KAMPAR – Tradisi Pacu Sampan Buluhcina (PSB) dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi agenda wisata budaya berskala nasional. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan sinergi antara pemerintah, tokoh masyarakat, panitia pelaksana, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kelestarian tradisi sekaligus memperkuat dukungan terhadap penyelenggaraan event tersebut.
Hal itu disampaikan dalam sambutan Anggota DPRD Kampar, Hendri Domo saat menghadiri pembukaan peresmian Pacu Sampan Buluhcina (PSB) di Desa Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Jumat, (23/10/26).
Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan pentingnya kerja sama dan komunikasi yang baik agar tradisi yang telah tumbuh di tengah masyarakat itu dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi daerah.
Hadir pada kesempatan itu, Wakil Bupati Kampar, Misharti, DPRD Provinsi, Edi Basri, DPD RI, Anggotan DPRD Kampar, Raja Reza Pahlevi, Kades Buluh Cina, Azriyanto, Kapolsek Siak Hulu, Danramil, Perwakilan Pemda Riau, Kadis Pariwisata, Afdal, Kabid, Admiral dan tamu undangan lainnya.
Hendri Domo yang merupakan putra daerah Buluh Cina turut menceritakan sejarah penyelenggaraan Pacu Sampan di desanya.
Menurutnya, pada awalnya perlombaan tersebut dilaksanakan dalam lingkup kecil, yakni antar tingkat rukun tetangga (RT), sekitar tahun 1999 atau 2000.
Seiring berjalannya waktu, Pacu Sampan Buluh Cina semakin dikenal luas dan pernah berkembang hingga menjangkau tingkat yang lebih besar.
Ia juga mengenang bahwa kegiatan tersebut sempat beberapa kali mengikuti ajang memperebutkan Piala Nasional.
Namun, dalam perjalanannya, penyelenggaraan event tersebut menghadapi tantangan, termasuk terkait dukungan anggaran.
Karena itu, ia berharap adanya perhatian dan dukungan berkelanjutan dari pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi agar Pacu Sampan Buluh Cina dapat kembali berkembang secara maksimal.
Ia mengemukakan bahwa upaya pengembangan tradisi tersebut perlu dibahas dan dirumuskan bersama, termasuk mengenai skema dukungan anggaran serta langkah strategis untuk menjadikan Pacu Sampan sebagai salah satu daya tarik wisata budaya unggulan Kabupaten Kampar.
Ia juga berharap dukungan dari perwakilan daerah di tingkat pusat dapat membantu memperkenalkan potensi budaya Buluh Cina kepada khalayak yang lebih luas. Dengan demikian, tradisi lokal ini tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat setempat, tetapi juga berpeluang menarik kunjungan wisatawan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan suatu kegiatan tidak terlepas dari semangat gotong royong, komunikasi, dan koordinasi yang baik antara seluruh pihak yang terlibat.
“Apapun acaranya, apapun kegiatannya, dan apapun programnya yang ingin kita laksanakan di kampung kita ini, tanpa kerja sama dan komunikasi yang baik, tidak akan terlaksana,” kata Anggota DPRD Kampar dari Partai PKS yang juga mantan Wartawan itu.
Ia menambahkan, seluruh pihak perlu mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing, termasuk dengan melakukan pendekatan dan koordinasi secara aktif kepada pemerintah serta pihak-pihak terkait.
Dalam kesempatan itu, Hendri Domo juga menyatakan kesediaannya untuk memberikan kontribusi dalam mendukung pelaksanaan event Pacu Sampan Buluh Cina.
Ia berharap dukungan tersebut dapat membantu panitia menyukseskan kegiatan sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi masyarakat.
"Ke depan, Pacu Sampan Buluh Cina diharapkan dapat terus dilestarikan dan dikembangkan secara berkelanjutan. Dengan dukungan pemerintah, keterlibatan masyarakat, serta pengelolaan yang semakin baik, tradisi ini berpotensi menjadi ikon wisata budaya Kabupaten Kampar yang mampu mengangkat nama daerah hingga tingkat nasional," pungkasnya.




