TERKINI
HUT Riau ke-69, PT Arara Abadi Salurkan Beasiswa bagi 40 Pelajar-Mahasiswa Suku SakaiPencarian Pemuda Tenggelam Melompat di Jembatan Rantau Merangin, Dihentikan Tim Sar BPBD KamparLantik Pengurus IDI Bengkalis, Kasmarni: Keterbatasan Anggaran Bukan Alasan Turunkan PelayananMeriahkan HUT RI Ke-81, Desa Bukit Ranah Gelar Turnamen Voli Putri dan Berbagai Lomba RakyatBRK Syariah Bangkinang Pastikan Dana CSR Masjid di Kampar Cair Agustus 2026GOW Kampar Peringati HAN Tahun 2026, Dengan Gelar Berbagai Kegiatan Di UPT SDN 012 LangginiPembinaan LPKA Pekanbaru Berbuah Hasil, Mantan Anak Binaan Kini Sukses BekerjaMahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis dan Pemdes Gelar Aksi Penghijauan di Desa Tanjung KulimHujan Deras Rendam Pekanbaru, Dirlantas Polda Riau Turun Tangan Urai Kemacetan Bantu Pengendara MogoPemkab Rohil, KONI dan PSSI Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Sediakan Hidangan GratisDisbunnak Keswan Kampar Bantah Video Viral TikTok Terkait Jalan Produksi dan Bibit SawitHarga TBS Naik Lagi, Disbunnak Keswan Kampar Optimis Tingkatkan Kesejahteraan Petani Lokal

Mengingat Kondisi Narkoba yang Merah Darurat, Ketum INPERALIS Desak Bupati Segera Dirikan BNNK

Mengingat Kondisi Narkoba yang Merah Darurat, Ketum INPERALIS Desak Bupati Segera Dirikan BNNK

BENGKALIS — Nur Fajri Hermawan, Ketua Umum Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kecamatan Bengkalis (INPERALIS), secara tegas mendesak Bupati Kasmarni untuk segera mendirikan **Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK)** di Bengkalis. Desakan ini muncul karena kondisi penyalahgunaan narkoba di daerah ini telah mencapai tingkat kecemasan nasional.

Fajri menyoroti beberapa kasus terkini yang sangat memprihatinkan, salah satunya peredaran dan penggunaan narkoba di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bengkalis. Meskipun hasil tes urine pada awal Februari 2025 menunjukkan semua pegawai Lapas negatif, muncul kabar bahwa ada petugas sebelumnya terindikasi positif dan bahkan diduga terlibat. Situasi ini menjadi alarm bahwa ketiadaan BNNK membuat respons penanggulangan menjadi terbatas. Data terbaru dari Satresnarkoba Polres Bengkalis menunjukkan angka penindakan meningkat signifikan. Maraknya jalur laut dan pelabuhan tikus di pesisir menjadikan wilayah kami sebagai zona merah peredaran narkoba.

Menurut Fajri, keberadaan BNNK adalah kebutuhan darurat. Ketiadaannya tidak hanya memperlambat penegakan hukum dan rehabilitasi, tetapi juga meningkatkan risiko penyalahgunaan di seluruh lini masyarakat. 

“Kami meminta Bupati Kasmarni memfasilitasi pembentukan BNNK Bengkalis. Saat ini, penanganan melalui Dumai belum cukup efektif.” ucap Fajri.

Dorongan ini menyoroti kebutuhan mendesak untuk mendirikan BNNK di Bengkalis. Dengan keberadaan lembaga ini, diharapkan proses pencegahan, penindakan, dan rehabilitasi narkoba dapat berjalan lebih cepat dan terstruktur—menjadi garda depan menjaga generasi dan kualitas hidup masyarakat Negeri Junjungan. (Rhmt)