TERKINI
Rayakan Usia ke-56 dengan Karya, Wabup Kampar, Misharti Luncurkan Buku Berjudul Tenun AkarPenandatanganan Kerja Sama Pemkab dan Kejari, Perkuat Kepastian Hukum dan Tata Kelola PemerintahanWakili Wabup Kampar, Plt Kadisdikpora Letakkan Batu Pertama Pembangunan Asrama Ponpes Ibnu JarirWabup Kampar Bahas Rencana Jaringan Listrik Pasir Sialang, Pemerataan Penerangan Jadi PrioritasWakil Bupati Misharti Bidik Pasar Nasional, Olahan Ikan Patin dan Batik Kampar Didorong Naik KelasOperasi Patuh Lancang Kuning 2026, Satlantas Polres Kampar dan Samsat Bangkinang Gelar Ramp CheckDisdikpora Kampar Respons Kondisi Sekolah di Koto Kampar Hulu, Renovasi Dianggarkan 2027DPRD dan Pemkab Kampar Setujui 6 Ranperda, Ahmad Yuzar Tekankan Manfaat Nyata bagi MasyarakatDelapan Fraksi DPRD Kampar Sampaikan Pandangan, RAPBD 2027 Fokus Kebutuhan MasyarakatBupati Kampar Didampinggi Plt Disdikpora Temui Plt Gubernur Riau, Usulkan Pembangunan Lokal SD 017Perkuat Layanan Darurat, Bupati Kampar Serahkan Mobil Rescue untuk DamkarSekitar 38 Pegawai Tak Diperpanjang, BPKAD Kampar Tuntaskan Verifikasi Gaji PPPK Paruh Waktu Senin

Warga Sekitar Tolak Keberadaan Pasien Covid-19 Di Rusunawa Rejosari, Ini Alasannya!

Warga Sekitar Tolak Keberadaan Pasien Covid-19 Di Rusunawa Rejosari, Ini Alasannya!

 Dijadikannya Rusunawa Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, sebagai tempat isolasi mandiri pasien positif Covid-19 mendapat penolakan dari warga sekitar, Selasa, 8 September 2020.

Rumah sehat Covid-19 di Rusunawa Rejosari mendapat penolakan dari warga yang berdomisili di sekitar rusunawa.

Warga beranggapan akan mudah tertular Covid-19 karena kerap beraktifitas di sekitar kawasan rusunawa.

Seorang warga di sekitar kawasan rusunawa, Uniati, mengatakan dirinya resah rusunawa rejosari dijadikan tempat isolasi pasien corona,karena banyak anak-anak di tempat tinggalnya kerap bermain di kawasan Rusunawa Rejosari.

"Sangat meresahkan, tidak aman bagi kami, apalagi anak-anak bermain di rusunawa," ucap Uniati.

Tidak jauh dari lokasi isolasi mandiri, Maryasih, menjelaskan, dirinya tidak setuju ada tempat isolasi pasien positif Covid-19 di tempat tinggalnya.

"Saya sudah usia lanjut, ada penyakit bawaan, jadinya saya takut tertular, apalagi setiap hari kita selalu lewat rusunawa," Ungkap Maryasih.

Selanjutnya, masyarakat di sekitar Rusunawa Rejosari berharap agar pemerintah memindahkan lokasi isolasi jauh dari pemukiman penduduk.

Saat ini, demi mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 di kawasan sekitar rusunawa, Pemerintah Provinsi Riau menjaga rusunawa dengan melibatkan TNI, Polri, dan Satpol PP agar pasien tidak berkeliaran keluar rusunawa.

Sumber: riauonline