KAMPAR – Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, S.Sos., MT, menegaskan bahwa peningkatan mutu dan kualitas pendidikan harus menjadi perhatian utama seluruh jajaran instansi pendidikan di Kabupaten Kampar. Beliau menyatakan bahwa setiap kebijakan dan langkah taktis yang diambil pemerintah daerah harus berorientasi pada kebutuhan peserta didik serta memenuhi standar nasional yang telah ditetapkan.
Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Ahmad Yuzar dalam agenda pertemuan bersama Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan se-Kabupaten Kampar. Pertemuan strategis ini berlangsung di Aula Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kampar pada, Senin (21/09/2026).
Dalam arahannya, Bupati menginstruksikan seluruh komponen pendidikan untuk memahami secara mendalam kebutuhan, kapasitas, dan standar kompetensi siswa. Ia menekankan bahwa setiap tindakan operasional harus melalui pertimbangan matang dari berbagai aspek, serta wajib mengacu pada ketentuan standar dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI.
"Apapun tindakan kita harus ada pertimbangan dari berbagai aspek. Tugas kita adalah menjawab berbagai persoalan pendidikan yang ada di daerah," ujar Ahmad Yuzar secara tegas.
Lebih lanjut, Bupati juga memberikan instruksi keras agar tidak ada lagi anak-anak di Kabupaten Kampar yang tertinggal dalam memperoleh akses pendidikan. Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak belajarnya secara adil, sekaligus menekan angka putus sekolah di seluruh wilayah Kampar.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si, menambahkan bahwa kondisi objektif pendidikan saat ini memerlukan pengawasan kolektif yang lebih ketat. Menurutnya, sistem penjaminan mutu tidak akan berjalan optimal tanpa adanya monitoring langsung terhadap dinamika di lapangan.
Wabup Misharti mencontohkan beberapa kasus krusial, seperti keberadaan kelas jauh (lokal jauh) yang tidak dilaporkan ke dinas terkait. Akibat pembiaran informasi tersebut, pemetaan pemenuhan kebutuhan sarana prasarana serta penyaluran bantuan logistik menjadi terhambat.
Merespons kendala tersebut, Wakil Bupati meminta kepada seluruh Korwil Pendidikan untuk memaksimalkan fungsi pengawasan di bawah yurisdiksi masing-masing. "Tugas dan tanggung jawab Korwil adalah mengawasi seluruh pergerakan pendidikan di kawasan wilayah yang menjadi tanggung jawabnya," pungkas Misharti.
Pertemuan kedinasan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kampar, Helmi, SH., MH, yang didampingi oleh Sekretaris Dinas, Zulkifli, beserta seluruh jajaran penanggung jawab Korwil Pendidikan se-Kabupaten Kampar.




