TERKINI
Dialog di RRI Pekanbaru, Wabup Kampar Misharti Dorong Pacu Sampan Buluh Cina Jadi Ikon Wisata BudayaWorkshop Kompetensi Kepsek, Wabup Kampar, Misharti Dorong PGRI Jadi Motor Penggerak Mutu PendidikanBuka Sosialisasi P4GN di SMA Negeri 1 Salo, Wabup Kampar, Misharti Ajak Pelajar Berani Tolak NarkobaTabligh Akbar Bersama Ustaz Hanan Attaki, Wabup Kampar Ajak Masyarakat Perkuat Iman dan UkhuwahTerima Penghargaan Nasional BAZNAS Kampar, Wabup Misharti: Prestasi Ini Kebanggaan MasyarakatWabup Kampar, Misharti Serahkan Piala Bergilir, Juara Umum MTQ Ke-55 Dipertahankan Kecamatan KamparWabup Kampar, Misharti Dorong Pesantren di Kampar Cetak Generasi Qurani Menuju Indonesia Emas 2045Syawal Nahkodai PWI Kampar 2026-2029, Wabup Misharti Tegaskan Pers Mitra Strategis PembangunanKonferensi VIII PWI Kampar, Wabup Misharti Ajak Wartawan Jaga Marwah Pers dan Perkuat PersatuanAde Syaputra Ajak Warga Kampar Manfaatkan Pemutihan Pajak, Samsat Bangkinang Bagikan MaskerGerak Cepat, Wabup Kampar, Misharti Tinjau Turap Longsor di Penyesawan, Penanganan Segera DikajiKualitas Udara Masih Tidak Sehat, Pemko Pekanbaru Berlakukan PJJ 14-15 Oktober 2026

Dialog di RRI Pekanbaru, Wabup Kampar Misharti Dorong Pacu Sampan Buluh Cina Jadi Ikon Wisata Budaya

Dialog di RRI Pekanbaru, Wabup Kampar Misharti Dorong Pacu Sampan Buluh Cina Jadi Ikon Wisata Budaya

PEKANBARU – Pemerintah Kabupaten Kampar terus memperkuat upaya pelestarian budaya lokal sekaligus mendorong pengembangan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Salah satu potensi yang menjadi perhatian adalah Event Pacu Sampan Buluh Cina, tradisi warisan leluhur yang dinilai memiliki daya tarik besar untuk dikembangkan menjadi ikon wisata budaya Kabupaten Kampar.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti saat menghadiri program Obrolan Siang di Radio Republik Indonesia (RRI) Pekanbaru, Selasa (20/10/2026).

Dialog tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar, Afdal, S.T., M.T., serta Kepala Desa Buluh Cina, dengan pembahasan utama mengenai persiapan pelaksanaan Pacu Sampan Buluh Cina yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Oktober 2026.

Dalam dialog tersebut, Wabup Misharti menegaskan bahwa Pacu Sampan Buluh Cina bukan sekadar perlombaan tradisional atau kegiatan seremonial tahunan. Lebih dari itu, tradisi ini merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat Kampar yang harus dijaga kelestariannya, dikembangkan potensinya, dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Menurutnya, pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, penyelenggaraan Pacu Sampan Buluh Cina perlu dirancang agar mampu memberikan dampak nyata, baik dalam pengembangan pariwisata maupun peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

“Tradisi harus tetap hidup, tetapi manfaatnya juga harus dirasakan masyarakat. Jangan sampai kegiatan hanya ramai saat perlombaan berlangsung, sementara dampak ekonominya belum maksimal,” ujar Misharti.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, panitia penyelenggara, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mempersiapkan kegiatan tersebut. Kolaborasi yang baik dinilai menjadi kunci untuk mewujudkan penyelenggaraan event yang tertata, menarik, dan berkelanjutan.

Wabup Misharti juga menilai Desa Buluh Cina memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan secara terpadu. Selain Pacu Sampan, kawasan tersebut memiliki daya tarik wisata alam dan potensi wisata gajah yang dapat dipromosikan sebagai bagian dari pengalaman wisata bagi pengunjung.

Menurutnya, potensi tersebut perlu dikemas dalam paket wisata yang menarik sehingga wisatawan tidak hanya datang untuk menyaksikan perlombaan, tetapi juga berkesempatan menikmati berbagai destinasi wisata yang tersedia.

Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, memperpanjang waktu kunjungan, serta mendorong perputaran ekonomi di tingkat lokal. Dengan demikian, pelaksanaan event dapat membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM, pedagang, penyedia jasa, dan masyarakat sekitar.

“Dengan promosi yang tepat, kolaborasi yang kuat, dan pengelolaan yang profesional, Pacu Sampan Buluh Cina berpeluang menjadi salah satu ikon wisata budaya Kabupaten Kampar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Misharti berharap penyelenggaraan Pacu Sampan Buluh Cina dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan tradisi dan potensi wisata Kabupaten Kampar kepada masyarakat luas. Dukungan seluruh pihak sangat diperlukan agar tradisi ini semakin dikenal dan mampu bersaing sebagai daya tarik wisata daerah.

Pemerintah Kabupaten Kampar berharap pengembangan wisata berbasis budaya dapat menjadi salah satu strategi untuk memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

“Pacu Sampan Buluh Cina harus menjadi lebih dari sekadar tontonan. Tradisi ini perlu tumbuh menjadi kekuatan pariwisata, penggerak ekonomi rakyat, dan kebanggaan budaya Kabupaten Kampar,” pungkas Misharti.