TERKINI
Harga BBM Eceran Tembus Rp15 Ribu, GMNI Bengkalis Soroti Lemahnya Pengawasan Disperindag BengkalisKejar Target 100 Persen di Akhir Tahun, Dinas PUPR Kampar Fokus Percepatan dan Penyesuaian AnggaranDirektur Jenderal Pemasyarakatan RI Berikan Arahan, Jadi Penguat Kinerja Kanwil Ditjendpas RiauTim PBM LPPM Universitas Riau Akselerasi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Kelompok Tani Guyup RukunDinilai Gagal, GMNI Bengkalis Minta Bupati Evaluasi TAPD dan Ketua TAPD MundurNetty Mindrayani Siap Jalankan Amanah sebagai Plt. Ketua JMSI KamparPerkuat Sinergi, Kalapas Kelas IIA Pekanbaru Jalin Koordinasi dengan BNN dan Pengadilan NegeriMenteri Imigrasi dan Imipas RI Berikan Arahan Virtual ke Kanwil Ditjenpas RiauJelang Hari Keselamatan Berlalu Lintas 2026, Polantas Karib Rangkul Ojol: Edukasi KeselamatanTHM Menjamur, LSM Bara Api Desak Gubri dan Pemko Bongkar Izin Hollywood - DragonPenanganan Karhutla di Kampar Dilaporkan Kondisi Nol Hotspot Titik Panas Berkat KerjasamaDPC GMNI Bongkar Penyebab Tunda Bayar Bengkalis: Utang Rp923,9 Miliar Bebani APBD 2024-2026

Dua Ekor Sapi Bali Terserang PMK, Disbunnak Keswan Kampar Lakukan Upaya Terapi dan Isolasi

Dua Ekor Sapi Bali Terserang PMK, Disbunnak Keswan Kampar Lakukan Upaya Terapi dan Isolasi
Ilustrasi (net)

KAMPAR - Dua ekor sapi Bali di Desa Kemang Indah, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar suspek terserang penyakit mulut dan kuku (PMK).  

Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar Marahalim melalui Plt Kabid Kesehatan Hewan Taufik Bahar menjelaskan, ada dua ekor sapi Bali di Desa Kemang Indah, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar suspek terjangkit PMK.

"Dua ekor sapi Bali yang suspek PMK sudah diterapi oleh dokter hewan  Eko Cahyono dan sekarang sudah bagus perkembangan  dan mulai sembuh," jelas Taufik Bahar, Rabu (22/1/2025).

Taufik Bahar menambahkan, dua ekor sapi Bali yang suspek PMK ini diisolasi karena dipelihara petani. Baru dua ekor yang terkonfirmasi suspek PMK. 

"Untuk mengantisipasi penyebaran PMK ini, maka dilakukan vaksinasi. Ada 1.000 dosis vaksin bantuan dari Pemprov Riau. Dalam pekan dilaksanakan vaksinasi di Puskeswan-puskeswan," kata Taufik Bahar.

Taufik Bahar mengimbau kepada peternak, karena sudah masuk perubahan cuaca, untuk setiap kejadian segera melaporkan. Untuk terus memantau kesehatan hewan ternak. 

"Kalau ada hewan ternak sakit laporkan dan isolasi dulu. Nanti dokter hewan akan melihat jenis penyakit apakah menular atau tidak," jelas Taufik Bahar.***