TERKINI
Penandatanganan Kerja Sama Pemkab dan Kejari, Perkuat Kepastian Hukum dan Tata Kelola PemerintahanWakili Wabup Kampar, Plt Kadisdikpora Letakkan Batu Pertama Pembangunan Asrama Ponpes Ibnu JarirWabup Kampar Bahas Rencana Jaringan Listrik Pasir Sialang, Pemerataan Penerangan Jadi PrioritasWakil Bupati Misharti Bidik Pasar Nasional, Olahan Ikan Patin dan Batik Kampar Didorong Naik KelasOperasi Patuh Lancang Kuning 2026, Satlantas Polres Kampar dan Samsat Bangkinang Gelar Ramp CheckDisdikpora Kampar Respons Kondisi Sekolah di Koto Kampar Hulu, Renovasi Dianggarkan 2027DPRD dan Pemkab Kampar Setujui 6 Ranperda, Ahmad Yuzar Tekankan Manfaat Nyata bagi MasyarakatDelapan Fraksi DPRD Kampar Sampaikan Pandangan, RAPBD 2027 Fokus Kebutuhan MasyarakatBupati Kampar Didampinggi Plt Disdikpora Temui Plt Gubernur Riau, Usulkan Pembangunan Lokal SD 017Perkuat Layanan Darurat, Bupati Kampar Serahkan Mobil Rescue untuk DamkarSekitar 38 Pegawai Tak Diperpanjang, BPKAD Kampar Tuntaskan Verifikasi Gaji PPPK Paruh Waktu SeninDukung Pengembangan Wisata Buluh Cina, Edi Basri Tekankan Pelestarian Budaya dan Mitigasi Banjir

Wabup Syafaruddin Poti Pimpin Apel Upacara Peringatan Hari Jadi Provinsi Riau Ke-68

Wabup Syafaruddin Poti Pimpin Apel Upacara Peringatan Hari Jadi Provinsi Riau Ke-68

Rohul - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu (Rohul) laksanakan apel peringatan hari jadi Provinsi Riau ke 68, Tahun ini tema yang dipilih dalam perayaan Hari Jadi Bumi Lancang Kuning yaitu "Merawat Tuah, Menjaga Marwah". Apel dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Rohul, Sabtu (09/08/2025).

Saat apel Wakil Bupati Rohul H. Syafaruddin Poti, S.H, M.M bertindak sebagai Inspektur Upacara dan turut hadir Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Rohul, para Asisten dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) selingkungan Rohul, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Akademisi, dan tamu undangan lainnya.

H. Syafaruddin Poti membacakan sambutan Gubernur Riau dengan mengusung tema "Merawat Tuah, Menjaga Marwah" dipilih sebegai bentuk penghormatan terhadap alam dan budaya Melayu yang menjadi identitas utama masyarakat Riau dan  menegaskan momen ini harus dijadikan tonggak kebangkitan bersama dan mengajak seluruh elemen membangun daerah secara adil dan merata demi kemajuan serta kesejahteraan bersama.

“Melestarikan lingkungan adalah bagian dari etika dan amanah hidup. Sebab, jika alam itu rusak, maka runtuh juga marwah bangsa.” tegas Wahid.

Lebih lanjut, Wabup juga menyampaikan amanat Gubri untuk menekankan bahwa pembangunan di Riau harus berjalan seimbang antara kemajuan ekonomi, pelestarian budaya, dan perlindungan lingkungan dan memberi pesan khusus kepada generasi muda agar berani berinovasi, memanfaatkan teknologi, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Melayu di tengah derasnya arus globalisasi.

"Anak-anak muda kita adalah pewaris masa depan Riau. Bekali diri dengan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan akhlak mulia. Jangan pernah lupakan akar budaya kita, karena dari situlah marwah kita sebagai bangsa Melayu terjaga, ” ujar Wabup menyampaikan amanat.

Menutup sambutan amanatnya, Wabup mengajak masyarakat menjaga persatuan dan mengedepankan dialog dalam menyelesaikan perbedaan. “Kita boleh berbeda pandangan, tetapi tujuan kita satu, yaitu memajukan daerah. Mari kita jaga silaturahmi, perkuat rasa saling percaya, dan hindari hal-hal yang dapat memecah belah persaudaraan, ”tutup Wabup Syafaruddin.(MCDiskominfo).