TERKINI
JMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih BerkelanjutanProgres Fisik RLH 79 Unit Dinas Perkim Kampar Melampaui Target, Pencapaian Naik Signifikan 69 PersenHarga BBM Eceran Tembus Rp15 Ribu, GMNI Bengkalis Soroti Lemahnya Pengawasan Disperindag BengkalisKejar Target 100 Persen di Akhir Tahun, Dinas PUPR Kampar Fokus Percepatan dan Penyesuaian AnggaranDirektur Jenderal Pemasyarakatan RI Berikan Arahan, Jadi Penguat Kinerja Kanwil Ditjendpas RiauTim PBM LPPM Universitas Riau Akselerasi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Kelompok Tani Guyup RukunDinilai Gagal, GMNI Bengkalis Minta Bupati Evaluasi TAPD dan Ketua TAPD MundurNetty Mindrayani Siap Jalankan Amanah sebagai Plt. Ketua JMSI KamparPerkuat Sinergi, Kalapas Kelas IIA Pekanbaru Jalin Koordinasi dengan BNN dan Pengadilan Negeri

Merah Putih Berkibar di Senja Hari, Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Rokan Hulu Berjalan Sukses

Merah Putih Berkibar di Senja Hari, Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Rokan Hulu Berjalan Sukses

ROHUL – Suasana khidmat sekaligus semarak mewarnai Upacara Penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Rokan Hulu, Senin sore (17/08/2026), yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Rokan Hulu.

Menjelang dimulainya upacara, masyarakat yang memadati lokasi terlebih dahulu disuguhkan sejumlah pertunjukan yang menjadi rangkaian pembuka. Penampilan paralayang di langit Rokan Hulu menjadi salah satu atraksi yang mencuri perhatian, disusul atraksi pencak silat yang memperlihatkan ketangkasan dan semangat generasi muda.

Kemeriahan semakin terasa dengan penampilan Marching Band Gita Karya Praja Satpol PP Rokan Hulu yang membawakan atraksi musik dan barisan dengan penuh semangat. Penampilan Polisi Cilik (Pocil) turut mengundang antusiasme masyarakat dan menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian dalam rangkaian kegiatan.

Memasuki sore hari, langit Rokan Hulu yang perlahan berubah dari terang menuju suasana gelap khas senja menjadi latar alami pelaksanaan upacara. 

Nuansa tersebut justru menambah kekhidmatan ketika seluruh peserta dan masyarakat bersiap menyaksikan detik-detik penurunan Sang Saka Merah Putih.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Bupati Rokan Hulu Anton, S.T., M.M. Upacara dipimpin oleh Perwira Upacara AKP Refelita Ginting, S.H., sementara Komandan Upacara AKP Lupino, S.H. bertugas memimpin jalannya pasukan.

Prosesi penurunan bendera dilaksanakan oleh putra-putri terbaik Rokan Hulu, Arfina Ramadhani bertugas sebagai pembawa baki penurunan bendera. Sementara itu, tiga anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), yakni T. Muhammad Deano Adiwinata, Rayhan Aguera Irawan, dan Fahri Razaq Alvandri, menjalankan tugas pengibaran dan penurunan Sang Merah Putih dengan penuh disiplin dan tanggung jawab.

Dalam formasi tersebut, Bripda Abdul Aziz bertugas sebagai pengapit kanan dan Briptu Ramadh Agung Sinaga, S.H. sebagai pengapit kiri.

Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Rokan Hulu H. Syafaruddin Poti, S.H., M.M., Ketua TP PKK Rokan Hulu dr. Yeni Dwi Putri Anton, Ketua GOW Hj. Masni Taher, jajaran Forkopimda, staf ahli bupati, para asisten, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, serta masyarakat.

Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar menunjukkan bahwa peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak hanya menjadi agenda seremonial pemerintahan, tetapi juga menjadi momentum bersama untuk memperkuat rasa nasionalisme dan kebersamaan.

Bagi Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, peringatan kemerdekaan menjadi momentum untuk kembali mengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini lahir dari perjuangan panjang, pengorbanan dan persatuan para pendahulu bangsa.

Penurunan bendera pada sore hari itu pun menjadi penutup rangkaian upacara dengan pesan yang kuat: semangat kemerdekaan tidak berhenti ketika Sang Merah Putih diturunkan, tetapi harus terus hidup dalam pengabdian, pelayanan kepada masyarakat, persatuan, serta pembangunan daerah (FR/MCDiskominfo).