TERKINI
JMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih BerkelanjutanProgres Fisik RLH 79 Unit Dinas Perkim Kampar Melampaui Target, Pencapaian Naik Signifikan 69 PersenHarga BBM Eceran Tembus Rp15 Ribu, GMNI Bengkalis Soroti Lemahnya Pengawasan Disperindag BengkalisKejar Target 100 Persen di Akhir Tahun, Dinas PUPR Kampar Fokus Percepatan dan Penyesuaian AnggaranDirektur Jenderal Pemasyarakatan RI Berikan Arahan, Jadi Penguat Kinerja Kanwil Ditjendpas RiauTim PBM LPPM Universitas Riau Akselerasi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Kelompok Tani Guyup RukunDinilai Gagal, GMNI Bengkalis Minta Bupati Evaluasi TAPD dan Ketua TAPD MundurNetty Mindrayani Siap Jalankan Amanah sebagai Plt. Ketua JMSI KamparPerkuat Sinergi, Kalapas Kelas IIA Pekanbaru Jalin Koordinasi dengan BNN dan Pengadilan Negeri

Rakor Pengendalian Inflasi Bersama Kemendagri Diikuti Pemkab Kampar, Bahas Produk Halal

Rakor Pengendalian Inflasi Bersama Kemendagri Diikuti Pemkab Kampar, Bahas Produk Halal

KAMPAR – Bupati Kampar Ahmad Yuzar S.Sos MT yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian dan Pembangunan Suhermi ST mengikuti Zoom Meeting Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 serta Sosialisasi Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal, yang dilaksanakan secara virtual, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dalam memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok di daerah, sekaligus mendorong kesiapan pemerintah daerah dalam menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 serta meningkatkan pemahaman terkait kewajiban sertifikasi halal bagi pelaku usaha.

Dalam kesempatan tersebut, Staf Ahli Bupati Suhermi menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kampar terus berkomitmen dalam menjaga kestabilan inflasi daerah melalui berbagai langkah strategis, seperti pemantauan harga bahan pokok, operasi pasar, serta koordinasi lintas sektor.

“Pengendalian inflasi menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah, karena sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Terkait Sensus Ekonomi 2026, ia juga menegaskan pentingnya dukungan dari seluruh pihak, baik pemerintah daerah maupun masyarakat, guna menghasilkan data yang akurat dan komprehensif sebagai dasar perencanaan pembangunan ekonomi ke depan.

“Sensus Ekonomi ini sangat penting untuk memetakan potensi dan kondisi ekonomi di daerah, sehingga kebijakan yang diambil nantinya lebih tepat sasaran,” tambahnya.

Sementara itu, dalam sosialisasi penyelenggaraan Jaminan Produk Halal, disampaikan bahwa sertifikasi halal merupakan kewajiban bagi pelaku usaha sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pemerintah daerah diharapkan dapat berperan aktif dalam mendorong pelaku usaha, khususnya UMKM, untuk segera mengurus sertifikasi halal produknya.

Staf Ahli Bupati juga mengajak seluruh pelaku usaha di Kabupaten Kampar untuk mendukung program tersebut sebagai upaya meningkatkan daya saing produk lokal.

“Dengan adanya sertifikasi halal, produk UMKM kita akan memiliki nilai tambah dan mampu bersaing, baik di pasar nasional maupun internasional,” tutupnya.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pemerintah daerah se-Indonesia serta instansi terkait lainnya secara virtual.(Adv)