DUMAI – Wakil Bupati Kampar, Dr. Misharti menghadiri Gala Dinner Hari Santri Nasional Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026 yang digelar di The Zuri Hotel, Kota Dumai, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Sinergi Ulama, Umaro dan Pengusaha untuk Riau yang Bermarwah dan Sejahtera.”
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kolaborasi antara ulama, pemerintah, pelaku usaha, dan kalangan pesantren dalam mendukung pembangunan Provinsi Riau yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan kesejahteraan masyarakat.
Acara ini turut dihadiri anggota DPR RI, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Riau, Sekretaris Daerah Provinsi Riau Dr. Syahrial Abdi, A.P., M.Si., Wali Kota Dumai Paisal, SKM., MARS., para kepala daerah se-Provinsi Riau, kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota, perwakilan pondok pesantren, serta para santri dan santriwati.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Kampar, Misharti, menegaskan bahwa peringatan Hari Santri Nasional tidak semestinya hanya menjadi agenda seremonial, tetapi harus menjadi momentum untuk memperkuat peran santri dan pesantren dalam menjaga moral bangsa serta berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Menurutnya, sinergi antara ulama, umaro atau pemerintah, dan pengusaha merupakan salah satu kunci dalam mewujudkan Riau yang bermarwah, berdaya saing, dan sejahtera.
“Santri adalah garda terdepan dalam menjaga moral bangsa. Dengan dukungan ulama, kebijakan umaro, serta kontribusi pengusaha, kita dapat membangun Riau yang bermarwah, berdaya saing, dan sejahtera,” ungkap Misharti.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi nyata dari seluruh elemen masyarakat agar nilai-nilai keagamaan dapat berjalan seiring dengan kemajuan ekonomi dan pembangunan sosial.
Ulama, menurutnya, memiliki peran penting dalam memberikan tuntunan moral dan spiritual kepada masyarakat. Sementara itu, pemerintah bertanggung jawab menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat, dan para pengusaha diharapkan mampu membuka peluang usaha serta lapangan kerja yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Mari kita jadikan sinergi ini sebagai kekuatan besar. Ulama memberi tuntunan, umaro menghadirkan kebijakan yang berpihak, dan pengusaha membuka peluang ekonomi. Dengan kebersamaan, Riau akan semakin bermarwah dan masyarakatnya sejahtera,” tegasnya.
Misharti menambahkan, Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober memiliki makna penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Peringatan ini menjadi pengingat atas kontribusi besar para santri dan ulama dalam perjuangan kemerdekaan serta peran mereka dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
Sejak ditetapkan pada 2015, Hari Santri Nasional juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam mengembangkan pendidikan pesantren, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong generasi santri agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Di Provinsi Riau, semangat tersebut memiliki relevansi kuat dengan identitas daerah yang lekat dengan budaya Melayu dan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, peran pesantren dan santri dinilai penting dalam membentuk generasi yang berakhlak, berilmu, mandiri, dan memiliki kepedulian terhadap kemajuan daerah.
Gala Dinner Hari Santri Nasional Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026 di Kota Dumai pun menjadi simbol kebersamaan dan komitmen berbagai elemen untuk membangun daerah melalui kolaborasi yang berkelanjutan.
Kehadiran Wakil Bupati Kampar dalam kegiatan tersebut sekaligus menegaskan dukungan Pemerintah Kabupaten Kampar terhadap penguatan peran santri, ulama, dan dunia usaha sebagai mitra strategis dalam pembangunan.
Melalui momentum Hari Santri Nasional, diharapkan sinergi antara ulama, pemerintah, dan pengusaha semakin kuat sehingga mampu melahirkan berbagai program nyata yang mendukung kemajuan pendidikan keagamaan, pemberdayaan ekonomi umat, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Riau, khususnya Kabupaten Kampar.




