TERKINI
Dishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan SI OCU PARKIR KAMPAR, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiDirgahayu Harhubnas 2026, Kadis Aidil: Pentingnya Perhubungan Mendukung Aktivitas MasyarakatKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka BupatiJMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih BerkelanjutanProgres Fisik RLH 79 Unit Dinas Perkim Kampar Melampaui Target, Pencapaian Naik Signifikan 69 PersenHarga BBM Eceran Tembus Rp15 Ribu, GMNI Bengkalis Soroti Lemahnya Pengawasan Disperindag BengkalisKejar Target 100 Persen di Akhir Tahun, Dinas PUPR Kampar Fokus Percepatan dan Penyesuaian AnggaranDirektur Jenderal Pemasyarakatan RI Berikan Arahan, Jadi Penguat Kinerja Kanwil Ditjendpas Riau

Warga Binaan Lapas Antusias Belajar dan Membaca

Warga Binaan Lapas Antusias Belajar dan Membaca

Pasir Pengaraian - Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memberantas buta aksara, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pengaraian terus mendorong kegiatan positif di lingkungan warga binaan. Salah satu kegiatan yang aktif berlangsung adalah kegiatan belajar mengajar dan membaca di perpustakaan Lapas, yang menjadi bagian dari Program Brantas Buta Aksara. Selasa, (27/05/2025).

Kegiatan ini tidak hanya melibatkan petugas Lapas, tetapi juga difasilitasi oleh warga binaan yang memiliki kemampuan membaca dan menulis, bertindak sebagai pengajar sukarela bagi sesama warga binaan yang belum “melek huruf”. Proses pembelajaran ini dilakukan di ruang perpustakaan, yang telah dilengkapi dengan berbagai buku bacaan, alat tulis, dan sarana belajar lainnya.

Kepala Lapas Pasir Pengaraian, Efendi Parlindungan Purba, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat belajar para warga binaan.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa semangat untuk berubah dan menjadi lebih baik itu nyata. Warga binaan yang dulu belum bisa membaca, kini mulai lancar mengeja dan menulis. Bahkan pengajarnya adalah sesama warga binaan, ini membuktikan bahwa semangat gotong royong masih hidup di balik tembok Lapas,” ujar beliau.

Program Brantas Buta Aksara ini telah berlangsung selama beberapa bulan dan menunjukkan hasil yang signifikan. Beberapa warga binaan kini sudah mampu menulis, membaca dengan mengeja dan berhitung dasar. Kegiatan pun menjadi rutinitas harian di perpustakaan, yang kini lebih ramai dan hidup.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian berharap para warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan bekal pendidikan dan semangat baru untuk menjalani hidup yang lebih baik setelah bebas nanti.

“Ini sejalan dengan Arahan dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bapak Agus Andrianto, Dirjen Pas Bapak Mashudi, dan Kepala Kanwil Ditjenpas Riau Bapak Maizar yaitu agar terus meningkatkan dan ber inovasi dalam pembinaan warga binaan”. Tutup Kalapas.

Sumber : Humas Lpasian

Penulis  : Hnf