TERKINI
Pencarian Pemuda Tenggelam Melompat di Jembatan Rantau Merangin, Dihentikan Tim Sar BPBD KamparLantik Pengurus IDI Bengkalis, Kasmarni: Keterbatasan Anggaran Bukan Alasan Turunkan PelayananMeriahkan HUT RI Ke-81, Desa Bukit Ranah Gelar Turnamen Voli Putri dan Berbagai Lomba RakyatBRK Syariah Bangkinang Pastikan Dana CSR Masjid di Kampar Cair Agustus 2026GOW Kampar Peringati HAN Tahun 2026, Dengan Gelar Berbagai Kegiatan Di UPT SDN 012 LangginiPembinaan LPKA Pekanbaru Berbuah Hasil, Mantan Anak Binaan Kini Sukses BekerjaMahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis dan Pemdes Gelar Aksi Penghijauan di Desa Tanjung KulimHujan Deras Rendam Pekanbaru, Dirlantas Polda Riau Turun Tangan Urai Kemacetan Bantu Pengendara MogoPemkab Rohil, KONI dan PSSI Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Sediakan Hidangan GratisDisbunnak Keswan Kampar Bantah Video Viral TikTok Terkait Jalan Produksi dan Bibit SawitHarga TBS Naik Lagi, Disbunnak Keswan Kampar Optimis Tingkatkan Kesejahteraan Petani LokalTingkatkan Kinerja Pemasyarakatan, Kanwil Ditjenpas Riau Gelar Rapat Teknis

Pencarian Pemuda Tenggelam Melompat di Jembatan Rantau Merangin, Dihentikan Tim Sar BPBD Kampar

Pencarian Pemuda Tenggelam Melompat di Jembatan Rantau Merangin, Dihentikan Tim Sar BPBD Kampar

KAMPAR – Operasi pencarian intensif terhadap seorang pemuda bernama Baiko Gulo (25), yang dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Kampar, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, resmi dihentikan pada Senin (10/8/2026).

Langkah ini diambil setelah tim SAR gabungan melakukan penyisiran selama sepekan tanpa hasil, dan kini tahapan operasi beralih ke masa pemantauan.

Peristiwa dugaan tenggelamnya korban bermula pada Selasa (4/8/2026) lalu. Berdasarkan laporan kronologi kejadian, korban yang merupakan warga Desa Maredan, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak tersebut, awalnya datang mengendarai sepeda motor dan menghentikan kendaraannya di atas Jembatan Rantau Berangin, Desa Merangin.

Tak lama berselang, korban diduga kuat melompat dari atas jembatan hingga akhirnya tenggelam dan hanyut terbawa derasnya arus Sungai Kampar.

Merespons laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, BPBD Kabupaten Kampar, TNI, Polri, serta instansi terkait langsung dikerahkan ke lokasi.

Petugas telah berupaya maksimal penyisiran aliran sungai dengan terus memperluas radius pencarian dari titik awal jatuhnya korban. Namun, hingga batas waktu yang ditentukan, keberadaan korban belum juga ditemukan.

Kepala Pelaksana BPBD Kampar, Azwan, melalui Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kampar, Adi Candra Lukita, mengonfirmasi bahwa operasi pencarian aktif secara resmi ditutup. Meski demikian, upaya monitoring tetap berjalan di bawah pengawasan petugas.

"Untuk hari ini, Senin 10 Agustus 2026, operasi pencarian korban Baiko Gulo dinyatakan dihentikan. Selanjutnya akan dilakukan pemantauan oleh Satgas Gabungan selama tujuh hari ke depan," jelas Adi Candra Lukita dalam keterangan resminya.

Pihak berwenang mengimbau kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar bantaran Sungai Kampar untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda atau keberadaan korban selama masa pemantauan berlangsung.