," kata Kasi Pidana Khusus Amri Rahmanto Sayekti didampingi Kasi Intel Rendy Winata, Kamis (1/9/22).

Ia menjelaskan, dalam hasil klarifikasi maupun dari data data yang sudah terkumpul, nanti bisa ditentukan berapa nanti nilai kerugiannya.

"Dimana nanti hasil dari hasil klarifikasi maupun dari data data yang ada sudah terkumpul, nanti bisa ditentukan berapa nilai kerugiannya harapan kami untuk tiap tiap Kecamatan, sehingga nanti hasilnya bisa dipertanggung jawabkan secara bersama-sama, baik dari Penyidik maupun dari rekan-rekan Inspektorat selaku Instansi yang menghitung kerugian keuangan negaranya," tandas Amri.

Ia juga menyebutkan, bahwa pihaknya akan turun langsung menyusul di tiga Kecamatan, karena tujuan Penyidikan di empat Kecamatan.

"Ada kemungkinan menyusul tiga Kecamatan yang lain akan memberlakukan metode hal serupa. Karena memang metode perhitungan Inspektorat selain data, yaitu klarifikasi baik dari ketua kelompok tani maupun dari petani petaninya langsung," kata Amri lagi.

Amri mengungkapkan, bahwa dari empat Kecamatan yaitu, Kecamatan Salo, Kuok, Bangkinang Kota, Bangkinang dan Tapung.

Dari hasil kerugian, ia mengemukakan bahwa untuk saat ini kisaran kerugian masih dalam tahap proses perhitungan.

"Untuk saat ini kisaran kerugian masih tahap proses perhitungan, dan secepatnya akan di sampaikan," ujar Amri.

Sebelumnya, Kejari Kampar sudah menetapkan tiga orang tersangka dalam dugaan penyaluran mafia pupuk subsidi.

Dimana, salah satu adalah pemilik kios pengecer di Kecamatan Kuok NR dan dua lainnya, GT dan DM merupakan Tim Verifikator di Kecamatan Kuok.