TERKINI
Harga BBM Eceran Tembus Rp15 Ribu, GMNI Bengkalis Soroti Lemahnya Pengawasan Disperindag BengkalisKejar Target 100 Persen di Akhir Tahun, Dinas PUPR Kampar Fokus Percepatan dan Penyesuaian AnggaranDirektur Jenderal Pemasyarakatan RI Berikan Arahan, Jadi Penguat Kinerja Kanwil Ditjendpas RiauTim PBM LPPM Universitas Riau Akselerasi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Kelompok Tani Guyup RukunDinilai Gagal, GMNI Bengkalis Minta Bupati Evaluasi TAPD dan Ketua TAPD MundurNetty Mindrayani Siap Jalankan Amanah sebagai Plt. Ketua JMSI KamparPerkuat Sinergi, Kalapas Kelas IIA Pekanbaru Jalin Koordinasi dengan BNN dan Pengadilan NegeriMenteri Imigrasi dan Imipas RI Berikan Arahan Virtual ke Kanwil Ditjenpas RiauJelang Hari Keselamatan Berlalu Lintas 2026, Polantas Karib Rangkul Ojol: Edukasi KeselamatanTHM Menjamur, LSM Bara Api Desak Gubri dan Pemko Bongkar Izin Hollywood - DragonPenanganan Karhutla di Kampar Dilaporkan Kondisi Nol Hotspot Titik Panas Berkat KerjasamaDPC GMNI Bongkar Penyebab Tunda Bayar Bengkalis: Utang Rp923,9 Miliar Bebani APBD 2024-2026

181 Rohingya Diamankan SatPol PP Kampar dan Tim Gabungan Yang Menempati di Ruko Bangkinang

181 Rohingya Diamankan SatPol PP Kampar dan Tim Gabungan Yang Menempati di Ruko Bangkinang

KAMPAR – Tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP Kampar, Polres Kampar, dan Kodim 0313/KPR mengamankan 181 pengungsi Rohingya yang ditemukan menempati sebuah ruko di Jalan Lingkar, Kecamatan Bangkinang Kota, pada Ahad (23/2/2025).

Selain itu, tujuh pengungsi lainnya yang sempat masuk ke rumah warga sekitar juga telah dijemput oleh petugas.

Kasatpol PP Kampar, Arizon SE, mengungkapkan bahwa keberadaan para pengungsi ini diketahui berdasarkan laporan warga yang mencurigai aktivitas di ruko tersebut. Dari hasil penyelidikan, mereka ternyata sudah tinggal di lokasi itu selama dua pekan terakhir.

"Tindakan cepat diambil dengan berkoordinasi bersama Imigrasi Pekanbaru untuk langkah lebih lanjut. Saat ini, petugas masih berjaga di lokasi guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif," tegas Arizon.

Ia menambahkan bahwa pihaknya bersama kepolisian dan TNI akan terus bersinergi dalam menangani permasalahan ini sesuai dengan prosedur yang berlaku.

"Kami memastikan keamanan para pengungsi agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. Koordinasi dengan Imigrasi terus dilakukan untuk mencari solusi terbaik bagi mereka," pungkasnya.

Sementara itu, keberadaan pengungsi Rohingya di wilayah Kampar menjadi perhatian serius, mengingat derasnya arus pengungsi yang masuk ke Indonesia dalam beberapa bulan terakhir.

Aparat berjanji akan terus memantau situasi dan mengambil langkah-langkah strategis guna mencegah potensi gangguan ketertiban.***