Lautan Anak Kemenakan Padati Rantau Kasai Jelang Ramadhan 2026

Lautan Anak Kemenakan Padati Rantau Kasai Jelang Ramadhan 2026

Rokan Hulu – Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H / 2026 M, Perkumpulan Masyarakat Rantau Kasai (PMRk) menggelar Silaturahmi Akbar yang mempertemukan seluruh anak kemenakan adat Melayu Rantau Kasai dalam satu ikatan persaudaraan.

‎ Kegiatan berlangsung penuh khidmat di Lembaga Kerapatan Adat Rantau Kasai, Minggu (15/2/2026).

‎Sebanyak 1.800 anak kemenakan hadir memadati lokasi acara.

‎Di antaranya terdapat 250 anak-anak di bawah usia 10 tahun serta 90 anak yatim piatu yang menjadi tamu istimewa dalam kegiatan penuh makna tersebut. Sejak awal hingga akhir acara, suasana haru, kebersamaan, dan kekhidmatan begitu terasa.

‎Momentum ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan peneguhan komitmen adat menjelang Ramadhan — bulan suci yang identik dengan persaudaraan, kepedulian, dan penguatan nilai-nilai keimanan.

‎Peubek Semangek : Simbol Hasil Perjuangan Tanah Ulayat
‎Dalam kesempatan penuh berkah itu, PMRk menyalurkan Peubek Semangek kepada masyarakat adat Melayu Rantau Kasai yang hadir.
‎Dana tersebut bersumber dari hasil pengelolaan Tanah Ulayat Rantau Kasai melalui PT RKG.

‎‎Penyaluran ini menjadi simbol nyata bahwa perjuangan mempertahankan hak atas Tanah Ulayat tidaklah sia-sia. Hasilnya kini kembali kepada anak kemenakan sebagai bentuk kesejahteraan bersama.

‎Raut wajah bahagia terlihat jelas, terutama pada anak-anak dan kaum dhuafa yang menerima Peubek Semangek. Bagi mereka, bantuan tersebut bukan hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi penguat semangat bahwa tanah pusaka leluhur tetap berdiri kokoh sebagai sumber kehidupan dan kebanggaan adat.

‎‎Seruan Tegas: Pantang Mundur Jaga Hak Ulayat dalam sambutannya, tiga Datuk Pucuk Suku, Payung Nogoi, bersama para tetua adat Melayu Rantau Kasai menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya menjaga persatuan dan marwah adat.
‎Mereka menyerukan kepada seluruh anak kemenakan agar tetap berpegang pada prinsip pantang mundur dalam mempertahankan hak atas Tanah Ulayat. Selain itu, masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi oleh upaya adu domba yang dapat memecah belah keutuhan adat.

‎“Kita berdiri hari ini karena persatuan. Jangan sampai perjuangan yang telah dirintis dengan air mata dan pengorbanan terpecah oleh perbedaan,” ujar salah satu tokoh adat di hadapan ribuan hadirin.

‎‎Seruan tersebut disambut dengan tekad dan semangat kebersamaan, mencerminkan soliditas masyarakat adat Melayu Rantau Kasai dalam menjaga warisan leluhur.

‎Komitmen Transparansi dan Pemerataan
‎Sebagai bentuk tanggung jawab, pengurus PMRk saat ini tengah melakukan penyempurnaan dan verifikasi data anak kemenakan. Langkah ini bertujuan memastikan pembagian hasil Tanah Ulayat di masa mendatang dapat dilakukan secara adil, transparan, dan merata.

‎Upaya tersebut menunjukkan keseriusan PMRk dalam menjaga amanah adat sekaligus memperkuat tata kelola yang profesional dan akuntabel.

‎‎Ramadhan sebagai Momentum Penguat Persaudaraan Silaturahmi Akbar ini menjadi penanda bahwa Ramadhan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang mempererat tali silaturahmi dan menguatkan solidaritas sosial.

‎‎Doa-doa dipanjatkan agar Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melindungi perjuangan masyarakat adat Melayu Rantau Kasai, memberikan kesehatan kepada para Datuk, tokoh masyarakat, serta menjaga keutuhan dan kedamaian kampung halaman.

‎Dengan semangat kebersamaan dan keyakinan yang tak tergoyahkan, masyarakat Rantau Kasai menyambut Ramadhan 2026 dengan tekad bulat: menjaga Tanah Ulayat, merawat persatuan, dan meneruskan perjuangan untuk anak cucu kemenakan di masa depan.[hnf]

Komentar Via Facebook :