TERKINI
Dishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan SI OCU PARKIR KAMPAR, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka BupatiJMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih BerkelanjutanProgres Fisik RLH 79 Unit Dinas Perkim Kampar Melampaui Target, Pencapaian Naik Signifikan 69 PersenHarga BBM Eceran Tembus Rp15 Ribu, GMNI Bengkalis Soroti Lemahnya Pengawasan Disperindag BengkalisKejar Target 100 Persen di Akhir Tahun, Dinas PUPR Kampar Fokus Percepatan dan Penyesuaian AnggaranDirektur Jenderal Pemasyarakatan RI Berikan Arahan, Jadi Penguat Kinerja Kanwil Ditjendpas RiauTim PBM LPPM Universitas Riau Akselerasi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Kelompok Tani Guyup Rukun

Disdikpora Kampar Gelar Audensi Dengan Pihak Sekolah, Pastikan Penyusunan RKAS

Disdikpora Kampar Gelar Audensi Dengan Pihak Sekolah, Pastikan Penyusunan RKAS

KAMPAR - Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kampar menggelar audiensi dengan pihak sekolah untuk memastikan penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) mengacu pada Rapor Pendidikan.

Audiensi tersebut berlangsung di Aula Kantor Disdikpora Kabupaten Kampar, Bangkinang, Rabu (14/1/2026).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikpora Kabupaten Kampar, Helmi, mengatakan audiensi ini bertujuan memastikan program peningkatan mutu sekolah disusun berdasarkan kondisi riil yang tercermin dalam Rapor Pendidikan.

“Rapor Pendidikan memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi sekolah berdasarkan standar pelayanan minimal, mulai dari literasi, numerasi, karakter, kepemimpinan, kualitas pembelajaran, hingga iklim sekolah. Ditambah dengan hasil Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), itu menjadi dasar utama penyusunan program sekolah,” ujar Helmi.

Ia menegaskan, penyusunan RKAS harus fokus pada perbaikan indikator yang masih lemah atau berada pada kategori merah dalam Rapor Pendidikan.

“Sekolah harus menyusun RKAS sesuai kebutuhan nyata. Ibaratnya, membeli obat harus sesuai dengan penyakit yang ada di sekolah,” katanya.

Helmi menjelaskan, audiensi dilaksanakan secara bertahap selama enam hari. Hingga hari ketiga pelaksanaan, sebanyak 33 kepala sekolah telah mengikuti kegiatan tersebut, dengan 11 sekolah setiap harinya.

Kegiatan ini diprioritaskan bagi sekolah dasar (SD) di setiap kecamatan yang memiliki jumlah peserta didik di atas 300 orang. Selain kepala sekolah, audiensi juga diikuti oleh operator sekolah dan bendahara.

Menurut Helmi, target utama kegiatan ini adalah agar RKAS tahun anggaran 2026 benar-benar disusun berbasis peta mutu yang tertuang dalam Rapor Pendidikan.

“Dengan demikian, program yang dirancang sekolah bisa lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Kampar,” pungkasnya.***