TERKINI
Rayakan Usia ke-56 dengan Karya, Wabup Kampar, Misharti Luncurkan Buku Berjudul Tenun AkarPenandatanganan Kerja Sama Pemkab dan Kejari, Perkuat Kepastian Hukum dan Tata Kelola PemerintahanWakili Wabup Kampar, Plt Kadisdikpora Letakkan Batu Pertama Pembangunan Asrama Ponpes Ibnu JarirWabup Kampar Bahas Rencana Jaringan Listrik Pasir Sialang, Pemerataan Penerangan Jadi PrioritasWakil Bupati Misharti Bidik Pasar Nasional, Olahan Ikan Patin dan Batik Kampar Didorong Naik KelasOperasi Patuh Lancang Kuning 2026, Satlantas Polres Kampar dan Samsat Bangkinang Gelar Ramp CheckDisdikpora Kampar Respons Kondisi Sekolah di Koto Kampar Hulu, Renovasi Dianggarkan 2027DPRD dan Pemkab Kampar Setujui 6 Ranperda, Ahmad Yuzar Tekankan Manfaat Nyata bagi MasyarakatDelapan Fraksi DPRD Kampar Sampaikan Pandangan, RAPBD 2027 Fokus Kebutuhan MasyarakatBupati Kampar Didampinggi Plt Disdikpora Temui Plt Gubernur Riau, Usulkan Pembangunan Lokal SD 017Perkuat Layanan Darurat, Bupati Kampar Serahkan Mobil Rescue untuk DamkarSekitar 38 Pegawai Tak Diperpanjang, BPKAD Kampar Tuntaskan Verifikasi Gaji PPPK Paruh Waktu Senin

Helikopter Milik PT NUH Hilang Kontak dalam Penerbangan dari Nabire Papua

Helikopter Milik PT NUH Hilang Kontak dalam Penerbangan dari Nabire Papua
Ilustrasi (foto tribun sumsel)

Jayapura - 

Satu unit helikopter milik PT National Utility Helicopters (NUH) dilaporkan hilang kontak ketika terbang dari Bandara Nabire, Papua. Kepala Bandara Nabire, M Nafiq menjelaskan, helikopter yang membawa tiga orang itu hilang kontak sejak pukul 10.16 WIB atau 12.06 WIT.

"Kita masih cek di lokasi, sudah ada sinyal emergency yang keluar. Tapi sinyal emergency itu bisa sengaja dihidupkan atau karena tabrakan, itu yang kita belum tahu," ujar Nafiq saat dihubungi, Kamis (17/9/2020).

Nafiq belum bisa memastikan dimana titik sinyal darurat yang dikeluarkan oleh helikopter PT NUH itu. Titik koordinatnya juga belum diketahui.

Heli Bell 212 milik PT NUH, menurut Nafiq tengah mengangkut kargo berupa bahan makanan. Rute penerbangan heli tersebut ada di sekitar Nabire hingga Paniai.

"Di dalam heli ada tiga orang dan infonya mereka bawa kargo bahan makanan. Heli itu terbang di satu area pegunungan, jadi dia mampir-mampir, satu hari itu dia terbang di area itu," kata Nafiq.

Dari informasi yang didapat, heli milik PT NUH terbang dari Nabire menuju kawasan Baya Biru, Kabupaten Paniai.

 

"Tadi kita sudah berangkatkan satu pesawat untuk mengecek lokasi itu, hanya cuaca mendung jadi kita tidak tahu apa bisa terlihat atau tidak. Kalau belum bisa, kita tunggu besok pagi atau siang kalau cuacanya bagus karena sekarang mendung, awannya rendah sekali. Kalau dipaksakan malah membahayakan yang nyari karena itu daerah pegunungan," sambung Nafiq.

Menurut dia, helikopter tersebut bisa saja melakukan pendaratan darurat karena kondisi cuaca atau ada gangguan pada mesin pesawat. Nafiq mengatakan hal itu biasa dilakukan apabila helikopter membutuhkan lahan terbuka untuk mendarat.

"Heli itu biasanya kalau ada tempat terbuka saat cuaca buruk dia mendarat sementara, karena mungkin dia tidak sempat kasih tahu dia nyalakan sinyal daruratnya supaya station-nya tahu dia ada di posisi itu, semoga itu yang terjadi," tutur Nafiq.

Sumber: Detiknews