TERKINI
Syawal Nahkodai PWI Kampar 2026-2029, Wabup Misharti Tegaskan Pers Mitra Strategis PembangunanKonferensi VIII PWI Kampar, Wabup Misharti Ajak Wartawan Jaga Marwah Pers dan Perkuat PersatuanAde Syaputra Ajak Warga Kampar Manfaatkan Pemutihan Pajak, Samsat Bangkinang Bagikan MaskerGerak Cepat, Wabup Kampar, Misharti Tinjau Turap Longsor di Penyesawan, Penanganan Segera DikajiKualitas Udara Masih Tidak Sehat, Pemko Pekanbaru Berlakukan PJJ 14-15 Oktober 2026Samsat Bangkinang Imbau Warga Kampar Manfaatkan Insentif Pajak, Tunggakan Dihapus hingga 40 PersenWabup Kampar, Misharti Tegaskan Kesiapan Lahan Program Sekolah Rakyat, Administrasi Pemkab RampungWabup Kampar, Misharti Perkuat Sinergi BGN dan Satgas MBG, 13 Dapur SPPG di Kampar Siap BeroperasiSosialisasi Pemda dan BGN Kawal MBG, Mitra Yayasan Indra Noval Sampaikan Apresiasi Pada Wabup KamparKetua Satgas MBG Dijabat Wabup Kampar, Misharti Pimpin Sosialisasi MBG, Imbau Patuhi SOP dan AturanSinergi Pemerintah dan Adat, Bupati Kampar Minta LAK Optimalkan Pembinaan Anak KemenakanWakil Bupati Kampar, Misharti Lantik Pengurus SOIna dan Lepas Kontingen Atlet Menuju PeSONas II 2026

Lebaran di Rumah Dinas, Pemimpin dan Rakyat Menyatu

Lebaran di Rumah Dinas, Pemimpin dan Rakyat Menyatu

Rohul  - Senyum cerah penuh kedamaian yang terpancar dari wajah Bupati Rokan Hulu, Anton, ST, MM, bersama Ketua TP- PKK Ny.dr Yeni Dwi Putri dan keluarga saat berdiri di ambang pintu rumah dinasnya, Kamis (26/3/2026). Ia baru saja menanggalkan ihram dan menyelesaikan perjalanan spiritual di Tanah Suci sejak pertengahan Ramadan hingga lebaran Idul Fitri 1447 H. Namun, alih-alih memilih istirahat setelah perjalanan jauh, ia justru membuka lebar-lebar pintu rumahnya.

?Bagi Anton, ibadah Umroh bukan sekadar perjalanan pribadi, melainkan proses "mengisi ulang" batin untuk kembali melayani masyarakat Bumi Seribu Suluk dengan hati yang lebih jernih.
?
?Sejak pagi buta, suasana di kediaman dinas Bupati sudah berdenyut. Suasana yang biasanya kaku mencair oleh gelak tawa warga. Di sana tidak ada batas antara pejabat teras yang mengenakan batik rapi dengan warga yang datang membawa anak-anak mereka dengan pakaian lebaran sederhana.

?Mereka semua punya tujuan yang sama: menyambut kembali pemimpin mereka sekaligus merayakan hari kemenangan.

?"Ibadah di Mekkah dan Madinah mengajarkan saya tentang kesetaraan. Di depan Tuhan, kita semua sama. Maka di rumah ini, saya ingin semua warga merasa memiliki ruang yang sama untuk bersilaturahmi," ungkap Anton di sela-sela kesibukannya menyalami tamu.
?
?Adapun yang membuat Open House kali ini terasa berbeda adalah bagaimana Anton menempatkan dirinya. Ia bukan hanya berdiri sebagai "Orang Nomor Satu" di Rokan Hulu, melainkan sebagai seorang abang, ayah, dan sahabat bagi warganya.

?Ia tak segan membungkuk saat menyalami orang tua, atau mengusap kepala anak-anak yang malu-malu saat diajak berfoto. Keramahan ini bukan sekadar polesan kamera; ia tampak menikmati setiap obrolan santai, mendengar cerita warga, hingga menerima doa-doa tulus agar ia tetap amanah dalam memimpin.

?Momen ini merupakan cerminan dari kepemimpinannya seperti, ?Kepemimpinan Berbasis Kedekatan: Bahwa kebijakan yang baik lahir dari telinga yang mau mendengar langsung di tengah kerumunan.

?Stabilitas Sosial: Silaturahmi dianggap sebagai "perekat" yang paling kuat untuk menjaga persatuan di Rokan Hulu yang majemuk.

?Semangat Baru: Kepulangan dari Umroh membawa energi positif untuk melanjutkan pembangunan daerah dengan paradigma yang lebih manusiawi.
?
?Saat matahari mulai meninggi, arus warga tak kunjung surut. Namun semangat kebersamaan itu justru semakin mengental. Acara ini menjadi bukti nyata bahwa komunikasi terbaik antara pemimpin dan rakyat tidak selalu terjadi di ruang rapat, melainkan di atas hamparan karpet rumah dinas sambil berbagi tawa.

?"Alhamdulillah, tali silaturahmi ini adalah berkah. Persatuan inilah modal utama kita untuk membangun Rokan Hulu yang lebih maju dan sejahtera, bersama membangun negeri" tegasnya dengan mata berbinar.

?Anton menutup hari itu dengan pesan sederhana namun mendalam: bahwa pembangunan fisik sehebat apa pun akan terasa hampa jika tidak dibarengi dengan keharmonisan hati masyarakatnya. (Kominfo).