TERKINI
Kadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka BupatiJMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih BerkelanjutanProgres Fisik RLH 79 Unit Dinas Perkim Kampar Melampaui Target, Pencapaian Naik Signifikan 69 PersenHarga BBM Eceran Tembus Rp15 Ribu, GMNI Bengkalis Soroti Lemahnya Pengawasan Disperindag BengkalisKejar Target 100 Persen di Akhir Tahun, Dinas PUPR Kampar Fokus Percepatan dan Penyesuaian AnggaranDirektur Jenderal Pemasyarakatan RI Berikan Arahan, Jadi Penguat Kinerja Kanwil Ditjendpas RiauTim PBM LPPM Universitas Riau Akselerasi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Kelompok Tani Guyup RukunDinilai Gagal, GMNI Bengkalis Minta Bupati Evaluasi TAPD dan Ketua TAPD MundurDisbunnak Keswan Kampar Update Harga TBS Periode 2-8 September 2026

Warga Sekitar Tolak Keberadaan Pasien Covid-19 Di Rusunawa Rejosari, Ini Alasannya!

Warga Sekitar Tolak Keberadaan Pasien Covid-19 Di Rusunawa Rejosari, Ini Alasannya!

 Dijadikannya Rusunawa Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, sebagai tempat isolasi mandiri pasien positif Covid-19 mendapat penolakan dari warga sekitar, Selasa, 8 September 2020.

Rumah sehat Covid-19 di Rusunawa Rejosari mendapat penolakan dari warga yang berdomisili di sekitar rusunawa.

Warga beranggapan akan mudah tertular Covid-19 karena kerap beraktifitas di sekitar kawasan rusunawa.

Seorang warga di sekitar kawasan rusunawa, Uniati, mengatakan dirinya resah rusunawa rejosari dijadikan tempat isolasi pasien corona,karena banyak anak-anak di tempat tinggalnya kerap bermain di kawasan Rusunawa Rejosari.

"Sangat meresahkan, tidak aman bagi kami, apalagi anak-anak bermain di rusunawa," ucap Uniati.

Tidak jauh dari lokasi isolasi mandiri, Maryasih, menjelaskan, dirinya tidak setuju ada tempat isolasi pasien positif Covid-19 di tempat tinggalnya.

"Saya sudah usia lanjut, ada penyakit bawaan, jadinya saya takut tertular, apalagi setiap hari kita selalu lewat rusunawa," Ungkap Maryasih.

Selanjutnya, masyarakat di sekitar Rusunawa Rejosari berharap agar pemerintah memindahkan lokasi isolasi jauh dari pemukiman penduduk.

Saat ini, demi mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 di kawasan sekitar rusunawa, Pemerintah Provinsi Riau menjaga rusunawa dengan melibatkan TNI, Polri, dan Satpol PP agar pasien tidak berkeliaran keluar rusunawa.

Sumber: riauonline