TERKINI
HUT Riau ke-69, PT Arara Abadi Salurkan Beasiswa bagi 40 Pelajar-Mahasiswa Suku SakaiPencarian Pemuda Tenggelam Melompat di Jembatan Rantau Merangin, Dihentikan Tim Sar BPBD KamparLantik Pengurus IDI Bengkalis, Kasmarni: Keterbatasan Anggaran Bukan Alasan Turunkan PelayananMeriahkan HUT RI Ke-81, Desa Bukit Ranah Gelar Turnamen Voli Putri dan Berbagai Lomba RakyatBRK Syariah Bangkinang Pastikan Dana CSR Masjid di Kampar Cair Agustus 2026GOW Kampar Peringati HAN Tahun 2026, Dengan Gelar Berbagai Kegiatan Di UPT SDN 012 LangginiPembinaan LPKA Pekanbaru Berbuah Hasil, Mantan Anak Binaan Kini Sukses BekerjaMahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis dan Pemdes Gelar Aksi Penghijauan di Desa Tanjung KulimHujan Deras Rendam Pekanbaru, Dirlantas Polda Riau Turun Tangan Urai Kemacetan Bantu Pengendara MogoPemkab Rohil, KONI dan PSSI Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Sediakan Hidangan GratisDisbunnak Keswan Kampar Bantah Video Viral TikTok Terkait Jalan Produksi dan Bibit SawitHarga TBS Naik Lagi, Disbunnak Keswan Kampar Optimis Tingkatkan Kesejahteraan Petani Lokal

BEM UIR Akui Pemkab Kuansing Sukses Tingkatkan Harga Karet Melalui Apkarkusi

BEM UIR Akui Pemkab Kuansing Sukses Tingkatkan Harga Karet Melalui Apkarkusi

KUANSING -  Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi dinilai berhasil meningkatkan harga karet petani.
Setelah sekian lama petani menjerit karena anjloknya harga getah karet. 
Saking ambruknya harga karet bahkan sampai ketitik terendah sekitar antara Rp5000 sampai Rp6500 perkilogram

Salahsatu upaya yang dilakukan oleh Pemkab Kuansing untuk menaikan harga jual karet petani adalah dengan mendorong terbentuknya asosiasi petani karet. 

Melalui Dinas Pertanian Kuansing, telah diprakarsai terbentuknya Asosiasi Petani Karet Kuansing (Apkarkusi). 
Setelah Apkarkusi terbentuk, Dinas Pertanian mendorong masyarakat agar bergabung dalam Apkarkusi tersebut. 

Dan hebatnya lagi,  Kuantan Singingi telah diizinkan oleh Kementerian Perdagangan untuk menjadi tempat pasar lelang karet satu satunya di Pulau Sumatera. Dimana pemasarannya dengan sistem lelang dilaksanakan secara 4 s yaitu satu waktu, satu tempat, satu harga dan satu mutu.

Semenjak terbentuknya Apkarkusi dan pasar lelang di Kabupaten Kuansing, harga karet petani telah mengalami kenaikan yang signifikan. 

Presiden Mahasiswa UIR, Novyanto mengakui keberhasilan Pemkab Kuansing selama ini untuk menggenjot harga karet petani. Ia menilai Pemkab Kuansing sukses meningkatkan harga karet petani melalui Apkarkusi dan ini merupakan sebuah terobosan program yang menguntungkan bagi masyarakat.

“Apalagi Kabupaten Kuansing sudah ditunjuk oleh kementerian perdagangan menjadi satu - satunya kabupaten di Provinsi Riau yang diberikan izin untuk melelang sendiri bahan olahan karet," kata Presma UIR yang akrab disapa Boy.

Menurut Novyanto, dengan adanya pasar lelang ini, masyarakat di Kuansing akan lebih mudah memasarkan dan harganya akan lebih mahal ketimbang dijual ke tengkulak.

Presiden Mahasiswa UIR ini mengapresiasi upaya yang digagas oleh Bupati Mursini lalu itu demi untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi petani karet.

Ia menilai pantas, program program yang menyentuh seperti ini untuk diteruskan pada masa masa yang akan datang. Karena ini sangat bermamfaat dan memiliki dampak positif bagi perekonomian rakyat. 

"Program ini sangat menyentuh bagi masyarakat kecil. Dan Pemkab Kuansing patut kita apresiasi, " Tutur Mahasiswa Fakultas Ekonomi ini. 

Melihat keberhasilan ini, kata Novyanto mestinya ditiru oleh seluruh kabupaten di Riau.  Karena asosiasi yang digagas oleh Pemkab Kuansing ini sangat berpihak kepada petani gurem”, tutupnya.

Sekedar diketahui, harga Bokar pada lelang Apkarkusi Minggu lalu pertanggal 15 November 2020 berkisar Rp10. 256 perkilogram. 

Sementara harga ditingkat tengkulak berkisar Rp6000 - Rp8000 ribu perkikogram.