TERKINI
Pencarian Pemuda Tenggelam Melompat di Jembatan Rantau Merangin, Dihentikan Tim Sar BPBD KamparLantik Pengurus IDI Bengkalis, Kasmarni: Keterbatasan Anggaran Bukan Alasan Turunkan PelayananMeriahkan HUT RI Ke-81, Desa Bukit Ranah Gelar Turnamen Voli Putri dan Berbagai Lomba RakyatBRK Syariah Bangkinang Pastikan Dana CSR Masjid di Kampar Cair Agustus 2026GOW Kampar Peringati HAN Tahun 2026, Dengan Gelar Berbagai Kegiatan Di UPT SDN 012 LangginiPembinaan LPKA Pekanbaru Berbuah Hasil, Mantan Anak Binaan Kini Sukses BekerjaMahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis dan Pemdes Gelar Aksi Penghijauan di Desa Tanjung KulimHujan Deras Rendam Pekanbaru, Dirlantas Polda Riau Turun Tangan Urai Kemacetan Bantu Pengendara MogoPemkab Rohil, KONI dan PSSI Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Sediakan Hidangan GratisDisbunnak Keswan Kampar Bantah Video Viral TikTok Terkait Jalan Produksi dan Bibit SawitHarga TBS Naik Lagi, Disbunnak Keswan Kampar Optimis Tingkatkan Kesejahteraan Petani LokalTingkatkan Kinerja Pemasyarakatan, Kanwil Ditjenpas Riau Gelar Rapat Teknis

Kaum Ibu Adat Melayu Rantau Kasai Kecam Keras Tuduhan Oknum PT Agrinas

Kaum Ibu Adat Melayu Rantau Kasai Kecam Keras Tuduhan Oknum PT Agrinas

‎‎Rokan Hulu — Kaum ibu dari anak kemenakan Adat Melayu Rantau Kasai menyampaikan kecaman keras terhadap isu dan tuduhan provokatif yang dilontarkan oleh oknum dari pihak PT Agrinas.

‎‎Tuduhan tersebut dinilai tidak berdasar, menyesatkan, serta mencederai marwah dan kehormatan masyarakat adat.

‎‎Pernyataan tegas itu disampaikan oleh Ibu Nurma Yanti, yang mewakili kaum ibu Adat Melayu Rantau Kasai.

‎Ia mengecam tudingan sepihak yang menyebut anak kemenakan adat sebagai penjarah serta menuduh perjuangan yang dilakukan didasari kepentingan pribadi maupun kelompok luar.

‎‎“Sebagai kaum ibu, kami sangat tersinggung dan terluka atas tuduhan tersebut. Anak kemenakan kami tidak pernah melakukan penjarahan. Mereka berjuang mempertahankan hak, martabat, dan wilayah adat yang telah diwariskan secara turun-temurun,” tegas Nurma Yanti.

‎‎Ia menilai tuduhan tersebut tidak hanya keliru, tetapi juga berpotensi besar memicu konflik sosial di tengah masyarakat.

‎‎Kaum ibu adat menduga pernyataan itu merupakan upaya membenturkan masyarakat adat dengan pihak lain, yang dapat merusak keharmonisan dan ketenteraman sosial.

‎‎“Isu seperti ini sangat berbahaya. Jangan sampai masyarakat adat dijadikan kambing hitam atau diposisikan sebagai pihak yang bersalah, padahal perjuangan yang dilakukan adalah murni hak adat,” tambahnya.

‎‎Kaum ibu Adat Melayu Rantau Kasai menegaskan bahwa perjuangan anak kemenakan tidak pernah ditunggangi kepentingan pribadi, kelompok luar, maupun kepentingan politik. Seluruh langkah yang ditempuh merupakan bentuk mempertahankan hak ulayat dan harga diri sebagai masyarakat adat.

‎‎Atas pernyataan yang dinilai mencederai perasaan dan kehormatan masyarakat adat tersebut, kaum ibu bersama anak kemenakan Adat Melayu Rantau Kasai menuntut klarifikasi terbuka dan pertanggungjawaban dari pihak yang telah melontarkan tuduhan.

‎‎“Kami meminta agar pihak terkait segera meluruskan pernyataan yang telah beredar. Jangan biarkan fitnah ini berkembang dan memperkeruh suasana,” pungkas Nurma Yanti.

‎‎Masyarakat adat berharap semua pihak dapat bersikap bijak, menghormati keberadaan dan hak masyarakat adat, serta mengedepankan dialog yang damai demi menjaga stabilitas dan keadilan sosial di wilayah Rantau Kasai.[hnf]