TERKINI
Konferensi VIII PWI Kampar, Wabup Misharti Ajak Wartawan Jaga Marwah Pers dan Perkuat PersatuanAde Syaputra Ajak Warga Kampar Manfaatkan Pemutihan Pajak, Samsat Bangkinang Bagikan MaskerGerak Cepat, Wabup Kampar, Misharti Tinjau Turap Longsor di Penyesawan, Penanganan Segera DikajiKualitas Udara Masih Tidak Sehat, Pemko Pekanbaru Berlakukan PJJ 14-15 Oktober 2026Samsat Bangkinang Imbau Warga Kampar Manfaatkan Insentif Pajak, Tunggakan Dihapus hingga 40 PersenWabup Kampar, Misharti Tegaskan Kesiapan Lahan Program Sekolah Rakyat, Administrasi Pemkab RampungWabup Kampar, Misharti Perkuat Sinergi BGN dan Satgas MBG, 13 Dapur SPPG di Kampar Siap BeroperasiSosialisasi Pemda dan BGN Kawal MBG, Mitra Yayasan Indra Noval Sampaikan Apresiasi Pada Wabup KamparKetua Satgas MBG Dijabat Wabup Kampar, Misharti Pimpin Sosialisasi MBG, Imbau Patuhi SOP dan AturanSinergi Pemerintah dan Adat, Bupati Kampar Minta LAK Optimalkan Pembinaan Anak KemenakanWakil Bupati Kampar, Misharti Lantik Pengurus SOIna dan Lepas Kontingen Atlet Menuju PeSONas II 2026Bupati Kampar Ahmad Yuzar Resmi Membuka MTQ ke-55 di Gunung Sahilan, Diikuti 642 Peserta

Tekankan Target Zero Stunting di Kabupaten Bengkalis, Berikut Disampaikan Bupati Kasmarni

Tekankan Target Zero Stunting di Kabupaten Bengkalis, Berikut Disampaikan Bupati Kasmarni

BENGKALIS – Bupati Bengkalis, Kasmarni, menegaskan komitmennya untuk menuntaskan permasalahan stunting hingga mencapai target nol kasus di wilayahnya.

Pesan tersebut disampaikan melalui Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Johansyah Syafri, saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penurunan Stunting di Ruang Rapat Bappeda Bengkalis, Selasa, 12 Agustus 2025.

Kasmarni mengapresiasi penurunan signifikan angka stunting dari 17,9 persen pada 2023 menjadi 12,5 persen pada 2024. Namun, ia menekankan agar penurunan ini tidak membuat semua pihak berpuas diri.

“Bupati tidak ingin ada lagi lokus maupun kasus stunting baru di Kabupaten Bengkalis,” ujar Johansyah.

Untuk itu, seluruh perangkat daerah dan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) diminta memprioritaskan program intervensi yang bersifat holistik dan terintegrasi.

Kasmarni juga mengajak seluruh pemangku kepentingan di “Negeri Junjungan” menjadikan upaya pencegahan dan penurunan stunting sebagai gerakan bersama yang diwujudkan melalui aksi nyata.

Ia berharap rakor kali ini menghasilkan strategi dan evaluasi yang lebih efektif demi mempercepat capaian target zero stunting.

Acara tersebut menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan RI, Juliana, serta Direktur Poltekkes Kemenkes Riau, Ruly Hervrialni. Turut hadir Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, H. Hambali, Kepala Dinas Kesehatan, Ermanto, serta sejumlah pejabat Pemkab Bengkalis lainnya. (Inf/Rhmt)