TERKINI
Jelang Hari Keselamatan Berlalu Lintas 2026, Polantas Karib Rangkul Ojol: Edukasi KeselamatanTHM Menjamur, LSM Bara Api Desak Gubri dan Pemko Bongkar Izin Hollywood - DragonPenanganan Karhutla di Kampar Dilaporkan Kondisi Nol Hotspot Titik Panas Berkat KerjasamaDPC GMNI Bongkar Penyebab Tunda Bayar Bengkalis: Utang Rp923,9 Miliar Bebani APBD 2024-2026Pemadaman Titik Api di Lahan Desa Rimbo Panjang, Bupati Didampingi Wabup Turun LangsungPekan Ceria Didikan Subuh, Tingkatkan Semangat dan Kreativitas Anak di Desa Renak DungunPuncak HUT RI ke-81 di RW 03 Keramat Sakti Berlangsung Meriah, Dihadiri Anggota DPR RI, Syahrul AidiMerah Putih Berkibar di Senja Hari, Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Rokan Hulu Berjalan SuksesKhidmat dan Megah, Pemkab Rokan Hulu Gelar Upacara Puncak Peringatan HUT RI ke-81Upacara Bendera Peringatan HUT RI Ke-81 Tahun 2026 Dipimpin Bupati Kampar, YuzarDesa Pulau Sarak Meriahkan Hari Kemerdekaan Dengan Pawai dan Santunan Anak Yatim Serta Makan BersamaFestival Anak Sholeh Digelar Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dorong Generasi Islami

Tim Peneliti Riset Penguatan Kapasitas Dosen Muda UNRI, Melakukan Penelitian di Desa Okura Rumbai

Dorong Pembangunan Kelanjutan Pengembangan Desa Wisata

Tim Peneliti Riset Penguatan Kapasitas Dosen Muda UNRI, Melakukan Penelitian di Desa Okura Rumbai

PEKANBARU – Desa Okura, yang terletak di Kecamatan Rumbai Timur, Kota Pekanbaru, tengah menjadi sorotan sebagai salah satu desa wisata yang memiliki banyak potensi.

Tim Peneliti Riset Penguatan Kapasitas Dosen Muda UNRI, yang diketuai oleh Risky Arya Putri, S.Sos, M.Si, dan anggota yakni Frini Karina Andini, S.AB, M.AB, Nurul Mustaqimmah, S.Ikom, M.Soc, Sc, dan Riau Nurita, M.Par sebagai akademisi yang meneliti didesa Okura, mengedepankan konsep sociopreneurship untuk mendorong pembangunan berkelanjutan terkait pengembangan desa wisata Okura. 

Melalui pendekatan pentahelix, Desa Okura berupaya menghadirkan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media dalam mengembangkan potensi wisata berbasis kearifan lokal.

Menurut Risky Arya Putri, S.Sos, M.Si mengatakan, konsep sociopreneur yang diterapkan tidak hanya berfokus pada peningkatan sektor pariwisata, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat, sehingga nilai-nilai sosial dan ekonomi tetap dikedepankan. 

"Masyarakat dilibatkan secara langsung dalam pengelolaan objek wisata, pengembangan ekonomi kreatif, hingga usaha berbasis perikanan dan agrowisata," kata Ketua Tim Peneliti Riset Penguatan Kapasitas Dosen Muda UNRI, Risky Arya Putri, S.Sos, M.Si, Rabu (27/8/25).

Ia mengemukakan, dalam hal potensi ekonomi ada beberapa kelompok usaha seperti kelompok Pengrajin Lidi Sawit (PIRLI) dan kelompok PKK yang memulai buka usaha makanan khas serta berbagai kelompok lain yang tergabung dalam Pokdarwis Desa Okura.

"Dengan begitu, kegiatan wisata tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi, tetapi juga menciptakan inklusi sosial yang memberdayakan seluruh lapisan masyarakat," bebernya.

Melalui dukungan berbagai pihak, Desa Okura kini mengembangkan berbagai destinasi, mulai dari wisata alam tepian Sungai Siak, kebun buah, hingga atraksi budaya Melayu.

Keterlibatan akademisi dalam memberikan pendampingan riset dan pelatihan, serta dukungan dunia usaha dalam penguatan ekonomi lokal, turut memperkuat posisi Desa Okura sebagai destinasi wisata unggulan.

“Pendekatan pentahelix ini menjadi kunci agar pengembangan pariwisata tidak hanya bersifat sementara, tetapi berkelanjutan dan inklusif,” ujar Arie selaku penggagas dari Jaringan Desa Wisata (Jadesta) Pekanbaru.

Dengan strategi ini, Desa Okura diharapkan mampu menjadi contoh model desa wisata berbasis sociopreneurship yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal.***

Sumber: Risky