TERKINI
Konferensi VIII PWI Kampar, Wabup Misharti Ajak Wartawan Jaga Marwah Pers dan Perkuat PersatuanAde Syaputra Ajak Warga Kampar Manfaatkan Pemutihan Pajak, Samsat Bangkinang Bagikan MaskerGerak Cepat, Wabup Kampar, Misharti Tinjau Turap Longsor di Penyesawan, Penanganan Segera DikajiKualitas Udara Masih Tidak Sehat, Pemko Pekanbaru Berlakukan PJJ 14-15 Oktober 2026Samsat Bangkinang Imbau Warga Kampar Manfaatkan Insentif Pajak, Tunggakan Dihapus hingga 40 PersenWabup Kampar, Misharti Tegaskan Kesiapan Lahan Program Sekolah Rakyat, Administrasi Pemkab RampungWabup Kampar, Misharti Perkuat Sinergi BGN dan Satgas MBG, 13 Dapur SPPG di Kampar Siap BeroperasiSosialisasi Pemda dan BGN Kawal MBG, Mitra Yayasan Indra Noval Sampaikan Apresiasi Pada Wabup KamparKetua Satgas MBG Dijabat Wabup Kampar, Misharti Pimpin Sosialisasi MBG, Imbau Patuhi SOP dan AturanSinergi Pemerintah dan Adat, Bupati Kampar Minta LAK Optimalkan Pembinaan Anak KemenakanWakil Bupati Kampar, Misharti Lantik Pengurus SOIna dan Lepas Kontingen Atlet Menuju PeSONas II 2026Bupati Kampar Ahmad Yuzar Resmi Membuka MTQ ke-55 di Gunung Sahilan, Diikuti 642 Peserta

Rawan bencana Banjir, Bupati Rohul Sukiman Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Alam

Rawan bencana Banjir, Bupati Rohul Sukiman Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Alam
Bupati Rohul Sukiman Saat Melakukan Penanaman Pohon

ROHUL – Terjadinya musibah Banjir Bandang di Kecamatan Lobu Sutam, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara (Sumut) pada Jum’at (31/12/2021) lalu, diharapkan sebagai renungan bersama akan pentingnya menjaga kelestarian alam dan lingkungan.

Pasalnya, meluapnya air di Hulu Sungai Batang Lubuh di Padang Lawas terdampak langsung bagi Kabupaten Rohul. Selain banjir bandang merendam ribuan rumah warga di Rohul, hanyutnya material kayu di Hulu Sungai Batang Lubuh tersebut diduga kuat akibat penebangan hutan secara liar.

“Musibah Banjir bandang di Padang Lawas ini sebagai warning bagi kita. Mari kita ambil hikmahnya, perlunya kesadaran kita bersama untuk mencegah penebangan liar, mari kita jaga kelestarian alam dan lingkungan,” kata Bupati H. Sukiman didampingi Kadis Kominfo Drs Yusmar M.Si, usai mengikuti Seminar Nasional Prediksi dan Pencegahan Karhutla, Kamis (6/1/2022).

Diakui Bupati Sukiman, dampak penebangan hutan secara liar turunnya sumber daya air menjadi bagian dari dampak penebangan hutan secara liar dikarenakan pohon sangat berkontribusi dalam menjaga siklus air melalui akar pohon.

“Jika kita menjaga alam, alam juga akan menjaga kita. Jangan lakukan penebangan liar secara besar-besaran yang dapat mengakibatkan banjir dan longsor, dikarenakan hutan berfungsi sebagai penyerap air dan menyimpan air dalam jumlah yang banyak dikala hujan lebat terjadi,” ujarnya

Orang nomor satu di Rohul ini mengaku Alam dan hutan di Kabupaten Rokan Hulu masih tetap terjaga. Karena seluruh pihak mulai dari Kepolisian TNI dan masyarakat sepakat menjaga alam Rohul dari penebangan hutan dan pembalakan liar.

“Kita Rohul Insyallah tidak ada penebangan hutan dan pembalakan liar. Aparat Kepolisian TNI dan masyarakat bersama sepakat menjaga kelestarian alam di Rohul. Yang perlu dipahami juga, banjir Bandang yang terjadi seminggu lalu itu Bukan di Rohul, tapi di Padang Lawas,” tegas Sukiman

Tambah Bupati Sukiman, akibat penebangan hutan secara liar tak hanya merusak alam, tetapi juga membahayakan kehidupan manusia dimasa depan. Untuk mencegah hal tersebut agar tidak terjadi di Rohul

Bupati Sukiman mengatakan Pemkab Rohul terus berupaya dalam menjaga alam agar tetap lestari dengan penghijauan dan Penanaman Pohon di daerah aliran sungai, kawasan hutan lindung, Hutan Kota dan di tengah masyarakat.

“Dengan langkah-langkah penanaman pohon yang telah dilakukan, kita berharap upaya penghijauan ini bisa dijadikan sebagai budaya baik yang harus dilanjutkan demi menjaga alam dan keberlangsungan kehidupan manusia di masa depan,” harapnya.

(MCDiskominforohul/MV)