TERKINI
Konferensi VIII PWI Kampar, Wabup Misharti Ajak Wartawan Jaga Marwah Pers dan Perkuat PersatuanAde Syaputra Ajak Warga Kampar Manfaatkan Pemutihan Pajak, Samsat Bangkinang Bagikan MaskerGerak Cepat, Wabup Kampar, Misharti Tinjau Turap Longsor di Penyesawan, Penanganan Segera DikajiKualitas Udara Masih Tidak Sehat, Pemko Pekanbaru Berlakukan PJJ 14-15 Oktober 2026Samsat Bangkinang Imbau Warga Kampar Manfaatkan Insentif Pajak, Tunggakan Dihapus hingga 40 PersenWabup Kampar, Misharti Tegaskan Kesiapan Lahan Program Sekolah Rakyat, Administrasi Pemkab RampungWabup Kampar, Misharti Perkuat Sinergi BGN dan Satgas MBG, 13 Dapur SPPG di Kampar Siap BeroperasiSosialisasi Pemda dan BGN Kawal MBG, Mitra Yayasan Indra Noval Sampaikan Apresiasi Pada Wabup KamparKetua Satgas MBG Dijabat Wabup Kampar, Misharti Pimpin Sosialisasi MBG, Imbau Patuhi SOP dan AturanSinergi Pemerintah dan Adat, Bupati Kampar Minta LAK Optimalkan Pembinaan Anak KemenakanWakil Bupati Kampar, Misharti Lantik Pengurus SOIna dan Lepas Kontingen Atlet Menuju PeSONas II 2026Bupati Kampar Ahmad Yuzar Resmi Membuka MTQ ke-55 di Gunung Sahilan, Diikuti 642 Peserta

Ahmad Bin Majid Jadi Bathin Panaso Sakai, Ini Disampaikan Bupati Bengkalis

Ahmad Bin Majid Jadi Bathin Panaso Sakai, Ini Disampaikan Bupati Bengkalis

PINGGIR — Pemerintah Kabupaten Bengkalis menunjukkan komitmennya dalam menjaga eksistensi budaya masyarakat adat. Hal ini tercermin dalam kehadiran Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Bengkalis, H. Toharuddin, mewakili Bupati Bengkalis dalam acara pengukuhan Bathin Panaso Sakai, Kamis, 17 Juli 2025, di Gedung Serbaguna Hj. Nuryah Binti Sontel, Kecamatan Pinggir.

Dalam prosesi yang berlangsung khidmat dan sakral, Ahmad Bin Majid resmi dikukuhkan sebagai Bathin Panaso Sakai. Pengukuhan ini merupakan bagian dari pelestarian adat istiadat suku Sakai yang telah mengakar kuat dalam sejarah dan identitas masyarakat lokal.

Mewakili Bupati, H. Toharuddin menegaskan bahwa pengukuhan Bathin bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk pengakuan terhadap martabat budaya masyarakat Sakai.

“Peran Bathin sangatlah strategis, terutama dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai adat. Kami berharap Bathin mampu menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan, menjaga warisan budaya sambil membuka diri terhadap perubahan,” tutur Toharuddin.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bengkalis berkomitmen untuk tidak membiarkan satu pun anak negeri tertinggal, termasuk masyarakat adat seperti Sakai. Sosok Bathin, kata dia, harus menjadi pemimpin adat yang bijaksana dan mampu menjadi tempat bertanya serta menenangkan persoalan masyarakat.

“Kami terus berupaya memperhatikan hak-hak masyarakat adat, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, maupun pemberdayaan ekonomi. Kehadiran Bathin sangat kami harapkan untuk bersinergi bersama pemerintah dalam membangun daerah ini agar lebih bermarwah, maju, dan sejahtera,” ujarnya.

Dalam sambutan tertulis Bupati Bengkalis yang dibacakan Toharuddin, ditegaskan pula pentingnya pelestarian adat resam dan tradisi Sakai sebagai warisan luhur yang menjadi landasan spiritual dan sosial masyarakat.

“Adat bukanlah beban masa lalu, melainkan warisan kearifan yang mampu menjadi penuntun langkah kita ke masa depan. Jika nilai-nilai dan tunjuk ajar adat Sakai dapat dijalankan dengan baik, maka akan tumbuh masyarakat yang berakhlak mulia, saling menghormati, dan hidup dalam harmoni,” pungkasnya. (Inf/Rhmt)