TERKINI
Merah Putih Berkibar di Senja Hari, Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Rokan Hulu Berjalan SuksesKhidmat dan Megah, Pemkab Rokan Hulu Gelar Upacara Puncak Peringatan HUT RI ke-81Upacara Bendera Peringatan HUT RI Ke-81 Tahun 2026 Dipimpin Bupati Kampar, YuzarDesa Pulau Sarak Meriahkan Hari Kemerdekaan Dengan Pawai dan Santunan Anak Yatim Serta Makan BersamaFestival Anak Sholeh Digelar Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dorong Generasi IslamiSengit dan Meriahkan HUT RI Ke-81, RW 002 Sabet Gelar Juara Turnamen Voli Putri Desa Bukit RanahRakornas Forkopimda di Batam, Dihadiri Bupati Bengkalis, Perkuat Sinergi PemerintahMeriahkan HUT RI, Kades Bukit Ranah, Firdaus Serahkan Bantuan 2 Bola Voli, Udo Ucapkan TerimakasihWarga Bukit Singkumbang Gelar Berbagai Perlombaan Sambut Hari Kemerdekaan RIBerikut Harga TBS Riau Periode 12-18 Agustus Disampaikan Disbunnak Keswan KamparJelang HUT RI Ke-81, Satpol PP dan DWP-UP Bagikan Bendera Merah Putih Gratis Kepada MasyarakatHUT Riau ke-69, PT Arara Abadi Salurkan Beasiswa bagi 40 Pelajar-Mahasiswa Suku Sakai

Disbunnak Keswan Kampar Bantah Video Viral TikTok Terkait Jalan Produksi dan Bibit Sawit

Disbunnak Keswan Kampar Bantah Video Viral TikTok Terkait Jalan Produksi dan Bibit Sawit

KAMPAR - Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disbunnak Keswan) Kabupaten Kampar Marahalim, membantah tuduhan yang beredar dalam sebuah video viral di TikTok terkait pembangunan jalan produksi dan pengelolaan bibit kelapa sawit di UPT Pembibitan Perkebunan.

Marahalim mengatakan informasi yang disampaikan dalam video yang diunggah akun TikTok hariansuluhofficial pada 16 Juli 2026 itu tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

"Terkait jalan produksi, kami tegaskan bahwa pekerjaan tersebut saat ini masih dalam proses pelaksanaan. Tidak benar ada kegiatan pemotongan sebagaimana yang dituduhkan dalam video yang beredar. Pekerjaan masih berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan," kata Marahalim saat dikonfirmasi, Jumat (17/7/2026).

Selain itu, ia juga meluruskan informasi mengenai bibit kelapa sawit di UPT Pembibitan Perkebunan. Menurutnya, seluruh bibit masih berada dalam tahap pembesaran sehingga belum memenuhi standar untuk disalurkan kepada masyarakat.

"Saat ini bibit kelapa sawit masih berukuran kecil dan belum memenuhi standar untuk disalurkan. Seluruh bibit masih utuh berada di UPT Pembibitan Perkebunan dan direncanakan baru akan disalurkan pada bulan Desember mendatang," ujarnya.

Marahalim menjelaskan penyaluran bibit nantinya dilakukan secara terbuka sesuai ketentuan yang berlaku. Program tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi kelompok tani, tetapi juga terbuka bagi masyarakat Kabupaten Kampar yang memenuhi persyaratan.

"Persyaratannya cukup menunjukkan KTP Kabupaten Kampar dan bukti kepemilikan atau penguasaan lahan. Luas lahan yang dapat dilayani maksimal dua hektare," jelasnya.

Ia menambahkan, mekanisme tersebut diterapkan agar bantuan pemerintah tepat sasaran dan benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat yang memiliki lahan untuk pengembangan perkebunan kelapa sawit.

Marahalim juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum dipastikan kebenarannya, terutama yang beredar di media sosial.

"Kami mengajak masyarakat untuk selalu melakukan konfirmasi kepada instansi yang berwenang sebelum mempercayai atau menyebarluaskan suatu informasi. Disbunnak Keswan Kampar berkomitmen menjalankan seluruh program secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.

Ia berharap klarifikasi tersebut dapat memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat sehingga tidak terjadi kesalahpahaman akibat informasi yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.