TERKINI
JMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih BerkelanjutanProgres Fisik RLH 79 Unit Dinas Perkim Kampar Melampaui Target, Pencapaian Naik Signifikan 69 PersenHarga BBM Eceran Tembus Rp15 Ribu, GMNI Bengkalis Soroti Lemahnya Pengawasan Disperindag BengkalisKejar Target 100 Persen di Akhir Tahun, Dinas PUPR Kampar Fokus Percepatan dan Penyesuaian AnggaranDirektur Jenderal Pemasyarakatan RI Berikan Arahan, Jadi Penguat Kinerja Kanwil Ditjendpas RiauTim PBM LPPM Universitas Riau Akselerasi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Kelompok Tani Guyup RukunDinilai Gagal, GMNI Bengkalis Minta Bupati Evaluasi TAPD dan Ketua TAPD MundurNetty Mindrayani Siap Jalankan Amanah sebagai Plt. Ketua JMSI KamparPerkuat Sinergi, Kalapas Kelas IIA Pekanbaru Jalin Koordinasi dengan BNN dan Pengadilan Negeri

Diskes Persiapkan Teknis Pengadaan Laboratorium Biomolekuler

Diskes Persiapkan Teknis Pengadaan Laboratorium Biomolekuler
Plh Kepala Dinas Kesehatan kota Pekanbaru, dr Zaini Rizaldy. Pekanbaru.

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru merencanakan untuk pengadaan laboratorium biomolekuler. Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru tengah mempersiapkan terkait teknis pengadaan laboratorium biomolekuler tersebut.

Plh Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, dr Zaini Rizaldy menyebut, untuk estimasi biaya pemeriksaan swab per orang pada laboratorium biomolekuler nantinya diperkirakan mencapai Rp600 ribu.

"Kami perlu melaporkan kembali ke wali kota. Kalau dari segi kebutuhan Pekanbaru memang butuh, karena saat ini sampel swab hanya dikirim ke laboratorium biomolekuler Pemprov," terang Zaini, Selasa (25/8/2020).

Menurutnya, biaya tersebut lumayan besar dan akan dipertimbangkan kembali. Selain itu seiring berjalan untuk biaya operasional cukup tinggi.

Zaini mengatakan, kalau dari segi anggaran, anggaran yang ada di Pemko Pekanbaru masih mencukupi untuk pengadaan laboratorium biomolekuler tersebut.

"Mungkin nanti ada alternatif. Karena kita lihat produk lain, ada beberapa perbedaan produk, ada yang lebih murah. Ini yang akan konsultasikan lagi," pungkasnya. (Kominfo6/RD2)