TERKINI
Dishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan SI OCU PARKIR KAMPAR, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiDirgahayu Harhubnas 2026, Kadis Aidil: Pentingnya Perhubungan Mendukung Aktivitas MasyarakatKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka BupatiJMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih BerkelanjutanProgres Fisik RLH 79 Unit Dinas Perkim Kampar Melampaui Target, Pencapaian Naik Signifikan 69 PersenHarga BBM Eceran Tembus Rp15 Ribu, GMNI Bengkalis Soroti Lemahnya Pengawasan Disperindag BengkalisKejar Target 100 Persen di Akhir Tahun, Dinas PUPR Kampar Fokus Percepatan dan Penyesuaian AnggaranDirektur Jenderal Pemasyarakatan RI Berikan Arahan, Jadi Penguat Kinerja Kanwil Ditjendpas Riau

Cegah Tuberkulosis Lapas Pasir Pengaraian Lakukan Skrining Kesehatan

Cegah Tuberkulosis Lapas Pasir Pengaraian Lakukan Skrining Kesehatan

Pasir Pengaraian – Cegah dan antisipasi penyakit Tuberculosis (TB) di lingkungan Blok hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pasir Pengaraian melalui Tim Kesehatan Klinik Pratama lakukan Skrining pada Sabtu (24/5/2025).

Kegiatan diawali dengan pendataan WBP oleh tim Klinik Pratama. Kemudian dilakukan pengambilan Sampel dahak.

Kepala Lapas Pasir Pengaraian Efendi Parlindungan Purba melalui Kepala Seksi Binadik dan Giatja Sunu Istiqomah Danu mengatakan, dengan adanya skirining ini dapat diketahui lebih cepat apabila ada Warga Binaan yang teridentifikasi TB.

“Lingkungan Lapas yang tertutup dan padat menjadikan skrining TB sebagai langkah penting dalam deteksi dini dan pencegahan penyebaran penyakit. Semua warga binaan yang menunjukkan gejala dilakukan pemeriksaan lebih lanjut”. jelas Sunu.

Sampel dahak yang dikumpulkan dari warga binaan kemudian dikirimkan ke Laboratorium RSUD Rokan Hulu untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan diagnosis secara akurat.

Selain pengambilan sampel, kegiatan ini juga diisi dengan penyuluhan. Edukasi dilakukan secara langsung agar warga binaan lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan tidak malu untuk melapor jika mengalami gejala.

Sunu juga berharap, melalui kegiatan ini, kasus TB di dalam Lapas dapat terdeteksi lebih awal sehingga penanganannya bisa dilakukan secara cepat dan tepat. Klinik Pratama juga berkomitmen untuk terus melanjutkan program pencegahan penyakit menular secara berkala sebagai bentuk perlindungan kesehatan bagi seluruh warga binaan.

Kemudian, giat ini juga sejalan dengan arahan dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bapak Agus Andrianto, juga dari Dirjenpas Bapak Mashudi dan juga arahan dari Kakanwil Ditjenpas Riau Bapak Maizar perihal pemenuhan hak-hak WBP dan Kesehatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan.

(Humas/FR)