TERKINI
Wabup Kampar, Misharti Perkuat Sinergi BGN dan Satgas MBG, 13 Dapur SPPG di Kampar Siap BeroperasiSosialisasi Pemda dan BGN Kawal MBG, Mitra Yayasan Indra Noval Sampaikan Apresiasi Pada Wabup KamparKetua Satgas MBG Dijabat Wabup Kampar, Misharti Pimpin Sosialisasi MBG, Imbau Patuhi SOP dan AturanSinergi Pemerintah dan Adat, Bupati Kampar Minta LAK Optimalkan Pembinaan Anak KemenakanWakil Bupati Kampar, Misharti Lantik Pengurus SOIna dan Lepas Kontingen Atlet Menuju PeSONas II 2026Bupati Kampar Ahmad Yuzar Resmi Membuka MTQ ke-55 di Gunung Sahilan, Diikuti 642 PesertaTingkatkan Kompetensi Guru, Gugus III Bantan Gelar Pelatihan Papan Interaktif Digital di SDN 26Wabup Kampar Dorong Rehabilitasi Daerah Irigasi, Kades Pulau Birandang dan Petani Berikan ApresiasiPlt Kadis Dikpora Kampar Izinkan Sekolah Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh, Akibat Dampak Kabut AsapTim Gabungan Razia Pekat Dipimpin Wakil Wako Pekanbaru, 28 Orang Diamankan di 4 Titik PenginapanTingkatkan Ekonomi Kerakyatan, Wabup Kampar, Misharti Kunker ke PLUT KUMKM BatamBupati Kampar Resmikan Kebun Raya Universitas Pahlawan, Targetkan Jadi Pusat Riset Internasional

Wabup Kampar, Misharti Perkuat Sinergi BGN dan Satgas MBG, 13 Dapur SPPG di Kampar Siap Beroperasi

Wabup Kampar, Misharti Perkuat Sinergi BGN dan Satgas MBG, 13 Dapur SPPG di Kampar Siap Beroperasi

KAMPAR – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebanyak 13 di Kabupaten Kampar dinyatakan siap beroperasi untuk mendukung pelaksanaan tahap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kesiapan tersebut disampaikan Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Kampar, Argun Gusto, dalam kegiatan Sosialisasi dan Sinergitas Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar bersama Badan Gizi Nasional, bertempat di Balai Bupati, Selasa (13/10/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan pelaksanaan program MBG berjalan optimal, tepat sasaran, serta sesuai dengan standar operasional dan ketentuan yang berlaku. Program tersebut juga merupakan bagian dari upaya mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045 melalui pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak Indonesia, khususnya di Kabupaten Kampar.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum penguatan koordinasi antara BGN dan Pemerintah Kabupaten Kampar. 

Sebelumnya, koordinasi serupa telah dilaksanakan bersama Wakil Kepala BGN, Soni, pada 2025 di Hotel Premier.

Kali ini, kegiatan difasilitasi oleh Wakil Bupati Kampar sekaligus Ketua Satgas MBG Kabupaten Kampar, Misharti.

Dalam kesempatan itu, BGN memberikan apresiasi terhadap dukungan Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Satgas MBG serta inovasi sistem SIGAP yang diinisiasi oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kampar, Yulisman.

Sistem SIGAP menjadi salah satu inovasi pendukung pelaksanaan program MBG di Kabupaten Kampar karena dirancang untuk mengintegrasikan data dari satuan pendidikan, fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas, serta manajemen dapur MBG dan BGN.

Integrasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pengawasan distribusi makanan, memastikan penyaluran sesuai kebutuhan penerima manfaat, serta membantu pemantauan kualitas dan aspek kesehatan makanan yang disediakan.

Disisi lain, terkait dapur SPPG yang masih berstatus suspend atau ditangguhkan operasionalnya, Argun Gusto menjelaskan bahwa pengaktifan kembali dapat dilakukan melalui mekanisme pengajuan resmi dan verifikasi lapangan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam proses tersebut, Kepala KSP-PG bersama Koordinator Wilayah BGN akan melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi dapur setelah dokumen pengajuan diterima. 

Hasil pemeriksaan selanjutnya dilaporkan kepada pimpinan BGN dengan tembusan kepada Satgas MBG Kabupaten Kampar.

Dapur yang bersangkutan dapat kembali beroperasi setelah seluruh persyaratan yang diwajibkan terpenuhi dan memperoleh persetujuan sesuai mekanisme yang ditetapkan.

Sementara itu, terkait status identitas atau ID SPPG, Kepala Tata Usaha (KTU), Prina, mengonfirmasi bahwa sebanyak 13 SPPG yang telah mendapatkan persetujuan sebelum diberlakukannya moratorium akan beroperasi pada tahap pertama pelaksanaan program.

Adapun dapur yang telah memiliki ID SPPG tetapi belum mulai beroperasi masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut dari pimpinan pusat BGN.

Argun Gusto mengemukakan, untuk mengingatkan seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah daerah, KSP-PG, hingga mitra penyedia, agar mematuhi Petunjuk Teknis (Juknis) Nomor 401.1 Tahun 2025 serta menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Ia menegaskan bahwa keberhasilan program MBG membutuhkan komitmen, koordinasi, dan tanggung jawab bersama. Karena itu, setiap pihak diharapkan mampu menjalankan fungsi masing-masing tanpa mengedepankan ego sektoral.

“Mari kita saling bahu-membahu dan menjalankan fungsi serta peran masing-masing sesuai SOP yang berlaku. Tidak boleh ada lagi ego sektoral atau saling menyalahkan di internal. Fokus utama kita adalah menyukseskan program nasional dari Bapak Presiden demi masa depan anak-anak Kampar,” tegas Argun.

Melalui penguatan sinergi antara BGN, Pemerintah Kabupaten Kampar, Satgas MBG, pengelola SPPG, dan para mitra penyedia, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis diharapkan semakin optimal dan berkelanjutan.

Kesiapan 13 dapur SPPG tersebut menjadi langkah awal dalam memperluas pelayanan pemenuhan gizi bagi masyarakat. Dengan pengawasan yang terintegrasi dan kepatuhan terhadap ketentuan, program MBG diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi anak-anak Kampar sekaligus mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.