https://www.lenteranews.co

Disbunnak Kampar Turunkan Dokter Hewan ke Desa Kualu, Pastikan Penyebab Kematian Sapi

Disbunnak Kampar Turunkan Dokter Hewan ke Desa Kualu, Pastikan Penyebab Kematian Sapi

KAMPAR  – Dokter hewan dari Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar (Disbunnak Keswan) turun langsung ke Desa Kualu, Kecamatan Tambang, untuk memastikan penyebab kematian puluhan sapi sekaligus memperkuat langkah pencegahan penyakit di kalangan peternak.

Kepala Disbunnak Keswan Kabupaten Kampar, Marahalim, melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Kesehatan Hewan Azto, menjelaskan bahwa hingga saat ini penyebab pasti kematian hewan ternak tersebut belum dapat disimpulkan.

“Dokter hewan sudah turun ke Desa Kualu, Kecamatan Tambang. Namun, untuk kesimpulan penyakit yang menyebabkan sapi mati mendadak, belum bisa dipastikan,” ujar Azto, Jumat (1/3/2026).

Azto menerangkan, peristiwa kematian sapi terjadi sebelum Ramadan. Bangkai sapi yang mati telah lebih dahulu dikuburkan oleh peternak, sehingga menyulitkan petugas untuk mengambil sampel guna pemeriksaan laboratorium. Saat ini, pihak dinas masih mengumpulkan data dan keterangan dari para peternak.

Sebelumnya diberitakan, sedikitnya 20 ekor sapi milik warga di Desa Kualu mati mendadak dalam waktu singkat menjelang Ramadan. Kejadian tersebut membuat para peternak resah karena kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, sementara penyebab kematian belum diketahui secara pasti.

Kepala Desa Kualu, Darmawan, mengatakan pihak desa telah melaporkan kejadian tersebut kepada Disbunnak Keswan Kabupaten Kampar.

“Ada sekitar 20 ekor sapi yang mati mendadak. Kejadiannya sebelum bulan Ramadan. Kami sudah melaporkan hal ini ke dinas terkait,” ujar Darmawan, Rabu (25/2/2026).

Menurutnya, sebelum mati, sapi-sapi tersebut menunjukkan gejala seperti kehilangan nafsu makan dan mengeluarkan lendir dari mulut. Beberapa ekor bahkan sempat mendapatkan penanganan medis berupa suntikan dari petugas, namun tidak berhasil diselamatkan.

“Awalnya sapi tidak mau makan, lalu mulutnya mengeluarkan lendir. Sudah sempat disuntik beberapa kali, tetapi tetap mati,” jelasnya.

Komentar Via Facebook :