TERKINI
Wabup Kampar Dorong Rehabilitasi Daerah Irigasi, Kades Pulau Birandang dan Petani Berikan ApresiasiPlt Kadis Dikpora Kampar Izinkan Sekolah Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh, Akibat Dampak Kabut AsapTim Gabungan Razia Pekat Dipimpin Wakil Wako Pekanbaru, 28 Orang Diamankan di 4 Titik PenginapanTingkatkan Ekonomi Kerakyatan, Wabup Kampar, Misharti Kunker ke PLUT KUMKM BatamBupati Kampar Resmikan Kebun Raya Universitas Pahlawan, Targetkan Jadi Pusat Riset InternasionalAksi Respon Cepat Wabup Kampar, Misharti Berikan Pertolongan Pertama Pada Korban LakalantasSosialisasi UU PKDRT dan Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring Dibuka Wabup Kampar di TapungWali Kota Pekanbaru Apresiasi Pembangunan Infrastruktur Jalan di Tiga Titik oleh Pemprov RiauKonsultasi Strategi ke Provinsi, Wabup Kampar Tegaskan Pentingnya Sinergi Pemberdayaan PerempuanWakil Bupati Kampar, Misharti Pimpin Monitoring dan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis di TapungWakil Wako Pekanbaru Lantik 19 Pejabat ASN Melalui Sistem Manajemen Talenta, Berikut NamanyaBupati Bengkalis Tegaskan Perubahan APBD TA 2026 Fokus Kesejahteraan Masyarakat dan Pelayanan Dasar

Wabup Kampar Dorong Rehabilitasi Daerah Irigasi, Kades Pulau Birandang dan Petani Berikan Apresiasi

Wabup Kampar Dorong Rehabilitasi Daerah Irigasi, Kades Pulau Birandang dan Petani Berikan Apresiasi

KAMPAR – Pemerintah Kabupaten Kampar menegaskan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan daerah melalui percepatan pembangunan infrastruktur pertanian. 

Salah satu langkah strategis yang direalisasikan pada tahun 2026 ini adalah rehabilitasi jaringan irigasi Daerah Irigasi (D.I.) Sasapan II di Desa Pulau Birandang, Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar.

Langkah konkret ini diawali dari kunjungan kerja dan peninjauan langsung yang dilakukan oleh Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, pada 28 Oktober 2025 lalu. 

Respons cepat jajaran pemerintah daerah dalam mengalokasikan perbaikan infrastruktur vital tersebut menuai apresiasi mendalam dari para petani dan perangkat desa setempat.

Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, dalam arahannya menyampaikan bahwa ketersediaan dan kelancaran jaringan irigasi merupakan urat nadi sektor pertanian modern. 

Rehabilitasi D.I. Sasapan II ini ditargetkan mampu memulihkan dan mengoptimalkan pasokan air untuk 87 hektare lahan persawahan, meningkatkan indeks pertanaman, serta menjadi benteng pertahanan dalam mencegah alih fungsi lahan hijau di Kabupaten Kampar.

Apresiasi terhadap komitmen Wakil Bupati tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Desa Pulau Birandang, Tomas Renaldo, S.AP. 

Ia menyatakan bahwa perbaikan saluran air ini adalah jawaban atas kendala pengairan yang dihadapi masyarakat selama bertahun-tahun.

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kampar, khususnya Ibu Wakil Bupati Kampar, Misharti yang telah memberikan perhatian terhadap kondisi irigasi di desa kami. Perbaikan ini sangat berarti bagi petani karena menyangkut kebutuhan air untuk 87 hektare sawah,” ujar Tomas, Jumat (9/10/2026).

Senada dengan pemerintah desa, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Pulau Birandang, H. Martin, bersama Sahuri dari Kelompok Tani Bonca Kare, menyambut baik proyek ini. 

Mereka optimistis kepastian pasokan air dari D.I. Sasapan II akan meningkatkan produktivitas panen padi secara signifikan pada musim tanam mendatang.

Selain berdampak pada sektor ekonomi dan ketahanan pangan, optimalisasi lahan sawah ini memegang peran krusial dalam pelestarian nilai sosio-kultural masyarakat setempat. 

Persawahan Pulau Birandang merupakan pusat pelaksanaan tradisi Ma’aghak Suwek—sebuah ritual doa dan selamatan jelang panen yang diperingati setiap 28 Oktober bertepatan dengan Hari Jadi Desa. 

Sebagai informasi, pada tahun 2026 ini, tradisi luhur tersebut telah resmi direkomendasikan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Riau kepada Kementerian Kebudayaan RI untuk diakui secara nasional.

Melalui program rehabilitasi jaringan irigasi ini, Pemerintah Kabupaten Kampar berharap dapat terus menopang perekonomian berbasis pertanian, menyejahterakan kehidupan petani, sekaligus menjaga warisan budaya lokal agar tetap lestari dari generasi ke generasi.