TERKINI
Rayakan Usia ke-56 dengan Karya, Wabup Kampar, Misharti Luncurkan Buku Berjudul Tenun AkarPenandatanganan Kerja Sama Pemkab dan Kejari, Perkuat Kepastian Hukum dan Tata Kelola PemerintahanWakili Wabup Kampar, Plt Kadisdikpora Letakkan Batu Pertama Pembangunan Asrama Ponpes Ibnu JarirWabup Kampar Bahas Rencana Jaringan Listrik Pasir Sialang, Pemerataan Penerangan Jadi PrioritasWakil Bupati Misharti Bidik Pasar Nasional, Olahan Ikan Patin dan Batik Kampar Didorong Naik KelasOperasi Patuh Lancang Kuning 2026, Satlantas Polres Kampar dan Samsat Bangkinang Gelar Ramp CheckDisdikpora Kampar Respons Kondisi Sekolah di Koto Kampar Hulu, Renovasi Dianggarkan 2027DPRD dan Pemkab Kampar Setujui 6 Ranperda, Ahmad Yuzar Tekankan Manfaat Nyata bagi MasyarakatDelapan Fraksi DPRD Kampar Sampaikan Pandangan, RAPBD 2027 Fokus Kebutuhan MasyarakatBupati Kampar Didampinggi Plt Disdikpora Temui Plt Gubernur Riau, Usulkan Pembangunan Lokal SD 017Perkuat Layanan Darurat, Bupati Kampar Serahkan Mobil Rescue untuk DamkarSekitar 38 Pegawai Tak Diperpanjang, BPKAD Kampar Tuntaskan Verifikasi Gaji PPPK Paruh Waktu Senin

Kasmarni : Kedisiplinan Masyarakat Kunci Memutuskan Penyebaran Covid-19

Kasmarni : Kedisiplinan Masyarakat Kunci Memutuskan Penyebaran Covid-19

Kunci memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 terletak pada kedisiplinan kita dalam mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

"Jika hanya mengandalkan pihak pemerintah dan swasta saja, tapi masyarakatnya tidak mematuhinya, sama saja, wabah ini tidak akan berakhir. Untuk itu masyarakat juga harus turut andil dan proaktif dalam mematuhi himbauan pemerintah dalam mencegah Covid-19 ini".

Hal tersebut ditegaskan oleh Staf Ahli Bupati Bidang SDM dan Kemasyarakatan mewakili Plh. Bupati Bengkalis pada acara gotong royong pencegahan dan penanggulangan Covid-19, di Kelurahan Duri Timur, Minggu (26/07/2020).

Dilanjutkan Kasmarni, Pemerintah Kabupaten Bengkalis hingga saat ini telah melakukan berbagai upaya dan langkah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 serta mengatasi dampak yang ditimbulkannya.

"Mulai dari pembentukan tim gugus, penyiapan rumah sakit rujukan, penyediaan sarana prasarana pencegahan, penyiapan tenaga medis, penetapan pembatasan sosial berskala besar hingga pergeseran anggaran APBD dalam upaya memutuskan mata rantai Covid-19 di Bengkalis juga telah kita lakukan," ungkapnya.

 

 

Saat ini secara bertahap, dan berkesinambungan di tempat keramaian sambung Staf Ahli Bupati itu, semua aktifitas masyarakat mulai diberikan kesempatan, akan tetapi tetap harus mematuhi protokol kesehatan dan himbauan pemerintah.

"Tatanan kehidupan baru ini disebut New Normal, dimana semua masyarakat wajib menerapkan pola hidup bersih dan sehat, penerapan sosial distancing/physical distancing, cuci tangan pakai sabun pada air mengalir dan selalu menggunakan masker saat diluar rumah," ungkapnya.

Selain itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Bengkalis itu juga mengajak masyarakat untuk bergotong royong, saling bahu-membahu, bergerak bersama untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.

 

Sikap gotong royong sangat dibutuhkan dalam kondisi seperti ini, kita bisa melaksanakan aksi solidaritas dalam rangka menolong sesama, tidak hanya peduli dengan cara mengatasi Covid-19, namun juga kepedulian agar roda ekonomi berputar serta berbagi melalui uluran tangan berupa bantuan sosial," harapnya.