TERKINI
Syawal Nahkodai PWI Kampar 2026-2029, Wabup Misharti Tegaskan Pers Mitra Strategis PembangunanKonferensi VIII PWI Kampar, Wabup Misharti Ajak Wartawan Jaga Marwah Pers dan Perkuat PersatuanAde Syaputra Ajak Warga Kampar Manfaatkan Pemutihan Pajak, Samsat Bangkinang Bagikan MaskerGerak Cepat, Wabup Kampar, Misharti Tinjau Turap Longsor di Penyesawan, Penanganan Segera DikajiKualitas Udara Masih Tidak Sehat, Pemko Pekanbaru Berlakukan PJJ 14-15 Oktober 2026Samsat Bangkinang Imbau Warga Kampar Manfaatkan Insentif Pajak, Tunggakan Dihapus hingga 40 PersenWabup Kampar, Misharti Tegaskan Kesiapan Lahan Program Sekolah Rakyat, Administrasi Pemkab RampungWabup Kampar, Misharti Perkuat Sinergi BGN dan Satgas MBG, 13 Dapur SPPG di Kampar Siap BeroperasiSosialisasi Pemda dan BGN Kawal MBG, Mitra Yayasan Indra Noval Sampaikan Apresiasi Pada Wabup KamparKetua Satgas MBG Dijabat Wabup Kampar, Misharti Pimpin Sosialisasi MBG, Imbau Patuhi SOP dan AturanSinergi Pemerintah dan Adat, Bupati Kampar Minta LAK Optimalkan Pembinaan Anak KemenakanWakil Bupati Kampar, Misharti Lantik Pengurus SOIna dan Lepas Kontingen Atlet Menuju PeSONas II 2026

Mahasiswa Kukerta UNRI 2023, Gelar Sosialisasi Pencegahan Stunting di Desa Ranah Singkuang

Mahasiswa Kukerta UNRI 2023, Gelar Sosialisasi Pencegahan Stunting  di Desa Ranah Singkuang

KAMPAR - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau (UNRI) 2023 turut berperan dalam memerangi masalah stunting melalui kegiatan Posyandu yang digelar di Desa Ranah Singkuang, Kabupaten Kampar, Riau pada Selasa (8/8).

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat perihal stunting serta membagikan 150 buah puding daun kelor kepada balita sebagai salah satu upaya pencegahan.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Posyandu Kasih Bunda Desa Ranah Singkuang, tim mahasiswa KKN UNRI memberikan penjelasan mendalam kepada para ibu balita tentang pentingnya mencegah stunting.

Stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi sering kali memiliki dampak jangka panjang terhadap kualitas hidup anak di masa depan.

Dalam upaya mencegah stunting, penting untuk memberikan asupan gizi yang seimbang dan berkualitas sejak dini.

Salah satu highlight dari kegiatan ini adalah pemberian puding daun kelor kepada balita. Daun kelor kaya akan nutrisi dan sangat bermanfaat dalam mencegah stunting.

100 gram daun kelor kering mengandung protein dua kali lebih tinggi dari yoghurt, vitamin A nya tujuh kali lebih tinggi dari wortel, kalium nya tiga kali lebih tinggi dari pisang, kalsium nya empat kali lebih tinggi dari susu, dan vitamin C nya tujuh kali lebih tinggi dari jeruk.

Jadi daun kelor memang salah satu alternatif yang sangat bagus dalam pencegahan stunting.

“Penyuluhan tentang stanting nya udah bagus, apa lagi puding yang diberikan sama balita nya cukup bagus untuk pemenuhan gizi anak-anak," kata salah satu dari pihak Puskesmas Air Tiris, Syaraj Fadillah kala itu.

Sementara itu, salah satu Kader Posyandu Nurma Yunita menyebutkan, bahwa sarannya sangat bagus, dimana sebagian ibu-ibu tidak tau cara bikin pudingnya dengan anak KKN memberikan sosialisasi tentang pembuatan puding daun kelor ibu- ibu di desa Ranah Singkuang jadi tau dan memanfaatkan daun kelor untuk kesehatan.

"Adanya kegiatan Posyandu ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi yang baik untuk pertumbuhan anak semakin meningkat," beber Nurma Yunita.

Mahasiswa KKN UNRI 2023 Desa Ranah Singkuang berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam mengatasi permasalahan stunting demi generasi yang lebih sehat dan berkualitas di masa depan.