TERKINI
Perkuat Layanan Darurat, Bupati Kampar Serahkan Mobil Rescue untuk DamkarSekitar 38 Pegawai Tak Diperpanjang, BPKAD Kampar Tuntaskan Verifikasi Gaji PPPK Paruh Waktu SeninDukung Pengembangan Wisata Buluh Cina, Edi Basri Tekankan Pelestarian Budaya dan Mitigasi BanjirOmbudsman Pekanbaru Kunjungi Lapas Pekanbaru, Serap Aspirasi untuk Tingkatkan Kualitas PelayananPerkuat SDM Daerah, PHR Dorong Generasi Muda Riau Kembangkan Potensi dan KarierAnggota DPRD Kampar, Hendri Domo Dorong Pacu Sampan Buluh Cina Berpotensi Jadi Event NasionalWabup Kampar, Misharti Resmi Buka Pacu Sampan Buluh Cina, Dorong Jadi Event Wisata NasionalSiapkan Dukungan Modal UMKM Rp40 Juta, Wabup Kampar, Misharti Dorong Produk Lokal Masuk Ritel ModernCegah Narkoba Sejak Dini, Wabup Misharti Ajak Pelajar SMP V Tambang Jadi Generasi Anti NarkobaWabup Misharti Serahkan CSR Rp25,58 Juta dari PT Riau Petroleum Mahato untuk Sarana KeagamaanHadiri Gala Dinner Hari Santri Nasional 2026 di Dumai, Wabup Kampar, Misharti Dorong SinergiBAZNAS Kampar Salurkan Zakat untuk Masyarakat, Total Bantuan RTLH Tembus Rp1,12 Miliar

Perkuat Pembinaan Kepribadian, Lapas Pasir Pangarayan Jalin MoU dengan GBIS Jemaat Kasih Karunia

Perkuat Pembinaan Kepribadian, Lapas Pasir Pangarayan Jalin MoU dengan GBIS Jemaat Kasih Karunia

Pasir Pengaraian - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan terus memperkuat pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan khususnya dalam aspek pembinaan kerohanian. Upaya tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Gereja Bethel Indonesia (GBIS) Jemaat Kasih Karunia, Rabu (9/9/2026).

Kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam mendukung pelaksanaan pembinaan kerohanian bagi Warga Binaan beragama Kristen. Melalui sinergi tersebut, Lapas Pasir Pangarayan bersama GBIS Jemaat Kasih Karunia berkomitmen memberikan pembinaan yang dapat membantu Warga Binaan meningkatkan nilai-nilai keimanan, moral, dan kepribadian selama menjalani masa pembinaan.

Penandatanganan MoU tersebut dihadiri oleh PDM Erlina Waty Sirait. Sementara dari pihak Lapas Pasir Pangarayan hadir Kepala Lapas Efendi P. Purba, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Binadik dan Giatja) Andi Rahman, serta Kepala Sub Seksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan (Registrasi dan Bimkemas) Ega Saputra.

Kalapas Pasir Pangarayan, Efendi P. Purba, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi bagian penting dalam memperkuat pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan.

“Pembinaan kerohanian merupakan salah satu bagian penting dalam proses pembinaan Warga Binaan. Melalui kerja sama dengan GBIS Jemaat Kasih Karunia, kami berharap Warga Binaan beragama Kristen dapat memperoleh pembinaan keagamaan secara berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan keimanan, membentuk karakter yang lebih baik, serta menjadi bekal ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat,” ujar Efendi.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Seksi Binadik dan Giatja Lapas Pasir Pangarayan, Andi Rahman, menyampaikan bahwa pembinaan kepribadian tidak hanya berorientasi pada perubahan perilaku selama berada di dalam Lapas, tetapi juga mempersiapkan Warga Binaan untuk kembali menjalani kehidupan bermasyarakat.

“Pembinaan kerohanian menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun kesadaran dan karakter Warga Binaan. Dengan adanya sinergi bersama GBIS Jemaat Kasih Karunia, kami berharap kegiatan pembinaan dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak positif bagi Warga Binaan, khususnya dalam membangun sikap, moral, dan keimanan,” ungkap Andi Rahman.

Melalui penandatanganan MoU ini, Lapas Pasir Pangarayan berharap sinergi dengan GBIS Jemaat Kasih Karunia dapat terus terjalin secara berkesinambungan. Kerja sama tersebut diharapkan mampu mendukung terciptanya pembinaan yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada perubahan positif bagi seluruh Warga Binaan sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing.

Langkah ini sekaligus menjadi wujud komitmen Lapas Pasir Pangarayan dalam menghadirkan program pembinaan yang menyentuh aspek kepribadian dan spiritual sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial Warga Binaan.(HumasLpasian)