TERKINI
Dishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan “SI OCU PARKIR KAMPAR”, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka BupatiJMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih BerkelanjutanProgres Fisik RLH 79 Unit Dinas Perkim Kampar Melampaui Target, Pencapaian Naik Signifikan 69 PersenHarga BBM Eceran Tembus Rp15 Ribu, GMNI Bengkalis Soroti Lemahnya Pengawasan Disperindag BengkalisKejar Target 100 Persen di Akhir Tahun, Dinas PUPR Kampar Fokus Percepatan dan Penyesuaian AnggaranDirektur Jenderal Pemasyarakatan RI Berikan Arahan, Jadi Penguat Kinerja Kanwil Ditjendpas RiauTim PBM LPPM Universitas Riau Akselerasi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Kelompok Tani Guyup Rukun

Disnakbun Rohul Bicara Masa Depan Petani dan Peternak di Surambi Nogori

Disnakbun Rohul Bicara Masa Depan Petani dan Peternak di Surambi Nogori

ROKAN HULU — Masa depan petani dan peternak di Kabupaten Rokan Hulu menjadi perhatian dalam talk show SURAMBI NOGORI, BUPATI MENYAPA: Bersama Membangun Negeri, Kamis (17/9/2026).

Mengusung tema “Petani Sejahtera, Peternak Berdaya, Menuju Rokan Hulu sebagai Sentra Perkebunan dan Peternakan Unggul”, forum tersebut mempertemukan pemerintah daerah, akademisi dan dunia usaha untuk membahas arah pembangunan sektor perkebunan dan peternakan.
Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Rohul menjadi OPD yang mendapat kesempatan memaparkan program dan kebijakan pemerintah daerah di sektor tersebut.

Talk show berlangsung di Studio II Diskominfo Rohul sejak pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. Wakil Bupati Rokan Hulu H. Syafaruddin Poti, SH, MM hadir bersama Kepala Disnakbun Rohul CH. Agung Nugroho, STP, MM, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Pasir Pengaraian (UPP) Al Muzafri, STP, M.Si, serta Dicky Hervanur, AsKep dari PT Sawit Asahan Indah (SAI).

Komposisi narasumber tersebut membuat pembahasan tidak hanya berada pada tataran kebijakan pemerintah. Perspektif akademik dan pengalaman dunia usaha turut dibawa ke dalam forum.

Sektor perkebunan selama ini menjadi bagian penting dalam aktivitas ekonomi masyarakat Rohul. Karena itu, persoalan produktivitas, keberlanjutan usaha dan peningkatan nilai ekonomi menjadi bagian yang tidak bisa dilepaskan dari pembahasan masa depan petani.

Hal serupa berlaku pada sektor peternakan. Pengembangan peternakan tidak hanya menyangkut peningkatan produksi, tetapi juga bagaimana peternak memiliki daya usaha dan mampu mengambil manfaat ekonomi dari sektor yang mereka geluti.

Di sinilah tantangan pembangunan sektor perkebunan dan peternakan menjadi lebih kompleks. Pemerintah membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan, dunia usaha serta partisipasi masyarakat agar pengembangan sektor tersebut tidak berhenti pada program, tetapi berdampak terhadap produktivitas dan kesejahteraan.

Melalui forum Surambi Nogori, Pemkab Rohul membuka ruang bagi masyarakat untuk mengetahui arah kebijakan pemerintah sekaligus memahami persoalan yang dihadapi sektor perkebunan dan peternakan.

Program yang digagas Diskominfo Rohul tersebut merupakan bagian dari 22 sesi ekspose OPD. Format talk show digunakan sebagai sarana keterbukaan informasi publik sekaligus memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Bagi Rohul, pembahasan sektor perkebunan dan peternakan pada akhirnya bermuara pada satu pertanyaan penting: sejauh mana pembangunan mampu membuat petani dan peternak bukan hanya bertahan, tetapi memiliki daya saing dan kehidupan ekonomi yang lebih kuat(Hnf)