TERKINI
Jelang Hari Keselamatan Berlalu Lintas 2026, Polantas Karib Rangkul Ojol: Edukasi KeselamatanTHM Menjamur, LSM Bara Api Desak Gubri dan Pemko Bongkar Izin Hollywood - DragonPenanganan Karhutla di Kampar Dilaporkan Kondisi Nol Hotspot Titik Panas Berkat KerjasamaDPC GMNI Bongkar Penyebab Tunda Bayar Bengkalis: Utang Rp923,9 Miliar Bebani APBD 2024-2026Pemadaman Titik Api di Lahan Desa Rimbo Panjang, Bupati Didampingi Wabup Turun LangsungPekan Ceria Didikan Subuh, Tingkatkan Semangat dan Kreativitas Anak di Desa Renak DungunPuncak HUT RI ke-81 di RW 03 Keramat Sakti Berlangsung Meriah, Dihadiri Anggota DPR RI, Syahrul AidiMerah Putih Berkibar di Senja Hari, Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Rokan Hulu Berjalan SuksesKhidmat dan Megah, Pemkab Rokan Hulu Gelar Upacara Puncak Peringatan HUT RI ke-81Upacara Bendera Peringatan HUT RI Ke-81 Tahun 2026 Dipimpin Bupati Kampar, YuzarDesa Pulau Sarak Meriahkan Hari Kemerdekaan Dengan Pawai dan Santunan Anak Yatim Serta Makan BersamaFestival Anak Sholeh Digelar Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dorong Generasi Islami

Ahmad Bin Majid Jadi Bathin Panaso Sakai, Ini Disampaikan Bupati Bengkalis

Ahmad Bin Majid Jadi Bathin Panaso Sakai, Ini Disampaikan Bupati Bengkalis

PINGGIR — Pemerintah Kabupaten Bengkalis menunjukkan komitmennya dalam menjaga eksistensi budaya masyarakat adat. Hal ini tercermin dalam kehadiran Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Bengkalis, H. Toharuddin, mewakili Bupati Bengkalis dalam acara pengukuhan Bathin Panaso Sakai, Kamis, 17 Juli 2025, di Gedung Serbaguna Hj. Nuryah Binti Sontel, Kecamatan Pinggir.

Dalam prosesi yang berlangsung khidmat dan sakral, Ahmad Bin Majid resmi dikukuhkan sebagai Bathin Panaso Sakai. Pengukuhan ini merupakan bagian dari pelestarian adat istiadat suku Sakai yang telah mengakar kuat dalam sejarah dan identitas masyarakat lokal.

Mewakili Bupati, H. Toharuddin menegaskan bahwa pengukuhan Bathin bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk pengakuan terhadap martabat budaya masyarakat Sakai.

“Peran Bathin sangatlah strategis, terutama dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai adat. Kami berharap Bathin mampu menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan, menjaga warisan budaya sambil membuka diri terhadap perubahan,” tutur Toharuddin.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bengkalis berkomitmen untuk tidak membiarkan satu pun anak negeri tertinggal, termasuk masyarakat adat seperti Sakai. Sosok Bathin, kata dia, harus menjadi pemimpin adat yang bijaksana dan mampu menjadi tempat bertanya serta menenangkan persoalan masyarakat.

“Kami terus berupaya memperhatikan hak-hak masyarakat adat, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, maupun pemberdayaan ekonomi. Kehadiran Bathin sangat kami harapkan untuk bersinergi bersama pemerintah dalam membangun daerah ini agar lebih bermarwah, maju, dan sejahtera,” ujarnya.

Dalam sambutan tertulis Bupati Bengkalis yang dibacakan Toharuddin, ditegaskan pula pentingnya pelestarian adat resam dan tradisi Sakai sebagai warisan luhur yang menjadi landasan spiritual dan sosial masyarakat.

“Adat bukanlah beban masa lalu, melainkan warisan kearifan yang mampu menjadi penuntun langkah kita ke masa depan. Jika nilai-nilai dan tunjuk ajar adat Sakai dapat dijalankan dengan baik, maka akan tumbuh masyarakat yang berakhlak mulia, saling menghormati, dan hidup dalam harmoni,” pungkasnya. (Inf/Rhmt)