TERKINI
Penandatanganan Kerja Sama Pemkab dan Kejari, Perkuat Kepastian Hukum dan Tata Kelola PemerintahanWakili Wabup Kampar, Plt Kadisdikpora Letakkan Batu Pertama Pembangunan Asrama Ponpes Ibnu JarirWabup Kampar Bahas Rencana Jaringan Listrik Pasir Sialang, Pemerataan Penerangan Jadi PrioritasWakil Bupati Misharti Bidik Pasar Nasional, Olahan Ikan Patin dan Batik Kampar Didorong Naik KelasOperasi Patuh Lancang Kuning 2026, Satlantas Polres Kampar dan Samsat Bangkinang Gelar Ramp CheckDisdikpora Kampar Respons Kondisi Sekolah di Koto Kampar Hulu, Renovasi Dianggarkan 2027DPRD dan Pemkab Kampar Setujui 6 Ranperda, Ahmad Yuzar Tekankan Manfaat Nyata bagi MasyarakatDelapan Fraksi DPRD Kampar Sampaikan Pandangan, RAPBD 2027 Fokus Kebutuhan MasyarakatBupati Kampar Didampinggi Plt Disdikpora Temui Plt Gubernur Riau, Usulkan Pembangunan Lokal SD 017Perkuat Layanan Darurat, Bupati Kampar Serahkan Mobil Rescue untuk DamkarSekitar 38 Pegawai Tak Diperpanjang, BPKAD Kampar Tuntaskan Verifikasi Gaji PPPK Paruh Waktu SeninDukung Pengembangan Wisata Buluh Cina, Edi Basri Tekankan Pelestarian Budaya dan Mitigasi Banjir

Diskes Persiapkan Teknis Pengadaan Laboratorium Biomolekuler

Diskes Persiapkan Teknis Pengadaan Laboratorium Biomolekuler
Plh Kepala Dinas Kesehatan kota Pekanbaru, dr Zaini Rizaldy. Pekanbaru.

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru merencanakan untuk pengadaan laboratorium biomolekuler. Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru tengah mempersiapkan terkait teknis pengadaan laboratorium biomolekuler tersebut.

Plh Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, dr Zaini Rizaldy menyebut, untuk estimasi biaya pemeriksaan swab per orang pada laboratorium biomolekuler nantinya diperkirakan mencapai Rp600 ribu.

"Kami perlu melaporkan kembali ke wali kota. Kalau dari segi kebutuhan Pekanbaru memang butuh, karena saat ini sampel swab hanya dikirim ke laboratorium biomolekuler Pemprov," terang Zaini, Selasa (25/8/2020).

Menurutnya, biaya tersebut lumayan besar dan akan dipertimbangkan kembali. Selain itu seiring berjalan untuk biaya operasional cukup tinggi.

Zaini mengatakan, kalau dari segi anggaran, anggaran yang ada di Pemko Pekanbaru masih mencukupi untuk pengadaan laboratorium biomolekuler tersebut.

"Mungkin nanti ada alternatif. Karena kita lihat produk lain, ada beberapa perbedaan produk, ada yang lebih murah. Ini yang akan konsultasikan lagi," pungkasnya. (Kominfo6/RD2)