TERKINI
Pencarian Pemuda Tenggelam Melompat di Jembatan Rantau Merangin, Dihentikan Tim Sar BPBD KamparLantik Pengurus IDI Bengkalis, Kasmarni: Keterbatasan Anggaran Bukan Alasan Turunkan PelayananMeriahkan HUT RI Ke-81, Desa Bukit Ranah Gelar Turnamen Voli Putri dan Berbagai Lomba RakyatBRK Syariah Bangkinang Pastikan Dana CSR Masjid di Kampar Cair Agustus 2026GOW Kampar Peringati HAN Tahun 2026, Dengan Gelar Berbagai Kegiatan Di UPT SDN 012 LangginiPembinaan LPKA Pekanbaru Berbuah Hasil, Mantan Anak Binaan Kini Sukses BekerjaMahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis dan Pemdes Gelar Aksi Penghijauan di Desa Tanjung KulimHujan Deras Rendam Pekanbaru, Dirlantas Polda Riau Turun Tangan Urai Kemacetan Bantu Pengendara MogoPemkab Rohil, KONI dan PSSI Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Sediakan Hidangan GratisDisbunnak Keswan Kampar Bantah Video Viral TikTok Terkait Jalan Produksi dan Bibit SawitHarga TBS Naik Lagi, Disbunnak Keswan Kampar Optimis Tingkatkan Kesejahteraan Petani LokalTingkatkan Kinerja Pemasyarakatan, Kanwil Ditjenpas Riau Gelar Rapat Teknis

Melayu Rantau Kasai Kompak Jaga Persatuan, Apresiasi Presisi Polri

Melayu Rantau Kasai Kompak Jaga Persatuan, Apresiasi Presisi Polri

ROKAN HULU — Masyarakat Adat Melayu Rantau Kasai mengimbau seluruh elemen masyarakat adat Melayu di Provinsi Riau untuk tetap bersatu padu dan tidak mudah terprovokasi oleh kepentingan pihak-pihak tertentu yang berpotensi memecah belah persaudaraan sesama anak negeri pada sabtu 31/01/2026.

‎Imbauan tersebut disampaikan melalui para tokoh adat, datuk-datuk,serta perwakilan anak kemenakan Adat Melayu Rantau Kasai, menyikapi dinamika yang berkembang terkait keberadaan PT Agrinas yang dinilai telah memicu ketegangan sosial serta berdampak pada situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Rokan Hulu dan Provinsi Riau secara umum.

‎Tokoh adat Rantau Kasai  M. Jamil Sebagai Dubalang,menegaskan bahwa perjuangan masyarakat adat adalah perjuangan bermartabat yang berlandaskan hukum adat, musyawarah, dan kearifan lokal, bukan dengan cara saling mengadu domba antar sesama masyarakat adat Melayu.

‎‎“Kami mengimbau seluruh masyarakat adat Melayu di Riau agar tetap bersatu, tidak terpecah belah, dan tidak terjebak dalam konflik horizontal yang dapat merugikan kita semua,” ujar Jamil.

‎Pada kesempatan yang sama, Masyarakat Adat Melayu Rantau Kasai yang terdiri dari kurang lebih 5.000 anak kemenakan juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Kepolisian Republik Indonesia atas dedikasi dan profesionalisme dalam menjaga kamtibmas.

‎Apresiasi tersebut ditujukan kepada Kapolsek Tambusai Utara, Kapolsek Tambusai, Kapolres Rokan Hulu beserta jajaran, hingga Kapolda Riau, yang dinilai telah menjalankan tugas secara presisi, profesional, dan tidak berpihak kepada kepentingan manapun.

‎‎“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Polri yang telah hadir sebagai pengayom masyarakat, menjaga keamanan dengan adil tanpa membedakan status maupun golongan,” Ujar Dubalang persukuan rantau Kasai ini.

‎Masyarakat adat berharap seluruh pihak dapat menahan diri, mengedepankan dialog, serta menyerahkan proses hukum dan penyelesaian konflik kepada mekanisme yang berlaku, demi terjaganya stabilitas keamanan dan keharmonisan sosial di Bumi Melayu Riau.

‎Sebagai penutup, masyarakat adat menyatakan komitmennya untuk terus menjaga kedamaian, persatuan, dan marwah adat Melayu sebagai warisan leluhur.

‎“Bravo Polri,” tutup pernyataan Masyarakat Adat Melayu Rantau Kasai.