TERKINI
Penandatanganan Kerja Sama Pemkab dan Kejari, Perkuat Kepastian Hukum dan Tata Kelola PemerintahanWakili Wabup Kampar, Plt Kadisdikpora Letakkan Batu Pertama Pembangunan Asrama Ponpes Ibnu JarirWabup Kampar Bahas Rencana Jaringan Listrik Pasir Sialang, Pemerataan Penerangan Jadi PrioritasWakil Bupati Misharti Bidik Pasar Nasional, Olahan Ikan Patin dan Batik Kampar Didorong Naik KelasOperasi Patuh Lancang Kuning 2026, Satlantas Polres Kampar dan Samsat Bangkinang Gelar Ramp CheckDisdikpora Kampar Respons Kondisi Sekolah di Koto Kampar Hulu, Renovasi Dianggarkan 2027DPRD dan Pemkab Kampar Setujui 6 Ranperda, Ahmad Yuzar Tekankan Manfaat Nyata bagi MasyarakatDelapan Fraksi DPRD Kampar Sampaikan Pandangan, RAPBD 2027 Fokus Kebutuhan MasyarakatBupati Kampar Didampinggi Plt Disdikpora Temui Plt Gubernur Riau, Usulkan Pembangunan Lokal SD 017Perkuat Layanan Darurat, Bupati Kampar Serahkan Mobil Rescue untuk DamkarSekitar 38 Pegawai Tak Diperpanjang, BPKAD Kampar Tuntaskan Verifikasi Gaji PPPK Paruh Waktu SeninDukung Pengembangan Wisata Buluh Cina, Edi Basri Tekankan Pelestarian Budaya dan Mitigasi Banjir

Syahdu dibalik Jeruji Warga Binaan Lapas Pasir Pengaraian Khusyuk mengaji Bersama Ustadz

Syahdu dibalik Jeruji Warga Binaan Lapas Pasir Pengaraian Khusyuk mengaji Bersama Ustadz

Pasir Pengaraian - Suasana haru dan syahdu terasa di Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian saat lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema dari ruang ibadah Masjid At-Taubah Lapas Pasir Pengaraian. Warga binaan, dengan penuh ketulusan, mengikuti pengajian dan belajar membaca Al-Qur’an bersama ustadz dari luar lapas pada Kamis, (28/08/2025).

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan menjadi oase rohani bagi para warga binaan yang tengah menjalani masa pembinaan. Satu per satu warga binaan memperhatikan dengan seksama setiap petunjuk sang ustadz, berusaha memperbaiki bacaan.

Kalapas Kelas IIB Pasir Pengaraian, Efendi Parlindungan Purba melalui Kasi Binadik dan Giatja, Sunu Istiqomah Danu menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan seperti ini menjadi salah satu pilar penting pembinaan di dalam lapas. 

“Al-Qur’an adalah cahaya yang menuntun hati. Kami ingin warga binaan mendapatkan pencerahan, kekuatan, dan harapan baru agar ketika keluar nanti, mereka kembali ke masyarakat dengan membawa nilai-nilai kebaikan,” ungkapnya penuh harap.

Kehadiran ustadz dari luar lapas juga memberikan warna tersendiri. Dengan penuh kesabaran, beliau membimbing warga binaan dari dasar hingga tajwid yang benar. Tidak sedikit warga binaan yang baru pertama kali mendalami Al-Qur’an secara serius. Dalam keterbatasan ruang dan waktu, mereka justru menemukan ketenangan yang selama ini dirindukan.

Dengan langkah pembinaan rohani seperti ini, Lapas Pasir Pengaraian berharap dapat mengantarkan warga binaannya pada perubahan sejati dari kegelapan menuju cahaya, dari penyesalan menuju keberkahan hidup selamat dunia akhirat.

(Humas Lpasian)