KAMPAR – Wakil Bupati Kampar, Misharti, mengajak seluruh insan pers di Kabupaten Kampar untuk senantiasa menjaga marwah jurnalistik, menjunjung tinggi etika profesi, serta berperan aktif dalam memperkuat persatuan dan mencerdaskan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Misharti saat menghadiri Konferensi VIII Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kampar Tahun 2026 yang digelar di Stanum Resort, Bangkinang, Kamis (15/10/2026).
Dalam sambutannya, Misharti menegaskan bahwa pers memiliki peran strategis dalam kehidupan bermasyarakat, tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai salah satu pilar penting dalam membangun kesadaran publik, menjaga kondusivitas daerah, dan mendukung keberhasilan pembangunan.
Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, wartawan dituntut untuk semakin profesional, cermat, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas jurnalistik. Setiap informasi yang disampaikan kepada publik harus melalui proses verifikasi yang baik, mengedepankan fakta, serta berpedoman pada kode etik jurnalistik.
Ia juga mengingatkan bahwa pemberitaan memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini dan persepsi masyarakat. Oleh karena itu, insan pers diharapkan mampu menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan mendidik, serta menghindari pemberitaan yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman maupun perpecahan di tengah masyarakat.
“Pers memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga persatuan. Saya mengajak seluruh insan pers untuk terus menghadirkan pemberitaan yang beretika, jujur, dan bertanggung jawab. Mari kita bersama-sama menjaga agar masyarakat tidak terpecah, tetapi semakin cerdas, bersatu, dan mampu mendukung pembangunan daerah,” ujar Misharti.
Lebih lanjut, Misharti menyampaikan bahwa kebebasan pers harus berjalan seiring dengan tanggung jawab profesional. Dengan menjunjung tinggi integritas dan independensi, pers diharapkan mampu menjadi mitra strategis dalam menyampaikan aspirasi masyarakat, mengawal kebijakan publik, serta memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Kabupaten Kampar.
Ia menilai Konferensi VIII PWI Kabupaten Kampar merupakan momentum penting bagi organisasi untuk melakukan evaluasi, memperkuat konsolidasi, sekaligus menentukan arah kepemimpinan dan program kerja ke depan.
Konferensi tersebut turut dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Ketua Bawaslu, Ketua KPU, pengurus PWI Provinsi Riau, perwakilan kepolisian, serta tamu undangan lainnya.
Dua kandidat Ketua PWI Kabupaten Kampar periode 2026–2029, Syawal dan Nety, juga mengikuti proses konferensi sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan organisasi wartawan di Kabupaten Kampar.
Misharti berharap proses konferensi dapat berlangsung dengan mengedepankan semangat demokrasi, kebersamaan, dan persaudaraan. Ia menegaskan bahwa perbedaan pilihan dalam organisasi hendaknya menjadi bagian dari dinamika yang memperkuat, bukan melemahkan, solidaritas sesama insan pers.
“Siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah sebagai Ketua PWI Kabupaten Kampar, saya berharap dapat menjalankan tanggung jawab dengan baik, merangkul seluruh anggota, serta membawa organisasi semakin solid, profesional, dan bermartabat,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Misharti mengajak seluruh insan pers untuk terus menjaga sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat, tanpa mengesampingkan independensi serta fungsi kontrol pers.
Ia berharap PWI Kabupaten Kampar semakin maju dan mampu melahirkan wartawan yang kompeten, berintegritas, serta konsisten menyajikan informasi yang berkualitas demi kepentingan masyarakat.
“Pers yang kuat adalah pers yang profesional, independen, dan bertanggung jawab. Mari kita jaga marwah profesi ini, perkuat persatuan, dan bersama-sama berkontribusi bagi terwujudnya Kabupaten Kampar yang lebih maju dan sejahterah,” pungkas Misharti.




