TERKINI
Sengit dan Meriahkan HUT RI Ke-81, RW 002 Sabet Gelar Juara Turnamen Voli Putri Desa Bukit RanahRakornas Forkopimda di Batam, Dihadiri Bupati Bengkalis, Perkuat Sinergi PemerintahMeriahkan HUT RI, Kades Bukit Ranah, Firdaus Serahkan Bantuan 2 Bola Voli, Udo Ucapkan TerimakasihWarga Bukit Singkumbang Gelar Berbagai Perlombaan Sambut Hari Kemerdekaan RIBerikut Harga TBS Riau Periode 12-18 Agustus Disampaikan Disbunnak Keswan KamparJelang HUT RI Ke-81, Satpol PP dan DWP-UP Bagikan Bendera Merah Putih Gratis Kepada MasyarakatHUT Riau ke-69, PT Arara Abadi Salurkan Beasiswa bagi 40 Pelajar-Mahasiswa Suku SakaiPencarian Pemuda Tenggelam Melompat di Jembatan Rantau Merangin, Dihentikan Tim Sar BPBD KamparLantik Pengurus IDI Bengkalis, Kasmarni: Keterbatasan Anggaran Bukan Alasan Turunkan PelayananMeriahkan HUT RI Ke-81, Desa Bukit Ranah Gelar Turnamen Voli Putri dan Berbagai Lomba RakyatBRK Syariah Bangkinang Pastikan Dana CSR Masjid di Kampar Cair Agustus 2026GOW Kampar Peringati HAN Tahun 2026, Dengan Gelar Berbagai Kegiatan Di UPT SDN 012 Langgini

Masyarakat Sei Apit Layangkan Petisi Kepada 3 Instasi Dan Lembaga Pemkb Siak Terkait Sejarah Syarifa

Masyarakat Sei Apit Layangkan Petisi Kepada 3 Instasi Dan Lembaga Pemkb Siak Terkait Sejarah Syarifa

SIAK. Superriau.com - Hampir tiga minggu setelah Surat terbuka Tidak direspon pihak Camat dan LAM kec Sei Apit akhirnya perwakilan masyarakat sungai apit layangkan surat Petisi, 

" Pesiwelson " mewakili masyarakat sungai apit sampai saat ini masih mempertanyakan ke-Absahan Sejarah Syarifah Sembilan yang masih menjadi Kontroversi ditengah tengah masyarakat, dari awal surat terbuka pertama dan kedua serta Surat Dukungan dari Perhimpunan Mahasiswa Sungai Apit dengan nomor  surat 010/HIMASA/2020 yang mewakili sektor Intelektual muda sei apit  sebagai mediator yang meminta pihak Camat dan Lam Sei Apit segera membuat forum terbuka terkait permintaan yang disampaikan disurat terbuka pertama dan kedua di akun facebook wel rafa pada tanggal 23 september dan 1 oktober 2020 hingga hari ini belum juga direspon.


Sampai beredarnya Spanduk yang mengatas namakan Rakyat terpampang disudut jalan juga tidak diindahkan pihak terkait. " Kenapo macam ini pihak camat dan Lam kecamatan, macam tak peduli dengan hal hal macam ini, Apokah salah kalau masyarakat ingin tau Sejarah,kan cumo minta penjelasan apo susahnyo?. " Terang iwel saat dikonfirmasi oleh awak media.

Tepatnya pada tanggal Juma'at 9 Oktober lalu dilayangkanlah Petisi dengan mengatasnamakan masyarakat sei apit,Petisi ini diberinama Petisi sembilan,Alhamdulillah kita mendapat dukungan dari berbagai element masyarakat yang ikut menandatangani surat dukungan petisi tersebut, dan petisi sudah kita sampaikan ke tiga Instansi dan Lembaga di Kab siak,Bupati,DPRD dan Lam Kabupaten. dengan harapan para pejabat dan tetua lembaga juga peduli akan sejarah Siak yang kita cintai,dan segera mengambil langkah penyelesaian untuk meluruskan polemik yang sedang terjadi saat ini,sehingga para generasi muda dan anak cucu kita nanti paham akan sejarah yang sebenarnya sehingga tidak jadi benalu dipohon besar sejarah siak dan bisa bertanggung jawab untuk melestarikan sejarah budaya untuk mengangkat nama baik siak yang kita cintai ini,


Siak pada masa lalu dan sampai saat ini sangat dikenal dari semenanjung hingga ke eropa, sangat disayangkan kalau kita tidak bisa mempertanggung jawabkan sejarah kita sendiri imbuh iwel.

Sumber: Rilis