TERKINI
Penandatanganan Kerja Sama Pemkab dan Kejari, Perkuat Kepastian Hukum dan Tata Kelola PemerintahanWakili Wabup Kampar, Plt Kadisdikpora Letakkan Batu Pertama Pembangunan Asrama Ponpes Ibnu JarirWabup Kampar Bahas Rencana Jaringan Listrik Pasir Sialang, Pemerataan Penerangan Jadi PrioritasWakil Bupati Misharti Bidik Pasar Nasional, Olahan Ikan Patin dan Batik Kampar Didorong Naik KelasOperasi Patuh Lancang Kuning 2026, Satlantas Polres Kampar dan Samsat Bangkinang Gelar Ramp CheckDisdikpora Kampar Respons Kondisi Sekolah di Koto Kampar Hulu, Renovasi Dianggarkan 2027DPRD dan Pemkab Kampar Setujui 6 Ranperda, Ahmad Yuzar Tekankan Manfaat Nyata bagi MasyarakatDelapan Fraksi DPRD Kampar Sampaikan Pandangan, RAPBD 2027 Fokus Kebutuhan MasyarakatBupati Kampar Didampinggi Plt Disdikpora Temui Plt Gubernur Riau, Usulkan Pembangunan Lokal SD 017Perkuat Layanan Darurat, Bupati Kampar Serahkan Mobil Rescue untuk DamkarSekitar 38 Pegawai Tak Diperpanjang, BPKAD Kampar Tuntaskan Verifikasi Gaji PPPK Paruh Waktu SeninDukung Pengembangan Wisata Buluh Cina, Edi Basri Tekankan Pelestarian Budaya dan Mitigasi Banjir

Sebagian Besar Objek Wisata di Kampar Berada Dalam Kawasan, Ini Kata Kadis Pariwisata

Sebagian Besar Objek Wisata di Kampar Berada Dalam Kawasan, Ini Kata Kadis Pariwisata

BANGKINANG - Adanya  beberapa objek wisata du Kabupaten Kampar Riau yang termasuk dalam kawasan tanah ulayat dan kesmen area PLTA, membuat pihak investor kurang tertarik untuk berinvestasi dalam pengembangan pariwisata di daerah ini.

Hal ini dikatakan Zulia Dharma Kadis Pariwisata Kampar kepada lentaranews Selasa (28/12/2021) terkait peran Dinas yang dipimpinnya dalam peningkatan investasi di bumi Serambi Mekkah nya Riau ini.

Melihat kondisi ini sebut Zulia objek Pariwisata di Kabupaten Kampar rata -rata dikelola Fokdarwis (Kelompok Sadar Wusata) yang lebih beririentasi ke peningkatan perekonomian masyarakat.

"Pengelolaan pariwisata kita lebih ke peningkatan perekonomian masyarakat yang dikelola Fokdarwus," sebut Zulia Selasa 28 Desember 2021.

Lebih lanjut Zulia menjelaskan bahwa Dinas Pariwisata hanya mengeluarkan rekomendasi dalam bentuk kontek kepariwisataannya kepada pengelola objek wisata.

"Kita dari Dinas Pariwisata hanya mengeluarkan rekomendasi dalam kontek kepariwisataannya  layak untuk dikembangkan, menyangkut masalah lahan kembali kepada Dinas terkait dan kita tidak mencampuri itu," katanya lagi.

Zulia menyebutkan objek wisata yang bisa diambil kontribusinya adalah objek wisata daerah yang dikelola oleh daerah seperti, Candi Muara Takus, untuk ditahun 2021 ini kita hanya mencapai 70 persen dari target awal karena kondisi Pandemi.

"Untuk Candi Muara Takus tahun ini kuta hanya mampu 70 persen dari target, hal ini di karenakan kondisi Pandemi," ungkapnya.

Kedepannya Agar setiap objek wisata di Kampar bisa memberikan kontribusi ke daerah Zulia mengatakan di tahun 2022 nanti akan diysuljan untuk pembuatan Perdanya.

Untuk di Kabupaten Kampar objek wisata nya sebaguan besar berada dalam hutan lindung, Kesmen area PLTA dan tanah Ulayat.

(Dir)