TERKINI
Ade Syaputra Ajak Warga Kampar Manfaatkan Pemutihan Pajak, Samsat Bangkinang Bagikan MaskerGerak Cepat, Wabup Kampar, Misharti Tinjau Turap Longsor di Penyesawan, Penanganan Segera DikajiKualitas Udara Masih Tidak Sehat, Pemko Pekanbaru Berlakukan PJJ 14-15 Oktober 2026Samsat Bangkinang Imbau Warga Kampar Manfaatkan Insentif Pajak, Tunggakan Dihapus hingga 40 PersenWabup Kampar, Misharti Tegaskan Kesiapan Lahan Program Sekolah Rakyat, Administrasi Pemkab RampungWabup Kampar, Misharti Perkuat Sinergi BGN dan Satgas MBG, 13 Dapur SPPG di Kampar Siap BeroperasiSosialisasi Pemda dan BGN Kawal MBG, Mitra Yayasan Indra Noval Sampaikan Apresiasi Pada Wabup KamparKetua Satgas MBG Dijabat Wabup Kampar, Misharti Pimpin Sosialisasi MBG, Imbau Patuhi SOP dan AturanSinergi Pemerintah dan Adat, Bupati Kampar Minta LAK Optimalkan Pembinaan Anak KemenakanWakil Bupati Kampar, Misharti Lantik Pengurus SOIna dan Lepas Kontingen Atlet Menuju PeSONas II 2026Bupati Kampar Ahmad Yuzar Resmi Membuka MTQ ke-55 di Gunung Sahilan, Diikuti 642 PesertaTingkatkan Kompetensi Guru, Gugus III Bantan Gelar Pelatihan Papan Interaktif Digital di SDN 26

Hari 34 Tahun Perpindahan Desa, Bupati Kampar Ajak Masyarakat Jadikan Sejarah Kekuatan Pembangunan

Hari 34 Tahun Perpindahan Desa, Bupati Kampar Ajak Masyarakat Jadikan Sejarah Kekuatan Pembangunan

KAMPAR – Masyarakat Desa Pulau Gadang, Kecamatan XIII Koto Kampar, membuktikan bahwa sejarah panjang dan pengorbanan masa lalu dapat ditransformasikan menjadi energi kolektif untuk membangun masa depan. Semangat tersebut tecermin secara jelas dalam pergelaran Festival Budaya "Mangonang Kampuong Lamo" yang diselenggarakan dalam rangka memperingati 34 tahun perpindahan Desa Pulau Gadang pada Sabtu (29/08/2026).

Agenda budaya yang berlangsung semarak ini dihadiri langsung oleh Bupati Kampar, H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., serta Sekretaris Daerah Kampar, Dr. Ardi Mardiansyah, S.STP., M.Si. Turut hadir dalam pergelaran tersebut Camat XIII Koto Kampar, Zulfikar, S.Ag., M.Si., bersama jajaran tokoh adat, ninik mamak, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta generasi muda setempat.

Festival ini diisi dengan visualisasi serta reka adegan yang menggambarkan kilas balik kehidupan sosial, mata pencaharian, sistem ekonomi, model berpakaian tradisional, hingga potret kehidupan keagamaan masyarakat Pulau Gadang tempo dulu yang tetap terjaga kelestariannya secara kokoh hingga saat ini.

Dalam arahannya, Bupati Kampar, H. Ahmad Yuzar, memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh elemen masyarakat Pulau Gadang yang secara konsisten merawat memori kolektif dan warisan leluhur melalui festival ini. Beliau menegaskan bahwa perjalanan panjang selama 34 tahun pasca-perpindahan dari kampung halaman lama harus dijadikan inspirasi fundamental untuk memperkuat kebersamaan antarlini.

“Jangan hanya mengenang masa lalu, tetapi jadikan sejarah sebagai kekuatan untuk bangkit. Apa yang kita nikmati hari ini merupakan hasil perjuangan orang tua, ninik mamak, alim ulama, dan seluruh masyarakat,” ujar Ahmad Yuzar.

Bupati juga menekankan agar Festival Mangonang Kampuong Lamo tidak sekadar mandek sebagai agenda seremonial tahunan. Ia berharap kegiatan ini terus dikembangkan menjadi instrumen edukasi kultural yang efektif. Menurutnya, pemahaman yang kuat mengenai asal-usul dan jati diri daerah merupakan modal dasar bagi generasi muda untuk menghargai perjuangan leluhur sekaligus meneruskan nilai-nilai kebersamaan dalam membangun daerah.

Di samping memaparkan pesan-pesan kebudayaan, Bupati Ahmad Yuzar turut memberikan atensi khusus terkait mitigasi bencana iklim. Mengingat kondisi musim panas yang rawan memicu kebakaran dan polusi asap, Bupati menginstruksikan secara tegas kepada seluruh warga untuk tidak melakukan pembukaan atau pembersihan lahan dengan metode membakar. Beliau menegaskan bahwa pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) merupakan tanggung jawab mutlak bersama.

“Jangan sampai kita terlambat. Begitu ada indikasi kebakaran, segera laporkan dan lakukan penanganan agar api tidak meluas. Mari kita jaga Kampar bersama-sama,” tegas Bupati secara lugas.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Pulau Gadang, Sofyan Dt. Majosati, menjelaskan bahwa festival ini merupakan rekam jejak sejarah yang sangat krusial semenjak perpindahan fisik dari tapak desa lama. Setelah 34 tahun berlalu, momentum ini dimaknai sebagai titik tolak kehidupan baru bagi masyarakat untuk terus melangkah maju demi mewujudkan Desa Pulau Gadang yang semakin berkembang dan mandiri.