Indragiri Hulu — Tim Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Riau (Unri) melaksanakan kegiatan pemberdayaan ekonomi perempuan di Desa Bukit Indah, Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri Hulu berkolaborasi dengan Asosiasi Petani Sawit Swadaya Indragiri (APSSI) yg dihadiri langsung oleh ketuanya bapak Yazid Fauzi, M.Si dan Widya Erti Indonesia (WEI) yang diwakili oleh Sukirman selaku Project Officer, (06/09/2006).
Kegiatan ini difokuskan pada penguatan ekonomi perempuan melalui pendampingan dan pelatihan pengolahan produk pangan berupa nugget ayam dan abon ayam sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di desa.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut dipimpin oleh Dr. Mayzi Heriyanto, S.Sos., M.Si., dengan anggota Dr. Mimin Sundari Nasution, S.Sos., M.Si. Kegiatan turut didampingi oleh Dr. Mayarni, S.Sos., M.Si. dan Masrul Ikhsan, S.Sos., M.Si.
Pemberdayaan masyarakat ini menghadirkan Erpiani Siregar, S.Pi., M.Si. sebagai pemateri yang memberikan materi sekaligus pendampingan praktik pengolahan ayam menjadi produk pangan bernilai tambah.
Kegiatan diikuti secara langsung oleh Dwi Ispuji, selaku Ketua Kelompok Perempuan Guyup Rukun, bersama 15 anggota kelompok. Kehadiran para peserta menjadi bagian penting dalam mendorong keterlibatan perempuan desa dalam pengembangan usaha produktif berbasis potensi lokal.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Dr. Mayarni, S.Sos., M.Si. Dalam kesempatan tersebut, tim pengabdian Universitas Riau juga menyerahkan sejumlah peralatan pendukung kegiatan kepada Ketua Kelompok Perempuan Guyup Rukun. Bantuan peralatan tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan kegiatan pengolahan pangan sekaligus meningkatkan kapasitas kelompok dalam mengembangkan produk secara mandiri.
Setelah penyerahan peralatan, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan dan pendampingan pembuatan nugget ayam dan abon ayam. Para peserta tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai proses pengolahan, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pembuatan produk. Pendekatan praktik dan pendampingan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterampilan anggota kelompok sehingga mampu menghasilkan produk pangan yang memiliki nilai ekonomi dan berpotensi dikembangkan menjadi usaha kelompok.
Program pemberdayaan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa. Pengolahan bahan pangan menjadi produk siap konsumsi seperti nugget dan abon ayam dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai produk usaha yang dapat meningkatkan nilai tambah hasil pangan sekaligus membuka peluang pendapatan bagi perempuan.
Selain aspek ekonomi, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat desa. Dengan meningkatnya keterampilan dalam mengolah dan mengawetkan bahan pangan, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan potensi sumber daya yang tersedia secara lebih optimal.
Tim PBM LPPM Universitas Riau berharap kegiatan pendampingan tersebut tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat berlanjut pada pengembangan usaha Kelompok Perempuan Guyup Rukun. Ke depan, produk nugget ayam dan abon ayam diharapkan dapat dikembangkan secara lebih profesional, mulai dari peningkatan kualitas produk, pengemasan, pemasaran, hingga pengelolaan usaha kelompok.
Melalui kegiatan ini, Universitas Riau terus mendorong penguatan kapasitas masyarakat melalui penerapan pengetahuan dan keterampilan yang dapat memberikan manfaat nyata. Pemberdayaan perempuan melalui pengembangan produk pangan lokal diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun kemandirian ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan di Desa Bukit Indah.




