TERKINI
Dishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan “SI OCU PARKIR KAMPAR”, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka BupatiJMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih BerkelanjutanProgres Fisik RLH 79 Unit Dinas Perkim Kampar Melampaui Target, Pencapaian Naik Signifikan 69 PersenHarga BBM Eceran Tembus Rp15 Ribu, GMNI Bengkalis Soroti Lemahnya Pengawasan Disperindag BengkalisKejar Target 100 Persen di Akhir Tahun, Dinas PUPR Kampar Fokus Percepatan dan Penyesuaian AnggaranDirektur Jenderal Pemasyarakatan RI Berikan Arahan, Jadi Penguat Kinerja Kanwil Ditjendpas RiauTim PBM LPPM Universitas Riau Akselerasi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Kelompok Tani Guyup Rukun

Pencarian Pemuda Tenggelam Melompat di Jembatan Rantau Merangin, Dihentikan Tim Sar BPBD Kampar

Pencarian Pemuda Tenggelam Melompat di Jembatan Rantau Merangin, Dihentikan Tim Sar BPBD Kampar

KAMPAR – Operasi pencarian intensif terhadap seorang pemuda bernama Baiko Gulo (25), yang dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Kampar, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, resmi dihentikan pada Senin (10/8/2026).

Langkah ini diambil setelah tim SAR gabungan melakukan penyisiran selama sepekan tanpa hasil, dan kini tahapan operasi beralih ke masa pemantauan.

Peristiwa dugaan tenggelamnya korban bermula pada Selasa (4/8/2026) lalu. Berdasarkan laporan kronologi kejadian, korban yang merupakan warga Desa Maredan, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak tersebut, awalnya datang mengendarai sepeda motor dan menghentikan kendaraannya di atas Jembatan Rantau Berangin, Desa Merangin.

Tak lama berselang, korban diduga kuat melompat dari atas jembatan hingga akhirnya tenggelam dan hanyut terbawa derasnya arus Sungai Kampar.

Merespons laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, BPBD Kabupaten Kampar, TNI, Polri, serta instansi terkait langsung dikerahkan ke lokasi.

Petugas telah berupaya maksimal penyisiran aliran sungai dengan terus memperluas radius pencarian dari titik awal jatuhnya korban. Namun, hingga batas waktu yang ditentukan, keberadaan korban belum juga ditemukan.

Kepala Pelaksana BPBD Kampar, Azwan, melalui Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kampar, Adi Candra Lukita, mengonfirmasi bahwa operasi pencarian aktif secara resmi ditutup. Meski demikian, upaya monitoring tetap berjalan di bawah pengawasan petugas.

"Untuk hari ini, Senin 10 Agustus 2026, operasi pencarian korban Baiko Gulo dinyatakan dihentikan. Selanjutnya akan dilakukan pemantauan oleh Satgas Gabungan selama tujuh hari ke depan," jelas Adi Candra Lukita dalam keterangan resminya.

Pihak berwenang mengimbau kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar bantaran Sungai Kampar untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda atau keberadaan korban selama masa pemantauan berlangsung.