TERKINI
Dishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan SI OCU PARKIR KAMPAR, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiDirgahayu Harhubnas 2026, Kadis Aidil: Pentingnya Perhubungan Mendukung Aktivitas MasyarakatKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka BupatiJMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih BerkelanjutanProgres Fisik RLH 79 Unit Dinas Perkim Kampar Melampaui Target, Pencapaian Naik Signifikan 69 PersenHarga BBM Eceran Tembus Rp15 Ribu, GMNI Bengkalis Soroti Lemahnya Pengawasan Disperindag BengkalisKejar Target 100 Persen di Akhir Tahun, Dinas PUPR Kampar Fokus Percepatan dan Penyesuaian AnggaranDirektur Jenderal Pemasyarakatan RI Berikan Arahan, Jadi Penguat Kinerja Kanwil Ditjendpas Riau

Wujudkan Lapas Tertib dan Kondusif, Lapas Narkotika Kelas llB Rumbai Lakukan Ini

Wujudkan Lapas Tertib dan Kondusif, Lapas Narkotika Kelas llB Rumbai Lakukan Ini

PEKANBARU - Lapas Narkotika kelas IIB Rumbai, sampai saat ini masih dalam proses tahap pembangunan, oleh karena itu area pengawasan oleh petugas terhadap warga binaan menjadi sangat luas, hal ini tentunya dapat menimbulkan resiko gangguan keamanan dan ketertiban pada Lapas.

Kalapas Narkotika kelas IIB Rumbai, Hendri Alfa Edison Damanik melalui KA.KPLP (Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan) Lapas Narkotika kelas IIB Rumbai, Nanda Adesaputra membuat suatu inovasi aksi perubahan dalam menyelesaikan  Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) di BPSDM Hukum dan HAM Republik Indonesia yang diterapkan pada Lapas Narkotika Rumbai yakni "Optimalisasi sistem pengamanan terpadu melalui layanan voice over speaker".

Adapun aksi perubahan ini bertujuan untuk mengoptimalkan sistem deteksi dini sekaligus memudahkan dalam sistem pengawasan terhadap warga binaan, yang mana di atur dalam dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI No. 33 Tahun 2015 tentang Pengamanan pada Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara disebutkan bahwa bentuk-bentuk pengamanan yang dilakukan di dalam Lapas Rutan ada 3 yaitu Pencegahan, Penindakan, Penanggulangan atau Pemulihan.

Yang mana sistem deteksi dini lebih mengacu pada hal pencegahan.  layanan  Voice Over Speaker adalah istilah yang mengacu kepada sistem pemberian informasi dengan perangkat speaker yang nantinya akan terpasang di setiap blok hunian sehingga informasi yang disampaikan dapat didengar oleh seluruh warga binaan pemasyarakatan, yang bertujuan sebagai pengingat ,media informasi,
serta pemberitahuan terkait aktifitas serta hak dan kewajiban warga binaan
dalam menjalani masa pidana. Selain memudahkan fungi pengawasan terhadap petugas pengamanan, Tujuan dari Voice Over Speaker adalah untuk
menciptakan lingkungan yang teratur, tertib serta efektif dalam memfasilitasi
proses pembinaan warga binaan pemasyarakatan, sehingga dalam fungsi penyelenggaraan pengamanan dapat lebih optimal.

"Hal yg mendasari saya menciptakan aksi perubahan terkait Layanan voice over speaker itu sendiri karena Lapas Narkotika Rumbai sampai saat ini masih dalam tahap pembangunan, membuat area pengawasan menjadi sangat luas,sehingga dibutuhkan sistem pengamanan yg terpadu serta terorganisir agar dapat mengawasi aktifitas Warga binaan sekaligus menjadikan warga binaan kita menjadi tertib, serta mematuhi peraturan pada Lapas Narkotika Rumbai, jika tertib tentunya gangguan keamanan dan ketertiban dapat diminimalisir," ujar KA.Kplp yang dikenal ramah dan mengayomi. 

Tahapan demi tahapan dalam impelementasi Aksi Perubahan yang dilakukan Ka.KPLP Lapas Narkotika Rumbai tersebut mendapatkan respon positif dari para warga binaan.

"Kami sangat berterima kasih kepada Pak KA.KPLP dengan adanya Layanan Voice over speaker dapat memudahkan kami mendapatkan informasi yang mungkin belum kami ketahui, sehingga kami menjadi tenang dalam menjalani masa pidana kami," ujar salah satu warga binaan berinisial D yang jumpai tim Humas Lapas.

"Harapannya kedepan Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai dapat menjadi Lapas yang aman dan kondusif serta memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat dan tentunya untuk warga binaan  kami sendiri," pungkas nanda.***

Sumber: Dedy Pratama