TERKINI
Jelang Hari Keselamatan Berlalu Lintas 2026, Polantas Karib Rangkul Ojol: Edukasi KeselamatanTHM Menjamur, LSM Bara Api Desak Gubri dan Pemko Bongkar Izin Hollywood - DragonPenanganan Karhutla di Kampar Dilaporkan Kondisi Nol Hotspot Titik Panas Berkat KerjasamaDPC GMNI Bongkar Penyebab Tunda Bayar Bengkalis: Utang Rp923,9 Miliar Bebani APBD 2024-2026Pemadaman Titik Api di Lahan Desa Rimbo Panjang, Bupati Didampingi Wabup Turun LangsungPekan Ceria Didikan Subuh, Tingkatkan Semangat dan Kreativitas Anak di Desa Renak DungunPuncak HUT RI ke-81 di RW 03 Keramat Sakti Berlangsung Meriah, Dihadiri Anggota DPR RI, Syahrul AidiMerah Putih Berkibar di Senja Hari, Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Rokan Hulu Berjalan SuksesKhidmat dan Megah, Pemkab Rokan Hulu Gelar Upacara Puncak Peringatan HUT RI ke-81Upacara Bendera Peringatan HUT RI Ke-81 Tahun 2026 Dipimpin Bupati Kampar, YuzarDesa Pulau Sarak Meriahkan Hari Kemerdekaan Dengan Pawai dan Santunan Anak Yatim Serta Makan BersamaFestival Anak Sholeh Digelar Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dorong Generasi Islami

Tekankan Target Zero Stunting di Kabupaten Bengkalis, Berikut Disampaikan Bupati Kasmarni

Tekankan Target Zero Stunting di Kabupaten Bengkalis, Berikut Disampaikan Bupati Kasmarni

BENGKALIS – Bupati Bengkalis, Kasmarni, menegaskan komitmennya untuk menuntaskan permasalahan stunting hingga mencapai target nol kasus di wilayahnya.

Pesan tersebut disampaikan melalui Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Johansyah Syafri, saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penurunan Stunting di Ruang Rapat Bappeda Bengkalis, Selasa, 12 Agustus 2025.

Kasmarni mengapresiasi penurunan signifikan angka stunting dari 17,9 persen pada 2023 menjadi 12,5 persen pada 2024. Namun, ia menekankan agar penurunan ini tidak membuat semua pihak berpuas diri.

“Bupati tidak ingin ada lagi lokus maupun kasus stunting baru di Kabupaten Bengkalis,” ujar Johansyah.

Untuk itu, seluruh perangkat daerah dan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) diminta memprioritaskan program intervensi yang bersifat holistik dan terintegrasi.

Kasmarni juga mengajak seluruh pemangku kepentingan di “Negeri Junjungan” menjadikan upaya pencegahan dan penurunan stunting sebagai gerakan bersama yang diwujudkan melalui aksi nyata.

Ia berharap rakor kali ini menghasilkan strategi dan evaluasi yang lebih efektif demi mempercepat capaian target zero stunting.

Acara tersebut menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan RI, Juliana, serta Direktur Poltekkes Kemenkes Riau, Ruly Hervrialni. Turut hadir Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, H. Hambali, Kepala Dinas Kesehatan, Ermanto, serta sejumlah pejabat Pemkab Bengkalis lainnya. (Inf/Rhmt)