TERKINI
Tabligh Akbar Bersama Ustaz Hanan Attaki, Wabup Kampar Ajak Masyarakat Perkuat Iman dan UkhuwahTerima Penghargaan Nasional BAZNAS Kampar, Wabup Misharti: Prestasi Ini Kebanggaan MasyarakatWabup Kampar, Misharti Serahkan Piala Bergilir, Juara Umum MTQ Ke-55 Dipertahankan Kecamatan KamparWabup Kampar, Misharti Dorong Pesantren di Kampar Cetak Generasi Qurani Menuju Indonesia Emas 2045Syawal Nahkodai PWI Kampar 2026-2029, Wabup Misharti Tegaskan Pers Mitra Strategis PembangunanKonferensi VIII PWI Kampar, Wabup Misharti Ajak Wartawan Jaga Marwah Pers dan Perkuat PersatuanAde Syaputra Ajak Warga Kampar Manfaatkan Pemutihan Pajak, Samsat Bangkinang Bagikan MaskerGerak Cepat, Wabup Kampar, Misharti Tinjau Turap Longsor di Penyesawan, Penanganan Segera DikajiKualitas Udara Masih Tidak Sehat, Pemko Pekanbaru Berlakukan PJJ 14-15 Oktober 2026Samsat Bangkinang Imbau Warga Kampar Manfaatkan Insentif Pajak, Tunggakan Dihapus hingga 40 PersenWabup Kampar, Misharti Tegaskan Kesiapan Lahan Program Sekolah Rakyat, Administrasi Pemkab RampungWabup Kampar, Misharti Perkuat Sinergi BGN dan Satgas MBG, 13 Dapur SPPG di Kampar Siap Beroperasi

Wabup Kampar, Misharti Dorong Pesantren di Kampar Cetak Generasi Qurani Menuju Indonesia Emas 2045

Wabup Kampar, Misharti Dorong Pesantren di Kampar Cetak Generasi Qurani Menuju Indonesia Emas 2045

KAMPAR – Pemerintah Kabupaten Kampar menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang berperan strategis dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti saat menjadi pemateri dalam kegiatan Halaqah Pimpinan Pondok Pesantren se-Kabupaten Kampar yang digelar di Pondok Pesantren Daarun Nahdhah Thawalib Bangkinang, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Peran Pesantren dalam Menyelesaikan Permasalahan Umat” tersebut dihadiri para pimpinan pondok pesantren, ustaz, dan ustazah dari berbagai wilayah di Kabupaten Kampar. Turut hadir sebagai pemateri, Anggota DPR RI Dr. H. Syahrul Aidi Maazat, Lc., MA.

Dalam pemaparannya, Misharti menegaskan bahwa pondok pesantren memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai keislaman sekaligus membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif di tengah perkembangan zaman.

“Pondok pesantren di Kabupaten Kampar merupakan benteng terakhir dalam membentuk sumber daya manusia yang berakhlak mulia sekaligus menjadi filter terhadap pengaruh negatif era modern. Karena itu, keberadaan pesantren harus terus diperkuat agar mampu melahirkan generasi yang memiliki fondasi agama yang kokoh, berilmu, dan berdaya saing,” ujar Misharti.

Ia menjelaskan, berdasarkan data Kantor Wilayah Kementerian Agama tahun 2025, Kabupaten Kampar memiliki 127 pondok pesantren. Jumlah tersebut menjadi potensi besar bagi daerah dalam mengembangkan pendidikan keagamaan sekaligus membangun karakter generasi penerus bangsa.

Menurutnya, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai tempat menimba ilmu agama, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam membangun karakter, menanamkan nilai-nilai moral, serta mempersiapkan santri agar mampu menghadapi tantangan sosial, ekonomi, dan teknologi.

Misharti menambahkan, arah pembangunan Pemerintah Kabupaten Kampar di bawah kepemimpinan Bupati Ahmad Yuzar bersama Wakil Bupati Misharti turut menekankan pentingnya integrasi ilmu keislaman dengan sains dan teknologi.

Upaya tersebut diharapkan mampu melahirkan Generasi Al-Qur’an yang tidak hanya kuat dalam pemahaman agama, tetapi juga unggul dalam ilmu pengetahuan, memiliki keterampilan, serta mampu berkontribusi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan lembaga pendidikan keagamaan, Pemkab Kampar juga menyiapkan sejumlah program strategis yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan kemandirian pondok pesantren.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah penguatan kemandirian ekonomi pesantren. Melalui program ini, pesantren diharapkan dapat berkembang tidak hanya sebagai pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga sebagai wadah pemberdayaan ekonomi yang mendorong tumbuhnya kreativitas, kewirausahaan, dan kemandirian para santri.

Selain itu, Pemkab Kampar juga memberikan perhatian terhadap insentif dan beasiswa keagamaan, termasuk dukungan bagi guru Pendidikan Diniyah Takmiliyah Awaliyah (PDTA), Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA), serta Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ).

Dukungan terhadap pemenuhan sarana dan prasarana serta bantuan operasional pondok pesantren juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan, dengan tetap memperhatikan kemampuan keuangan daerah dan ketentuan yang berlaku.

Misharti berharap, melalui sinergi antara pemerintah daerah, pimpinan pondok pesantren, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat, pesantren di Kabupaten Kampar semakin berkembang dan mampu menjawab berbagai persoalan umat.

Ia juga mengajak seluruh pimpinan pesantren untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membina generasi muda, menanamkan nilai-nilai keagamaan, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang melahirkan generasi berkarakter, mandiri, dan berintegritas.

“Dengan dukungan dan kerja sama semua pihak, kita berharap pondok pesantren di Kabupaten Kampar semakin maju dan mampu melahirkan generasi yang berakhlak mulia, berwawasan luas, serta siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya.