TERKINI
Harga BBM Eceran Tembus Rp15 Ribu, GMNI Bengkalis Soroti Lemahnya Pengawasan Disperindag BengkalisKejar Target 100 Persen di Akhir Tahun, Dinas PUPR Kampar Fokus Percepatan dan Penyesuaian AnggaranDirektur Jenderal Pemasyarakatan RI Berikan Arahan, Jadi Penguat Kinerja Kanwil Ditjendpas RiauTim PBM LPPM Universitas Riau Akselerasi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Kelompok Tani Guyup RukunDinilai Gagal, GMNI Bengkalis Minta Bupati Evaluasi TAPD dan Ketua TAPD MundurNetty Mindrayani Siap Jalankan Amanah sebagai Plt. Ketua JMSI KamparPerkuat Sinergi, Kalapas Kelas IIA Pekanbaru Jalin Koordinasi dengan BNN dan Pengadilan NegeriMenteri Imigrasi dan Imipas RI Berikan Arahan Virtual ke Kanwil Ditjenpas RiauJelang Hari Keselamatan Berlalu Lintas 2026, Polantas Karib Rangkul Ojol: Edukasi KeselamatanTHM Menjamur, LSM Bara Api Desak Gubri dan Pemko Bongkar Izin Hollywood - DragonPenanganan Karhutla di Kampar Dilaporkan Kondisi Nol Hotspot Titik Panas Berkat KerjasamaDPC GMNI Bongkar Penyebab Tunda Bayar Bengkalis: Utang Rp923,9 Miliar Bebani APBD 2024-2026

Demi Masa Depan Rohul Sehat, Bupati Anton Bahas Penanganan HIV/AIDS dengan KPA Riau

Demi Masa Depan Rohul Sehat, Bupati Anton Bahas Penanganan HIV/AIDS dengan KPA Riau

Rohul - Bupati Rokan Hulu (Rohul) Anton, S.T, M.M menerima audiensi  Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Riau terkait sosialisasi dan penanggulangan di Rohul, di Ruang Kerja Bupati pada Rabu (03/09/2025). 

Audiensi ini dihadiri oleh Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Riau dr. Wildan Ashfan, M.Kes, Kadinkes Rohul, Drg. Septien Asmarwiati M.Kes, dan pihak terkait lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Anton menyampaikan fokus utama dalam penanggulangan HIV/AIDS di Rohul adalah pencegahan dan sosialisasi. Ia menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS.

"Hingga saat ini Pemerintah melalui Satpol PP dan pihak terkait sedang gencar dalam menanggulangi HIV/AIDS melalui Operasi Pekat, dibutuhkan juga peran aktif Dinkes melaui Puskesmas nantinya agar sosialisasi dapat maksimal hingga ke masyarakat." ujar Bupati Rohul.

Bupati Anton juga menyampaikan hasil audiensi hari ini juga membahas tentang kejelasan tugas, pokok dan fungsi dari Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Rohul, serta pembentukan sekretariat di Rohul agar kedepannya pencegahan HIV/AIDS dapat teratasi dengan maksimal.

Ditempat yang sama, Dr. Wildan Ashfan M.Kes menyampaikan bahwa saat ini terdapat kecenderungan peningkatan kasus HIV/AIDS di Provinsi Riau, dengan lebih dari 1.000 kasus pada tahun 2024. 

"Pada tahun 2023 kasus HIV/AIDS di Provinsi Riau dibawah 1.000 kasus, namun dari data 2024 telah ditemukan 1.000 kasus lebih sehingga pencegahan dan sosialisasi harus segera dilaksanakan." ujar Wildan.

Sementara itu, Kadinkes Rohul, Drg. Septien Asmarwiati M.Kes, menyampaikan bahwa dari Januari hingga Juni 2025 Dinkes Rohul telah melaksanakan screening kasus, Berdasarkan data dari 2016 hingga saat ini terdapat 137 kasus HIV dan 130 kasus AIDS. (MCDiskominfo).