TERKINI
JMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih BerkelanjutanProgres Fisik RLH 79 Unit Dinas Perkim Kampar Melampaui Target, Pencapaian Naik Signifikan 69 PersenHarga BBM Eceran Tembus Rp15 Ribu, GMNI Bengkalis Soroti Lemahnya Pengawasan Disperindag BengkalisKejar Target 100 Persen di Akhir Tahun, Dinas PUPR Kampar Fokus Percepatan dan Penyesuaian AnggaranDirektur Jenderal Pemasyarakatan RI Berikan Arahan, Jadi Penguat Kinerja Kanwil Ditjendpas RiauTim PBM LPPM Universitas Riau Akselerasi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Kelompok Tani Guyup RukunDinilai Gagal, GMNI Bengkalis Minta Bupati Evaluasi TAPD dan Ketua TAPD MundurNetty Mindrayani Siap Jalankan Amanah sebagai Plt. Ketua JMSI KamparPerkuat Sinergi, Kalapas Kelas IIA Pekanbaru Jalin Koordinasi dengan BNN dan Pengadilan Negeri

Peredaran Narkoba Riau Peringkat Kelima Di Indonesia

Peredaran Narkoba Riau Peringkat Kelima Di Indonesia

Hataminews, Riau - Miris dan mengkhawatirkan peredaran narkoba dan zat psikotropika lainnya di provinsi Riau berada pada peringkat kelima se-Indonesia. Hal itu disampaikan langsung Gubernur Riau Syamsuar di Balai Serindit Gubernuran,  Minggu (28/04/2019).

"Baru-baru ini saya mendapat informasi langsung dari Badan Narkotika Nasional (BNN) bahwa provinsi Riau berada di urutan kelima dalam hal peredaran narkoba dari 34 provinsi di Indonesia. Hal itu berdasarkan tangkapan peredaran narkoba dan jumlah pengguna jenis sabu dan ekstasi, "kata Syamsuar saat memberi sambutan pada pelantikan pengurus Barisan Muda Riau Bersatu (BMRB) se Provinsi Riau. 

Ditegaskan Gubri, peringkat kelima tersebut menandakan peredaran narkoba sudah pada tahap mengkhawatirkan dan harus dilakukan penanganan secara aktif termasuk peran serta masyarakat. Narkoba dan sejenisnya adalah senjata ampuh yang akan merusak moral dan mental rakyat terutama kalangan generasi muda yang menjadi sasaran pengedaran barang haram tersebut. 

Syamsuar menegaskan bahwa dirinya risau soal narkoba, karena sudah merambah semua kalangan masyarakat. Disebutnya,  saat dilakukan razia oleh Satpol PP ke warung Internet (warnet) ditemukan ditemukan alat hisap sabu (bong, red) di lokasi tersebut. Termasuk adanya anak kecil yang main warnet sampai dinihari, sehingga peran orang tua dan masyarakat juga diharapkan dalam mengawasi anaknya. 

"Di Pulau Bengkalis dan kepulauan Meranti narkoba masuk melalui pelabuhan-pelabuhan tikus di pulau tersebut. Setiap penangkapan petugas menyita sampai puluhan kilogram sabu,  dan baru-baru ini petugas BNN dari pusat berhasil menangkap peredaran narkoba mencapai 50 kilogram lebih.  Kita tidak bangga Riau peringkat lima peredaran narkoba di Indonesia, kalau bisa peringkat 34 dari 34 provinsi, " tukas Syamsuar lagi.(nal)