TERKINI
HUT Riau ke-69, PT Arara Abadi Salurkan Beasiswa bagi 40 Pelajar-Mahasiswa Suku SakaiPencarian Pemuda Tenggelam Melompat di Jembatan Rantau Merangin, Dihentikan Tim Sar BPBD KamparLantik Pengurus IDI Bengkalis, Kasmarni: Keterbatasan Anggaran Bukan Alasan Turunkan PelayananMeriahkan HUT RI Ke-81, Desa Bukit Ranah Gelar Turnamen Voli Putri dan Berbagai Lomba RakyatBRK Syariah Bangkinang Pastikan Dana CSR Masjid di Kampar Cair Agustus 2026GOW Kampar Peringati HAN Tahun 2026, Dengan Gelar Berbagai Kegiatan Di UPT SDN 012 LangginiPembinaan LPKA Pekanbaru Berbuah Hasil, Mantan Anak Binaan Kini Sukses BekerjaMahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis dan Pemdes Gelar Aksi Penghijauan di Desa Tanjung KulimHujan Deras Rendam Pekanbaru, Dirlantas Polda Riau Turun Tangan Urai Kemacetan Bantu Pengendara MogoPemkab Rohil, KONI dan PSSI Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Sediakan Hidangan GratisDisbunnak Keswan Kampar Bantah Video Viral TikTok Terkait Jalan Produksi dan Bibit SawitHarga TBS Naik Lagi, Disbunnak Keswan Kampar Optimis Tingkatkan Kesejahteraan Petani Lokal

Warga Binaan Lapas Antusias Belajar dan Membaca

Warga Binaan Lapas Antusias Belajar dan Membaca

Pasir Pengaraian - Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memberantas buta aksara, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pengaraian terus mendorong kegiatan positif di lingkungan warga binaan. Salah satu kegiatan yang aktif berlangsung adalah kegiatan belajar mengajar dan membaca di perpustakaan Lapas, yang menjadi bagian dari Program Brantas Buta Aksara. Selasa, (27/05/2025).

Kegiatan ini tidak hanya melibatkan petugas Lapas, tetapi juga difasilitasi oleh warga binaan yang memiliki kemampuan membaca dan menulis, bertindak sebagai pengajar sukarela bagi sesama warga binaan yang belum “melek huruf”. Proses pembelajaran ini dilakukan di ruang perpustakaan, yang telah dilengkapi dengan berbagai buku bacaan, alat tulis, dan sarana belajar lainnya.

Kepala Lapas Pasir Pengaraian, Efendi Parlindungan Purba, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat belajar para warga binaan.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa semangat untuk berubah dan menjadi lebih baik itu nyata. Warga binaan yang dulu belum bisa membaca, kini mulai lancar mengeja dan menulis. Bahkan pengajarnya adalah sesama warga binaan, ini membuktikan bahwa semangat gotong royong masih hidup di balik tembok Lapas,” ujar beliau.

Program Brantas Buta Aksara ini telah berlangsung selama beberapa bulan dan menunjukkan hasil yang signifikan. Beberapa warga binaan kini sudah mampu menulis, membaca dengan mengeja dan berhitung dasar. Kegiatan pun menjadi rutinitas harian di perpustakaan, yang kini lebih ramai dan hidup.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian berharap para warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan bekal pendidikan dan semangat baru untuk menjalani hidup yang lebih baik setelah bebas nanti.

“Ini sejalan dengan Arahan dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bapak Agus Andrianto, Dirjen Pas Bapak Mashudi, dan Kepala Kanwil Ditjenpas Riau Bapak Maizar yaitu agar terus meningkatkan dan ber inovasi dalam pembinaan warga binaan”. Tutup Kalapas.

Sumber : Humas Lpasian

Penulis  : Hnf