TERKINI
Harga BBM Eceran Tembus Rp15 Ribu, GMNI Bengkalis Soroti Lemahnya Pengawasan Disperindag BengkalisKejar Target 100 Persen di Akhir Tahun, Dinas PUPR Kampar Fokus Percepatan dan Penyesuaian AnggaranDirektur Jenderal Pemasyarakatan RI Berikan Arahan, Jadi Penguat Kinerja Kanwil Ditjendpas RiauTim PBM LPPM Universitas Riau Akselerasi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Kelompok Tani Guyup RukunDinilai Gagal, GMNI Bengkalis Minta Bupati Evaluasi TAPD dan Ketua TAPD MundurNetty Mindrayani Siap Jalankan Amanah sebagai Plt. Ketua JMSI KamparPerkuat Sinergi, Kalapas Kelas IIA Pekanbaru Jalin Koordinasi dengan BNN dan Pengadilan NegeriMenteri Imigrasi dan Imipas RI Berikan Arahan Virtual ke Kanwil Ditjenpas RiauJelang Hari Keselamatan Berlalu Lintas 2026, Polantas Karib Rangkul Ojol: Edukasi KeselamatanTHM Menjamur, LSM Bara Api Desak Gubri dan Pemko Bongkar Izin Hollywood - DragonPenanganan Karhutla di Kampar Dilaporkan Kondisi Nol Hotspot Titik Panas Berkat KerjasamaDPC GMNI Bongkar Penyebab Tunda Bayar Bengkalis: Utang Rp923,9 Miliar Bebani APBD 2024-2026

Antisipasi PMK Terhadao Hewan, Berikut Dilakukan Disbunnak Keswan Kampar

Antisipasi PMK Terhadao Hewan, Berikut Dilakukan Disbunnak Keswan Kampar
Ilustrasi (net(

KAMPAR - Dinas Perkebunan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar sudah melakukan antisipasi terhadap penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kepala Dinas Perkebunan dan Kesehatan Hewan Marahalim melalui Plt Kabid Kesehatan Hewan Taufik Bahar menjelaskan, ada enam ekor di Kampar yang terpapar PMK.

Sebanyak 2 kasus Kecamatan di Kecamatan Tambang, 3 kasus Kecamatan Tapung Hilir, dan satu kasus Kecamatan Perhentian Raja.

"Dari enam ternak sapi yang terpapar PMK, masih dalam proses penyembuhan dan vaksinasi. Dari enam ternak yang terpapar PMK nihil kematian," jelas Taufik Bahar, Senin (3/2/2025).

Taufik Bahar menambahkan, sampai saat ini sudah 896 sapi yang sudah divaksinasi. Dari 1.000
dosis vaksin dari bantuan Pemprov Riau sudah hampir habis. Nanti diusulkan lagi ke Pemprov Riau ***