TERKINI
Dishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan SI OCU PARKIR KAMPAR, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiDirgahayu Harhubnas 2026, Kadis Aidil: Pentingnya Perhubungan Mendukung Aktivitas MasyarakatKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka BupatiJMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih BerkelanjutanProgres Fisik RLH 79 Unit Dinas Perkim Kampar Melampaui Target, Pencapaian Naik Signifikan 69 PersenHarga BBM Eceran Tembus Rp15 Ribu, GMNI Bengkalis Soroti Lemahnya Pengawasan Disperindag BengkalisKejar Target 100 Persen di Akhir Tahun, Dinas PUPR Kampar Fokus Percepatan dan Penyesuaian AnggaranDirektur Jenderal Pemasyarakatan RI Berikan Arahan, Jadi Penguat Kinerja Kanwil Ditjendpas Riau

Jauhi Pesisir Pantai Selat Sunda Radius 1 Km

Jauhi Pesisir Pantai Selat Sunda Radius 1 Km

Hatami News Nasional- Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati saat kegiatan konferensi pers mengatakan, jika masyarakat diminta untuk menjauhi pesisir pantai Selat Sunda dalam radius 1 km.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk menghindari lokasi pesisir pantai di Selat Sunda dalam radius 500 m sampai 1 km.

BMKG mengadakan konferensi pers pada Selasa (25/12/2018), bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman yang diwakili oleh Ridwan Djamaluddin selaku Deputi Bidang Infrastruktur.

"Kami meminta masyarakat yang tinggal dan berada di lokasi kejadian bencana tsunami, agar tetap waspada dan mengantisipasi dengan menghindari lokasi pesisir atau pantai dalam radius 500 m hingga 1 km," ujar Dwikorita dikutip dari laman resmi BMKG.

"Masyarakat pun dihimbau untuk tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang menyesatkan," tutur Dwikorita.

Dwikorita menjelaskan, saat ini BMKG bersama Badan Geologi terus melakukan pemantauan kondisi aktifitas tremor Gunung Anak Krakatau.

"BMKG pun terus memantau kondisi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi, karena seluruh kondisi tersebut dapat mengakibatkan longsor tebing kawah ke laut dan berpotensi memicu tsunami seperti hipotesa yang telah disampaikan pada tanggal 22 Desember 2018 yang lalu," kata Dwikorita.

Sementara itu, kondisi cuaca di sekitar Gunung Anak Krakatau diprakirakan hujan ringan hingga sedang pada malam hingga dini hari nanti.

Angin permukaan umumnya bertiup dari arah barat daya hingga barat dengan kecepatan antara 5-35 km/jam.

"Untuk esok hari, Rabu (26/12/2018), kondisi cuaca berpotensi hujan sedang hingga lebat pada pagi hingga sore hari dan pada malam hingga dini hari umumnya berawan dan hujan ringan," jelas Dwikorita.

"Arah angin dari barat daya hingga barat, sementara untuk kecepatan angin permukaan relatif menurun dibanding hari sebelumnya, dengan kecepatan maksimum dapat mencapai 20-25 km/jam," lanjutnya.

"Gelombang tinggi masih terjadi pada pagi hari ini (Selasa 25/12/2018) hingga siang hari esok (Rabu 26/12/2018) antara 0.75 - 2.0 m," terangnya.

"Pada siang hingga malam hari diprakirakan ketinggian gelombang berkisar antara 0.75 - 1.25 m," ujar Dwikorita.*